Perjalanan Kedua dari Kerabat Kerja

Bagi kalian penikmat musik folk/pop karya-karya Fiersa Besari, dan kerap kali melihat penampilannya. Pasti tak asing dengan nama Kerabat Kerja. Yap, band tersebut adalah yang senantiasa menemani Fiersa berkeliling dari satu panggung ke panggung yang lain sejak lama. Kerabat Kerja adalah band asal Bandung dengan personel yang terdiri dari Dika Koesuma (vokal), Andika Astapradja (gitar), Ricky Ramadhan (bass), Jason Sutedja (keyboard), dan Budi Tjahjana (drum). Dalam perjalanan bermusik tersebut, mereka tercatat baru mengeluarkan satu buah album mini yang berjudul “Menangkap Udara”. Di dalam album tersebut pun, nama Fiersa Besari masih bercokol sebagai produser untuk mereka. Hal itu dilakukannya untuk membalas banyak perjalanan yang dilakukan bersama Kerabat Kerja selama beberapa tahun dirinya berkarir. Alasan lainnya sang penyanyi sekaligus penulis tersebut mendorong Kerabat Kerja untuk merilis sebuah album adalah agar talenta yang dimiliki olah mereka tidak berhenti di satu titik saja.  13 Desember 2019 adalah waktu yang menentukan perjalanan kedua dari Kerabat Kerja, di tanggal tersebut, mereka merilis mini album “Menangkap Udara”.

Bagaimana kisah mereka dan juga mini album tersebut? Kami berkesempatan untuk melakukan sebuah sesi wawancara, untuk mencari tahu berbagai macam hal dari mereka. silahkan disimak di bawah.

kerabat kerja konser

Kapan tepatnya Kerabat Kerja memutuskan untuk terjun langsung di dunia musik? Seperti apa ceritanya?

Berawal dari season player Fiersa Besari nama Kerabat Kerja terbentuk, pada tahun 2014 Fiersa Besari sudah di bantu anak-anak Kerabat Kerja yang pada saat itu belum tercetus nama Kerabat Kerja, baru pada tahun 2017 nama Kerabat Kerja dibentuk dengan nama panggung Fiersa Besari x Kerabat Kerja. Awalnya untuk menandakan panggung musik Fiersa Besari dengan seminar/talkshow di beberapa event agar orang yang mau nonton Fiersa tidak keliru, dan pada akhir tahun 2019 Fiersa Besari mengumumkan untuk cuti panggung tahun 2020. Kerabat Kerja yang mayoritas bekerja di dunia seni/musik memutuskan untuk membuat mini album dan berjalan tanpa Fiersa di tahun 2020.

 

Musik Kalian, Bagaimana mendeskripsikannya? Bisa dijelaskan?

Tidak bisa dipungkiri musik kami tidak terlepas dari benang merah musik Fiersa Besari, karena sebagian besar pengikut kami berawal dari pengikut Fiersa Besari, meskipun jika ditelaah lebih dalam musik yang kita sajikan lebih maskulin. Nuansa pop ballad sangat kental, walau ada input harmoni idealis dari beberapa player yang masuk, kita berusaha untuk berada di jalur benang merah yang sudah ada, agar musik kita lebih mudah dicerna dan diterima oleh semua kalangan. 

Tentang album perdana kalian, boleh diceritakan proses kreasinya?

Karya pure Kerabat Kerja hanya 2 lagu di mini Album yang bertajuk “Menangkap Udara”, 3 lagu Fiersa Besari yang kita aransemen ulang, dan 1 lagu baru yang diciptakan Fiersa Besari untuk Kerabat Kerja. Yang menarik proses pembuatan lagu Menangkap Udara yang di jadikan nama Album, lagu itu diciptakan Fiersa Besari ditengah tournya. Kita lupa di Kota apa, tapi setiap sebelum manggung, Fiersa selalu menyempatkan diri untuk merampungkan lagu itu, sendiri. dan kita Kerabat Kerja bertugas untuk check sound agar panggung malam itu lancar. 1 lagu berjudul AL juga sebenarnya lagu lama milik Dika Kusuma yang kini mengisi kekosongan vocal di Kerabat selepas Fiersa cuti, lagu itu sempat di sebar di Soundcloud oleh Dika dan mendapat respon yang baik. Pada akhirnya Kerabat Kerja sepakat agar lagu itu masuk dalam daftar mini album dan merekam ulang.

kerabat kerja konser

Selama proses berkarya, ada hal istimewa yang hadir di tengah perjalanan kalian?

Hal istimewa yang hadir pasti ada, karena kita merampungkan mini album kita ditengah tour Fiersa Besari dengan jadwal yang lumayan padat pada saat itu. Mungkin lebih ke waktu, dan stamina yang harus dikejar, selain manggung kita juga dikejar deadline. Ditambah  menyelaraskan jadwal Fiersa Besari dan Kerabat Kerja yang harus launching juga pada pertengahan Desember 2019. Saat sedang free, kita selalu menyempatkan diri untuk rekaman dan menyelesaikan yang tertunda. 

Oh ya, album perdana tersebut keseluruhan menceritakan tentang apa?

Di mini album ini bertema kesedihan, kehilangan, dan kesendirian, atau banyak orang yang mendeskripsikan dengan kata galau. Semua lagu di mini album Kerabat Kerja sengaja kita bentuk satu tema.

kerabat kerja

Bagaimana pandangan kalian terhadap kancah musik saat ini?

Kancah musik saat ini terbilang menarik, apalagi di jaman digital seperti sekarang. Kita harus mengikuti arus sederas apapun, jika tersangkut maka akan tenggelam.

Impresi apa yang ingin kalian hadirkan di setiap karya?

Musik/lagu yang dinikmati semua kalangan, dan pesan lagu yang kita bagikan menyentuh pendengar. 

Menanggapi situasi yang belum baik seperti sekarang ini, ada kiat khusus yang kalian terapkan?

Situasi saat ini yang tidak menentu memang bukan hal mudah bagi siapapun, bisa jadi tidak ada jurus jitu juga untuk mengantisipasinya. Namun kami terus berkarya meskipun banyak keterbatasaan, tetap ada di sosial media, dan tetap menjalin hubungan baik dengan siapaun walau tidak tatap muka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Kerabat Kerja

Kerabat Kerja akan tampil dalam sebuah program bernama Studio Gigs yang akan ditayangkan secara khusus di SPTV, sebuah kanal siar alternatif yang akan menjadi ruang bersama pengarsipan video musik dari grup musik/musisi tanah air sebagai apresiasi redaksi Siasat Partikelir atas kreasi audio visual dan musik. Pantau terus jangan sampai terlewatkan suguhan kejutan dari SPTV.

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading