Perayaan Tahun Ketiga Dari KeepKeep Musik

Soal umur, tidak ada yang tahu. Kita bisa mati kapan saja dan hal ini berlaku bukan cuman untuk manusia, tapi juga entitas lainnya. Maka dari itu, bila telah berhasil menapaki usia baru, tidak ada salahnya untuk merayakannya. Toh, hidup memang tidak mudah meski soal maknanya sendiri masih jadi perdebatan sampai sekarang.

Lalu, di bilangan Ciumbuleuit, tepatnya pada area bangunan Kiputih Satu, JL. Kiputih 1A, Bandung terdapat sebuah toko vinyl bernama KeepKeep Musik yang baru saja menapaki umur ketiga. Sejak resmi dibuka pada tanggal 7 November 2016, hingga kini mereka tidak hanya sekedar menjual piringan hitam dan jenis rilisan musik lainnya. Lebih dari itu, ada sebuah usaha untuk menyebar keyakinan, bahwasanya dengan membeli album fisik, kita tengah memberikan penghargaan besar kepada seorang musisi.

Umur ketiga tersebut pun dirayakan, tepatnya pada tanggal 15 Desember 2019 lalu dengan memakai tajuk “KeepKeep Hura”. Kiputih Satu pada hari itu disulap menjadi sebuah tempat pesta lengkap dengan pernak-pernik yang identik dengan perayaan ulang tahun. Banyak yang bisa ditemui di sana, mulai dari booth makanan, merchandise, dan tentu saja dilengkapi dengan sajian musik.

Diantara musisi yang paling menonjol penampilannya adalah Krowbar, atau Sang Iblis Leksikon. Selain itu, ada pula aksi dari White Shoes & The Couples Company yang membawakan lagu-lagu andalannya seperti “Aksi Kucing”, “Senandung Maaf”, hingga “Masa Remadja”. Secara istimewa, mereka pun berkolaborasi bersama sang legendaris yaitu Fariz RM untuk membawakan tembang-tembang lawas semisal “Sakura” dan “Selangkah Ke Seberang”.

Pertunjukan musik pun ditutup oleh permainan dari Diskoria Selekta. Duo penggandrung musik-musik lama Indonesia yang baru saja melangsungkan perjalanan konser ke kota Melbourne ini menjadi pemantik dansa yang jitu hingga bisa memunculkannya pada berbagai sudut ruang Kiputih Satu.

“KeepKeep sedang diusahakan untuk menjadi lebih besar. Selain rilisan musik, nantinya juga ada barang-barang lain yang dijual. Action figure, misalnya. Intinya, benda-benda yang tidak bisa saya beli di zaman dulu,” ungkap Adit atau Sakrya Adiguna sebagai pemilik KeepKeep Musik saat ditanya tentang langkah yang akan diambil oleh toko rintisannya tersebut di masa mendatang.

Semoga saja bisa terwujud, dan untuk melengkapi review singkat ini, berikut adalah sekumpulan potret dari gelaran “Keep Keep Hura”.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Mas Jawjaw

Program Menarik Bernama Women Composser Weekend

Merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh di tanggal 8 Maret lalu, untuk pertama kalinya, Yayasan Bandung Philharmonic berkolaborasi dengan Komunitas Perempuan Komponis: Forum & Lab untuk meluncurkan dua program webinar...

Keep Reading

Libatkan Seniman Lokal, SOCA Wheels Luncurkan Program Luring SOCA Spinning Wheels Vol.1

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang sudah terjadi selama lebih dari dua tahun ini sudah berhasil membuat repot semua lini, termasuk lini hiburan. Selama dua tahun itu pula kita disuguhi dengan...

Keep Reading

Bandcamp Resmi Bergabung dengan Epic Games

Bagi yang menggandrungi musik, tentu gak bakal asing dengan platform pemutar musik digital bernama Bandcamp. Dengan adanya platform tersebut para musisi bisa dengan mudah mendistribusikan karyanya, lewat platform itu pula...

Keep Reading

Sandal Jepit Swallow yang Berevolusi Menjadi Sepatu

Untuk rilisannya sendiri, sneaker unik ini hadir dalam 4 series warna, yakni tersedia dalam warna merah-putih, hijau-putih, hitam-putih, dan biru-putih. Warna-warna yang khas dengan sandal jepit yang biasa kita pakai sehari-hari. Keempat series ini dibanderol dengan harga 129.900 dan tersedia dengan ukuran 37-44.

Keep Reading