Penampilan Monumental Di Konser Fundamental

Jumat malam memang terlalu brengsek jika harimu harus dilalui dengan hujan lebat disertai banjir dan macet di selatan Jakarta.

Kebrengsekan itu pulalah yang saya rasakan saat menuju Kemang untuk menyaksikan Perunggu,
Rumahsakit dan The Adams bermain dalam satu panggung.

Saya tak sendiri. Sesampainya di lokasi, saya melihat ratusan pemuda penuh gairah tengah bersiap
menyaksikan ketiga band beda zaman tersebut di Konser Fundamental yang diselenggarakan di Studio Palem, Kemang, Jakarta Selatan pada Jumat (9/9/2022).

Saat pintu dibuka pukul 19.00 WIB, Perunggu langsung mendobrak dan menghipnotis para penonton
dengan membawakan lagu-lagu dari album ‘Memorandum’ yang baru dirilis pada bulan Maret lalu.
Sederet nomor jagoan seperti ‘33x’, ‘Pastikan Riuh Akhiri Malammu’ dan ditutup dengan lagu yang
membuat penonton sing a long bersama, ‘Biang Lara’.

Sebagai band baru (tentu jika dibandingkan Rumahsakit atau The Adams dong tentunya), Perunggu
memang layak untuk diperjuangkan dan ditonton. Musik dan liriknya yang segar, membuat saya
menaruh nama mereka menjadi band yang ingin saya saksikan penampilannya. Sebab, bukankah kita
pernah merasakan banyak musisi yang rekamannya bagus tapi live-nya jelek. Untunglah, Perunggu tak blunder malam itu.

Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, Perunggu pamit diri. Kru Rumahsakit tampak tengah bersiap mengatur alat dan segal persiapan. Di sela waktu istirahat tersebut, para penonton mengambil jeda sesaat di luar untuk saling bercengkrama dan menghisap sebatang, dua batang rokok.

Tak butuh waktu lama, sekitar 15 menit kemudian, intro ‘Pop Kinetik’ dari Rumahsakit seakan menjadi alarm yang memberitahukan jika band asal Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini sudah siap menghibur para penonton. Selanjutnya, Rumahsakit sukses membuai dan mengajak nostalgia penonton dengan membawakan sebagian besar lagu di album 1+2 yang dirilis pada 2012 lalu.

Kehadiran album 1+2, tentu saja menjadi album penting bagi para penggemar Rumahsakit lantaran
menjadi album perpisahan dengan vokalis lama mereka, Andri Lemes yang memutuskan untuk
meninggalkan band ini pada tahun 2013.

Tapi tak perlulah kita berpanjang lebar soal perpisahan tersebut. Yang jelas, kini Arief Bakrie, sang
vokalis, membawakan lagu-lagu jagoan mereka antara lain ‘Sirna’, ‘Anomali’, ‘Sakit Sendiri’, ‘Kuning’ dan ‘Hilang’.

Hujan sudah agak reda saat Rumahsakit meninggalkan panggung. Seperti sebelumnya, jeda persiapan
kembali terjadi yang membuat penonton berisitirahat sejenak, sambil menghisap sebatang, dua batang rokok, tentunya.

Kini, penampil penutup The Adams sudah membius para penonton dengan nomor ‘Waiting’, sebuah
lagu dari album ‘The Adams’. Penampilan band yang saat ini digawangi Ario Hendarwan (vokal, gitar), Saleh Husein (vokal, gitar), Pandu Fathoni (vokal, bas), Gigih Suryo Prayogo (drum, vokal), dan Ghina Salsabila (kibor, vokal) ini sanggup membuat penonton bernyanyi bersama di sepanjang set pertunjukkan.

Untuk aksi panggung, The Adams tentu tak perlu diragukan lagi lantaran segudang pengalaman yang
sudah mereka lalui. Selain itu, sound di pertunjukkan ini menghipnotis penonton untuk bernyanyi
‘Everlasting’, ‘Kau Di Sana’, ‘Just’, ‘Mosque of Love’ dan lagu dengan intro terbaik sepanjang masa,
‘Konservatif’.

Jam 23.00 WIB, The Adams bersiap mengakhiri panggung pertunjukkan. Namun, para penonton
tampaknya belum puas dengan penampilan band ini.

“We want more,” teriak para pentonton.

Dengan senang hati, The Adams menuruti permintaan penonton dengan menbawakan ‘Halo Beni’, salah satu lagu ikonik yang menjadi soundtrack film ‘Janji Joni’. Usai lagu tersebut, penonton kembali meminta lagi tambahan. Kali ini, tentu saja tak ada.

Toh, kalau dituruti terus bakal tak ada habisnya, bukan?

The Adams sebagai penutup sukses memberikan penampilan yang menghibur untuk para penonton
yang rela mengeluarkan kocek sebesar 350rb ini. Hujan berhenti saat konser usai. Tapi kenangan akan konser ini, tentu akan melekat di hati orang-orang yang datang.

Melalui konser ini, kita menjadi mahfum jika musik tak mengenal umur dan generasi. Toh siapapun
penampilnya, para penonton khusyuk melantunkan syair dan menggoyangkan badan saat masing-
masing band unjuk gigi di atas panggung.

Teks: Rio Jo Werry
Visual: Rio Jo Werry

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading