Pesan Kesetaraan Gender dari Vokalis Stand Atlantic

Bonnie Fraser cemas. Di negara asalnya Australia, hingga kini orang-orang berorientasi seksual macam lesbian, gay, biseksual, serta transgender alias LGBT, yang biasa ia bantu sebelum dirinya sibuk menjadi bagian band pop-punk Stand Atlantic, masih menerima stereotip negatif. “Selalu saya perhatikan urusan mereka,” kata Bonnie pekan lalu saat diwawancara oleh Kerrang! (majalah musik metal dan rock kenamaan yang berkantor di Inggris). 

Menjadi seorang queer, Bonnie tahu betul bagaimana rasanya dipandang sebelah mata. Masa remajanya kala itu, di mana ketika ia tersadar dirinya punya orientasi seksual tak biasa, mengalami masalah serupa. Hal ini membuatnya enggan berkumpul bersama teman sebaya bahkan sempat membenci mereka. “Pasti kita selalu terpengaruh anggapan orang lain, terlebih bila penilaiannya itu negatif.” Tapi demikian, sampai saat ini stereotip buruk itu ia lawan dengan tidak menanggapinya. Bonnie pun lebih memilih menyelesaikan sendiri persoalan itu. Belum lama ini, Bonnie menunjukkan bila cara perlawanannya itu berhasil dengan berani membagikan momen ia bersama pacar perempuannya di Instagram. “Postingan itu tak bikin saya risih. Foto ini juga sebagai dukungan untuk mereka yang sama seperti saya,” kata kekasih Hannah Mee yang merupakan personel band pop-rock dari Inggris, Hot Milk, itu.     

Meski begitu, ia menyarankan pula agar semua lapisan masyarakat mau menerima kondisi mereka dan memperlakukannya dengan setara dan wajar. “Andai mereka bisa melaksanakannya pada satu orang saja, buat saya itu sudah cukup,” tutur Bonnie. Lalu dia kemudian bercerita tentang suatu kejadian yang menimbulkan ia tergelak tawa mengenai statusnya sebagai queer. Sebelum banyak orang tahu dirinya punya orientasi seksual berbeda, tak sedikit pria yang tertarik. “Ini gay dalam bentuk lain namanya,” seloroh Bonnie. 

Bonnie adalah vokalis Stand Atlantic. Tak hanya jadi vokalis dari grup musik asal Negeri Kanguru itu, sejak didirikan tahun 2012 ia juga merangkap sebagai satu di antara dua gitaris. Sebelum fokus bermusik, ia sempat bekerja di bidang kesehatan publik. Di 2015, band yang ia gawangi ini meroket lewat album mini mereka bertajuk A Place Apart. Berisi lima lagu, album yang dirilis tanpa label itu menandai keluarnya sang penabuh drum Jordan Jansons dan digantikan Jonno Panichi.

Dua tahun sebelumnya, pada 2013 debut album mereka berjudul Catalyst keluar dan mendapat tempat di hati penikmat pop-punk dunia. Kata Bonnie, tak ada resep khusus pada kesuksesan dua album terdahulunya itu. Buktinya, masa pengerjaan Catalyst dan A Place Apart hanya butuh waktu tak lebih dari tiga minggu. “Selain itu kami juga giat tur album. Tur penting buat band yang tidak mengambil jalan popular seperti kami, karena kami bukanlah band Spotify,” ungkap penyanyi yang hingga kini tahun kelahirannya tak ingin diketahui publik itu.

Nah, belum lama ini, tepatnya 7 Agustus kemarin, mereka baru saja merilis album baru yang diberi judul “Pink Elephant” dan sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik dalam jaringan. Album ini banyak yang mengatakan penuh dengan energi lepas dari Bonnie yang mencoba untuk memperlihatkan siapa dia sebenarnya. Menurutnya album ini adalah sesuatu yang coba dia dobrak, dan kemudian berdamai dengan keadaan serta menghadapi langsung ragam masalah yang ada di hidupnya. Total ada  11 lagu yang terdapat di album terbaru ini. Coba dengarkan dan selamat bersenang-senang.

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip Stand Atlantic

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading