Pengaruh Besar Musisi Lain Bagi Pullo

Pada awalnya mengetahui band ini melalui program Siasat Trafficking: Europe Calling yang kami gelar pada 2018 silam. Mereka masuk dalam 10 besar dari lini musik. Mulai dari sanalah, informasi apapun mengenai band ini selalu diikuti. Lalu, kesempatan besar untuk melihat penampilan langsung mereka terwujud. Momen itu dihadirkan pada perhelatan Soundrenaline 2018 silam, kala itu mereka bermain di teriknya pancaran sinar matahari. Namun, seakan tak peduli dengan cuaca kala itu, mereka tetap tampil maksimal. Hasilnya, banyak pengunjung yang tertarik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Salah satu yang terbaik. Berhasil membuat orang tercengang. Bukan bicara kuantitas berapa yang nonton, tapi lebih ke bukti bahwa musik-musik model begini adalah yang sekarang relevan untuk anak muda Indonesia.

Luar biasa, itulah dua kata yang patut disematkan untuk band yang satu ini. Mereka adalah Rally Jachmoon (vokalis), Gavin Siregar (drummer), Faiz Fadhillah (gitar) dan Ranggi Ramadhan (bass) yang tergabung dalam band bernama Pullo. Regenerasi di lini musik pasti sangat penting, begitu pula yang terjadi di pulau Sumatera, walaupun kuantitasnya tak sebanyak di pulau Jawa, namun bukan berarti tidak ada. Pullo terbentuk dan berkembang di Medan, hal ini membuktikan bahwa kota Medan memperlihatkan adanya perkembangan yang sangat pesat. Kini mereka mencoba bertaruh di padatnya kota Jakarta. Namun, mereka tak serta merta terlena dengan gemerlapnya kota ini, terbukti dengan hadirnya EP terbaru mereka yang berjudul “Dark Belief” dan pengalaman panggung mereka yang lebih luas lagi.

Tentu sebagai musisi, mereka juga memiliki musik dan sosok panutan di dalam jalan pengkaryaannya. Kali ini, kami coba untuk mencari tahu, apa sih yang mereka senangi hingga saat ini? Jawabannya bisa dilihat di bawah.

Siouxsie and The Banshess – Juju


Album ini adalah album post-punk bernada paling kelam, dewasa, dan suram yang pernah kami dengar. Lyric-lyric di album ini juga tidak hanya menceritakan tentang depresi seperti pada lyric band post-punk pada umumnya, namun juga hal lainnya seperti lagu Arabian Knights yang lebih seperti lyric gosip hahaha. Lagu favorit kami adalah Night Shift, menurut kami lagu itu adalah lagu gelap yang paling dewasa yang pernah ada selama ini.

Joy Division – Unknown Pleasures

Orang yang belum pernah mendengar album ini sebagian besar pasti orang yang belum mengerti genre post-punk. Kebanyakan lagu di album ini terdengar berbeda dengan lagu lainnya namun tetap mengingatkan bahwa penyanyi dari lagu tersebut adalah Joy Division. Hal itu meyakinkan kami untuk tidak membuat lagu yang begitu-begitu saja, dengan nada vokal yang tetap rendah dan konsisten walaupun musiknya rada berbeda tetap akan memiliki khasnya tersendiri.

These New Puritans – Beat Pyramid

Beat Pyramid merupakan album post-punk pertama yang mengajarkan kami bahwa post-punk tidak sekedar minimalis dan monoton. Walaupun tidak seperti album-album band post-punk pada tahun 80an namun album ini membuka mata kami untuk lebih bereksperimen dalam membuat musik post-punk terutama pada bagian drum.
Young Marble Giants – Colossal Youth


Album pertama dan satu-satunya dari mereka. Berisikan gaya bernyanyi yang halus diiringi permainan gitar yang minimalis dan nada-nada bass yang saling melengkapi sambil sesekali dihiasi dengan bebunyian synthesizer dan penggunaan ketukan drum machine yang memberi kesan kaku. Mendengarkan album ini secara keseluruhan membuat kami merasakan begitu banyak kekosongan yang tidak terisi, menjadikan sebagian besar lagunya sepi dan suram namun menenangkan di saat yang bersamaan sehingga membuat album ini beda dari band-band sejenisnya.

Red Lorry Yellow Lorry – Talk About The Weather
Album yang berisi 19 lagu ini memiliki ritme yang unik, aneh dan enak. Kami rasa mereka terinspirasi oleh Joy Division dan menaburi sedikit unsur Industrial dan Dance ke dalam beberapa lagunya yang membuat kami bingung, terdiam dan langsung suka ketika pertama kali mendengarkannya. Seperti lagunya yang berjudul “Talk About The Weather” yang sangat menginspirasi Gavin dalam membuat karya (apapun). Lagu-lagu di album ini (Talk About The Weather) sangat cemerlang dengan perpaduan instrumentnya dan vokal yang terdengar seperti orang kesal, kesakitan, dan marah. Jika kamu tertarik medengarkan album ini  kami menyarankan “Feel a Piece”, “This Today”, “Push”, “Russia”.
Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Pullo
Satu video musik dari Pullo untuk lagu “Around The Bed” juga bisa ditonton di SPTV, kanal siar alternatif yang akan menjadi ruang bersama pengarsipan video musik dari grup musik/musisi tanah air sebagai apresiasi redaksi Siasat Partikelir atas kreasi audio visual dan musik. Pantau terus jangan sampai terlewatkan suguhan kejutan dari SPTV.

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading