Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan gambaran dari eksplorasi seorang anak dengan nama yang sama yang sedang bermain di sebuah pantai pada sore hari. Meskipun pada kenyataannya anak tersebut adalah bentuk imajinatif dari kerinduan seseorang kepada masa kecilnya, termasuk imajinasi dari Dian sang pembuat lirik.

“Harapan dari lagu ini, kita sadar akan semakin tumbuh dewasa, tapi sesekali kita masih saja punya memoar masa kecil yang tak luput dari ingatan kita. Biarkan dia menjadi pola relaksasi kehidupan yang kadang semakin menjemu. Dan juga semoga lagu ini bisa jadi Lullaby Song dan penguat diri buat anak-anak di sana yang butuh hangatnya kasih sayang.” Terang Dian dalam keterangan pers.

Patahan imajinasi itu terpaut dari penggalan lirik satu ke lirik lainnya. Banyak kata-kata yang mendeskripsikan tentang suasana dan situasi dari hamparan alam yang dilihat oleh Kalila, seperti pantai, warna langit, dan fatamorgana yang dijelma dari pancaran sinar matahari.

            Baca juga: Kanal Arsip di Kota Palu Bernama BAH (Bring Archive History)

Dari penggalan lirik yang lantunkan oleh Dian barangkali kita bisa menebak jika sosok anak kecil bernama Kalila ini menemukan kekuatan magis yang membuatnya terhubung dengan dirinya di masa depan. Seperti terhipnotis, media fatamorgana itulah yang menjadi mesin waktu untuk Kalila menembus asanya di masa depan. Meski pun sekali lagi, bait-bait itu hanyalah bentuk imajinasi.

Di wilayah instrumen, “Kalila” tetap dibawakan dengan notasi-notasi sederhana seperti di lagu-lagunya yang lain. Untuk menambah kuat pesan yang hendak disampaikan, Latter Smil menambahkan beberapa ambience termasuk suara gemercik air di tepian laut untuk memperkuat suasana lagu.

Di ranah produksi masih dikerjakan secara mandiri yang memakan waktu nyaris satu tahun. Hal tersebut terjadi dikarenakan, keduanya memiliki pekerjaan yang juga tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Untuk sisi artistik sampul sendiri dikerjakan oleh seniman visual (sutradara) asal Palu, bernama Sarah Adilah. Tak sekedar menggambarkan visual tanpa makna, Sarah pun menginterpretasikan serta memaknai lagu “Kalila” dengan sangat dalam. Artwork ini sendiri memiliki tiga kata yang saling berkaitan, yaitu: Childhood, Memories, dan Dreamy.

Sarah memiliki pemaknaan mendalam terhadap lagu ini. Bahkan ia pemaknaan-pemaknaan itu acap kali bertambah setiap didengarnya berulang-ulang.

“Pertama kali mendengarnya, bak tergulung kembali ke memori masa kecil, tentang bibir pantai Talise yang masih berpasir, tumbuh liar berserakan bunga tapak kuda berwarna ungu muda.” Ungkap Sarah “Kalila adalah anak kecil dalam diri kita yang selalu ingin kita simpan hingga akhirnya melahirkan Kalila berikutnya di dunia.” Lanjutnya.

        Baca juga: Culture Project dan Cerita Pengkaryaan di Kota Palu

Latter Smil sendiri dibentuk di tahun 2018 oleh Eko dan Dian, yang memiliki kesamaan visi akan musik yang memiliki lirik dalam. Walaupun masih terhitung muda, tapi catatan perjalanan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu pencapaian yang sudah mereka torehkan adalah tampil di perhelatan Rock In Celebes Festival 2019 dan juga di rangkaian tur Siasat Partikelir di tahun 2018 yang bernama Siasat Calling On The Road edisi Palu. Musik yang mereka usung bisa dibilang pop ceria, seperti filosofi dari nama mereka yang diambil dari bahasa Denmark, yaitu Latter dan Smil yang bila diartikan menjadi “Senyum” dan “Tawa”.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari BAH (Bring Archive History)

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading