Perjalanan Karir Anda Perdana Disajikan dalam Pertunjukan Satu Malam

Pada 27 Maret 2019 yang lalu, musisi Anda Perdana menggelar perayaan sepuluh tahun debut album solonya, In Medio. Anda, yang sekarang lebih dikenal luas sebagai salah satu personil duo Matajiwa, memutar mesin waktu untuk mengajak penonton kembali ke era di mana album tersebut jadi favorit banyak orang.

foto penampilan anda perdana

 

foto penampilan anda perdana

Penggarapan In Medio, memang dahsyat. Di dalamnya ada banyak musisi hebat Indonesia yang ikut serta mengambil peran dalam salah satu proyek musik paling penting di dekade 2000-an ini. Nama-nama seperti Nikita Dompas, Aksan Sjuman, Titi Rajo Bintang, Anto Hoed, Didit Saad, Indra Lesmana, Indra Perkasa, Ali Akbar dan beberapa musisi papan atas lainnya ada di dalam daftar pengisi rekaman album ini. Upaya yang dahsyat, disambut respon publik yang tidak jelek.

foto penampilan anda perdana

Kendati tidak sukses besar dari segi penjualan, In Medio ada di dalam hati orang banyak. Ketika dirayakan usia satu dekadenya, dan orang-orang tetap datang, itu membuktikan dengan sendirinya betapa penting album ini.

Malam itu, di Rossi Musik Fatmawati, sekitar lebih dari dua ratus orang berkumpul. Semuanya mengantisipasi penampilan kembali Anda di ibukota. Sejak beberapa waktu yang lalu, ia dan Reza Achman, partnernya di Matajiwa, memang hijrah ke Bali. Sekaligus menjadikan band tersebut berubah kota domisili. Di pertunjukan ini, selain memainkan materi-materi In Medio, Anda juga membawakan sejumlah materi dari babak karir musiknya yang lain.

Di beberapa bagian, Anda Perdana bermain dengan band pengiring yang malam itu line upnya diisi oleh Viki Vikranta, Bontel, Viandebass dan Ali Akbar. Ia kemudian juga bermain solo dan duet bersama Bonita, adik kandungnya. Yang terakhir, ia bermain bersama Kelompok Penerbang Roket di pertengahan pertunjunkan.

Terlepas dari tema merayakan sepuluh tahun In Medio, pertunjukan malam itu juga memberi porsi pada karir Anda sebagai musisi secara keseluruhan.

Hasilnya, mandi keringat yang banyak, kepulan asap rokok yang bikin sesak serta antrian panjang di meja bar Mondo by the Rooftop yang ada di seberang ruang pertunjukan. Tidak ada wajah merengut yang terekam di gedung Rossi Musik Fatmawati pada malam itu.

Semuanya seperti sepakat, bahwa keberadaan Anda yang masih bermain musik dengan kencang, kendati jauh dari Jakarta, harus dinikmati dengan level energi yang mentok. Setidaknya, gambar-gambar di halaman ini bicara. Kendati keadaan sebenarnya bisa seratus kali lebih baik dari gambar yang terekam. (*)

Teks: Felix Dass
Foto: Yose Riandi

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading