Pesta Peluncuran Buku Almanak Manajemen Panggung

Pada 13 Desember 2019 lalu, buku “Almanak Manajemen Panggung: Sebuah Kunjungan Ke Belakang Panggung Tiga Grup Teater Di Indonesia” karya seorang seniman pertunjukan bernama Kidung Asmara Sigit resmi diluncurkan. Berlokasi di Galeri Indonesia Kaya, acara peluncuran buku tersebut pun dilakukan dalam format diskusi terbuka sembari diselingi oleh sebuah pementasan.

Acara tersebut pun turut melibatkan nama-nama besar yang sudah lama melintang di dunia seni pertunjukan sebagai pembicara. Sari Madjid, misalnya, yang merupakan manajer panggung dari Teater Koma. Selain itu, Nano Riantiarno, Maudy Koesnadi, hingga Jay Subyakto pun turut hadir sebagai tamu dan turut membagikan wawasannya.

Diskusi terbuka tersebut dihadirkan agar menjadi penambah khasanah publik tentang bagaimana seni pertunjukan berlangsung di Indonesia, khususnya yang dalam beberapa tahun belakangan ini sering digalakan oleh anak-anak muda.

“Berbeda grup teater, berbeda juga nilai-nilai yang dianutnya. Ini yang menarik dari Indonesia. Nggak seperti pakem pemanggung Barat yang serba seragam,” tutur Kidung. Langgam budaya bangsa memang turut memberi pengaruh pada budaya kerja dari masing-masing kelompok seni pertunjukan di Indonesia.

Buku ini hadir sebagai upaya mengisi kekosongan literatur Indonesia mengenai referensi berkesenian pertunjukan, karena pementasan yang baik tentunya akan bergantung pada manajemen panggung yang tersusun dan terencana secara rapi.

Berikut ini adalah beberapa potret keseruan dari launching buku Almanak Manajemen Panggung:

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Almanak Manajemen Panggung

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading