Pengantar Kurator - Playfest Virtual Gallery 2021

Refleksi medan seni 2 tahun terakhir

Pandemi global telah membatasi pameran seni konvensional. Didukung perkembangan budaya digital yang semakin berkembang melahirkan manuver dalam modus berkesenian, penyelenggaraan acara seni, dan pasar seni. Termasuk maraknya pameran-pemeran virtual dengan segala dinamika dan kontroversinya. Masalah-masalah pameran virtual yang muncul sebagai tahap adaptasi mewarnai medan seni 2 tahun kebelakang. Persoalan esensi dan aura karya seni yang bias ketika didigitalisasi, masalah segmentasi apresiator, ekslusifitas acara pameran, hak cipta dan pasar menjadi fokus utama para stakeholder dari kalangan seniman, institusi seni, dan intermediaries. 

Playfest Virtual Art Gallery 2021

Kini pameran virtual tidak lagi sebagai jalur alternatif, namun menjadi format utama yang layak dipertimbangkan. Segala aspek yang menjadi persoalan pameran virtual lambat laun terjawab oleh medan seni itu sendiri, terutama para pengembang sistem digital sebagai infrastruktur seni. Konsekuensi logisnya adalah segala komponen medan seni, karya seni, presentasi seni, dan pasar dikonversi dalam bentuk digital, sebagai upaya membentuk ekosistem praktik seni virtual yang mapan. Sejauh ini adalah NFT Art, dengan berbagai platform marketplace-nya yang secara masif menjadi mode pasar seni global. NFT Art mengakomodir gagasan karya digital untuk bersaing secara terbuka dengan sirkulasi produksi-konsumsi yang objektif. Membuka peluang bagi para kreator seni digital untuk mendapat kesempatan yang sama di pasar seni. Juga berpotensi melahirkan kolektor-kolektor dari berbagai kalangan.

PLAYFEST Virtual Art Gallery 2021 dirancang untuk menghadirkan pengalaman apresiasi dalam output visual kamera 360º. Sekaligus sebagai institusi seni yang memfasilitasi seniman rupa dan para pelaku kreatif untuk terkoneksi dan dapat berkolaborasi dalam ekosistem medan seni berbasis digital. Kali ini PLAYFEST Virtual Art Gallery mengundang para pelaku NFT Art untuk berkontribusi memamerkan karyanya. Dengan mengusung visi “Learn-Connect-Collaboraction”, kami berharap publik mendapatkan gambaran besar tentang perkembangan seni digital paling mutakhir. Juga merangsang aktualisasi gagasan menjadi produk kreatif yang siap berkolaborasi dan terkoneksi dengan medan seninya. Pameran ini akan menampilkan karya-karya seniman terpilih yang merepresentasi esensi dari ‘aura’ seni (dalam konteks pameran virtual).

Galih JK

Benjamin, Walter. 1969. The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction
George, Adrian. 2015. Curator’s Handbook
Paul, Christiane. 2016.  A Companion to Digital Art

Nada Siasat: Bermimpi di Ujung Maret

Memasuki bulan Maret, pertunjukan musik secara langsung kini sudah diberi lampu hijau oleh para pemangku kebijakan. Gelaran musik dari yang skala kecil sampai skala besar kini sudah mulai muncul ke...

Keep Reading

Galeri Lorong Langsungkan Pameran Seni Bernama IN BETWEEN

Berbagai momentum di masa lalu memang kerap menjadi ingatan yang tak bisa dilupakan. Apalagi jika irisannya dengan beragam budaya yang tumbuh dengan proses pendewasaan diri. Baru-baru ini Galeri Lorong, Yogyakarta...

Keep Reading

Refleksikan Sejarah Lewat Seni, Pameran "Daulat dan Ikhtiar" Resmi Digelar

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengadakan sebuah pameran temporer bertajuk “Daulat dan Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 Melalui Seni”. Pameran ini sendiri akan mengambil waktu satu bulan pelaksanaan, yakni...

Keep Reading

Ramaikan Fraksi Epos, Kolektif Seni YaPs Gelar Pameran Neodalan: Tilem Kesange

Seni tetap menjadi salah satu jawaban untuk menghidupkan dan menghangatkan kembali keadaan di masa pandemi. Untuk itu dengan gerakan gotong royong dalam ruang seni baur Fraksi Epos mengajak kolektif seni...

Keep Reading