The Schuberts kembali menunjukkan eksistensinya dengan mengeluarkan dua single terbaru yaitu Panic Mixie Dream Boy dan Dyin’ Young pada tanggal 24 Juli 2019, setelah sebelumnya sempat meluncurkan EP Kircland di tahun 2016. Kedua lagu tersebut rencananya akan termasuk pula kedalam album penuh mereka yang dijadwalkan rilis di akhir tahun ini.

Jika Kircland EP mengangkat tema coming of age yang bercerita banyak tentang kehidupan SMA dan selepas SMA, musik terbaru mereka ini menunjukkan perkembangan dan pendewasaan musik serta pandangan mereka terhadap dunia sebagai orang-orang diumur dua puluhan.

Single tersebut di Produseri serta di Mixing oleh Panji Wisnu (Basboi, National Perks), dan Aliefta Widhiawan (Dream Coterie) menjadi co-produced-nya, lalu pada bagian mastering, mereka melibatkan Lewis Hopkin (Tom Misch, Clean Bandit, Noel Gallagher, Eva Celia) seorang yang pernah meraih Grammy Winning untuk kategori Audio Mastering Engineer.

“Terdiri dari overdrive, riff-riff eksplosif, hook-hook catchy di chorusnya, serta sentuhan synths dan pads. Musik The Schuberts berkembang dengan merangkul musikalitas Garage Rock modern yang kental, tanpa kehilangan semangat dari Indie-Rock itu sendiri,” katanya.

Pada departemen lirikal di lagu Dyin’ Young, mereka membahas tentang tekanan dari orang sekitar, pilihan hidup, perpisahan, kepergian, dan kesalahan-kesalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari anak umur dua puluhan. Hal tersebut mereka utarakan dikarenakan, para personil tengah mengalami fase umur tersebut. Sedangkan di tembang Panic Mixie Dream Boy, The Schuberts membahas tentang fenomena hubungan romantis yang berujung pahit.

Tak jauh berselang dari hari perilisan Panic Mixie Dream Boy dan Dyin’ Young, Pada tanggal 30 Juli 2019, kedua single tersebut pun dibuat video liriknya di halaman Youtube milik The Schuberts. Versi lagunya sendiri dapat diakses melalui beragam layanan streaming musik.

Teks: Rizki Firmansyah
Foto: Arsip The Schuberts