Pentolan Glaskaca Ajak Hindia Isi Single Proyek Solonya, Tradeto

Vokalis Glaskaca, Dias Widjajanto, merilis sebuah lagu berjudul “Tentang Masa Depan/Satu Dua Langkah” di bawah moniker Tradeto. Dalam single yang dirilis Jumat (13/8) lalu ini, ia mengajak sesama musisi asal Jakarta, Baskara Putra atau kalau solo menjadi Hindia, untuk mengisi vokal.

“Tentang Masa Depan/Satu Dua Langkah” membahas bagaimana dunia berputar tidak selalu sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Tradeto mengaku inspirasi lagu ini adalah dari banyaknya rencana yang tidak terpenuhi akibat pandemi.

“Pandemi benar-benar merusak banyak rencana gue. Ada banyak hal yang mestinya sudah gue lakukan, jadi batal semuanya. Tapi gara-gara hal ini gue juga jadi belajar kalau hidup itu memang tidak bisa selamanya sesuai dengan rencana. Jadi ketika rencana gue tidak terlaksana, ya gue belajar buat ikhlas, dan menata ulang lagi rencana-rencana gue secara perlahan,” aku Tradeto dalam keterangan persnya.

Wajar kalau lagu ini terasa dipengaruh Sun Eaterian wave karena memang berkolaborasi dengan pentolannya, Hindia. Namun, bukan hanya karena itu “Tentang Masa Depan/Satu Dua Langkah” terasa begitu. Tradeto memang terinspirasi oleh Mantra-Mantra-nya Kunto Aji dan Menari dengan Bayangan-nya Hindia dalam penggarapan lagu ini.

Jika Hindia memang muncul sebagai kolaborator, lain halnya dengan Kunto Aji. Sebenarnya, suara satu lagi inspirasi Tradeto ini muncul juga dalam lagu.

“Kalau ditanya di mana suaranya Mas Kun, suaranya tuh ada di voice note yang muncul di tengah-tengah lagu. Sedangkan buat Hindia, karena dia relate dengan cerita yang ada di lagu ini, dia dengan senang hati mau bantu dan jadi teman duet di lagu ini – senang sih, karena vokal kita berdua kan warnanya beda banget, jadinya vokal yang diberikan oleh dia itu memberikan harmoni yang menyenangkan di lagu ini,” jelas sang pentolan Glaskaca.

Ini bukan karya pertama solo Dias. Sebagai Tradeto, ia pernah meluncurkan dua nomor tunggal lain, “Semu” dan “Berbunga”, yang dirilis secara berturut-turut pada 2019 dan 2020. Bersama Glaskaca, Dias merilis single tapi ganda bertajuk “Dialog” dan “Killjoy” tahun lalu. Mereka juga sudah memiliki album penuh, Adendum (2018), dan dua EP Identity (2016) dan Staedig (2017).

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Tradeto

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading