Pelecehan Terhadap Vokalis Starcrawler

Arrow de Wilde, vokalis perempuan dari kuartet rock Starcrawler itu melayangkan tuduhan atas pelecehan seksual yang melibatkan band The Growlers. Dalam keterangan yang diunggah pada instagram pribadinya (30/07), Wilde mengatakan pelecehan itu terjadi di ruang ganti saat Starcrawler melakukan tur di Melbourne, Australia bersama The Growlers pada Januari beberapa bulan yang lalu.

Dalam keterangannya, Wilde mengatakan meskipun pelecahan tersebut tidak dilakukan secara langsung oleh The Growlers, tetapi mereka malah tertawa dan merekam kejadian tersebut ketika Wilde melakukan perlawanan ketika seorang penari telanjang memeluknya sambil menggesekan alat kelaminnya kepada bagian tubuh Wilde. Tentu hal itu membuat  Wilde merasa dilecehkan dan sakit hati. Dikatakan juga bahwa Brooks Nielsen vokalis The Growlers adalah otak dibalik insiden itu, dengan sengaja membayar seorang penari telanjang laki-laki yang menelan biaya beberapa ratus dolar. Wilde menyebutnya “lelucon yang cukup mahal”.

Tuduhan Arrow diperkuat oleh pernyataan gitaris Starcrawler, Henry Cash,  ia mengatakan “Semua yanng dikatakan Arrow dalam pernyataannya benar”. “kami dikunci diatas panggung, tetapi setelah menggedor pintu, kami bisa masuk ke ruangan dan melihat seorang pria telanjang berdiri di atas Arrow. Arrow sangat kesal dan menceritakan seluruh kisahnya tepat di kamar mandi. Kami semua terkejut dan ngeri dan tak tahu harus berbuat apa.” lanjut Henry.

Tak lama setelah tuduhan yang dilayangkan Arrow, Brooks Nielsen pun dengan menggunakan akun Losgrowlers segera menyatakan permintaan maaf pada Arrow. Dalam sebuah pernyataannya yang di posting di instagram itu, Brooks mengakui bahwa ia yang bertanggung jawab atas pelecehan yang terjadi kepada Arrow.

Instagram Post Vokalis Starcrawler

“Saya bertanggung jawab penuh dan bertanggung jawab atas perilaku semua anggota bad Growlers, dulu dan sekarang” tulis Nielsens.

Dilansir dari Pitchfork, sebelumnya dugaan pelecehan ini sudah beredar. Namun The Growlers menyangkalnya dengan merilis sebuah pernyataan di Instagram pada 21 Juli lalu (kini sudah dihapus). Pada hari yang sama, keyboardist Growlers, Adam Wolcott Smith mengumumkan di Instagram bahwa ia akan keluar dari band, keesokan harinya Smith menulis di Instagram, “saya tidak bersalah dalam pelecehan,” dan mengakui adanya pelecehan seksual. Selain itu dalam keterangan yang ditulis Nielsens ia mengumumkan juga bahwa co-founder dan gitaris Matt Taylor telah mengambil cuti dari band.

Dalam kolom komentar postingan Arrow, pentolan Yeah Yeah Yeah’s, Karen O, merespon insiden itu dengan meninggalkan komentar “This fucked on so many levels-thanks for sharing, love to you-they’ll choke on our dust”. Diikuti dengan Garbage dan ribuan komentar lainnya yang menyatakan dukungan kepada Arrow. Sampai saat ini belum ada kabar lagi tentang insiden itu. Apakah akan dibawa ke ranah hukum atau diselesaikan secara damai?. Yang pasti segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di ranah musik yang kita cintai ini semoga tak pernah terulang lagi. Dan kita  mampu menjadikan industri musik sebagai arena yang ramah dan aman bagi semua.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Arrow De Wilde

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading