Lair adalah sebuah band yang, uniknya, menggunakan instrumen yang terbuat dari tanah liat atau genteng. Mereka berasal dari Jatiwangi yang dikenal sebagai produsen genteng terbesar se-Asia Tenggara. Sebelumnya, mereka tergabung dalam satu komunitas yang bernama Jatiwangi Art Factory (JAF).

Eksplorasi yang dilakukan oleh JAF melahirkan berbagai macam instrumen dengan bahan baku tanah liat. Alat musik modern standar model gitar, bas dan tambur, bisa dibuat. Ini menjadi representasi misi dari JAF yang ingin mencari pemanfaatan alternatif dari tanah liat selain sebagai genteng untuk atap.

Lair bukan band pertama yang menggunakan instrumen berbahan tanah liat dalam bermusik. Sebelumnya, Hanyaterra lebih dulu menggunakannya untuk bermusik. Jangan heran kalau dua personil Hanyaterra kini tergabung dalam Lair yaitu Teddy (Voc/Guitar) dan Aaf (Voc/Bass). Selain dua nama tadi, Lair juga beranggotakan Ika (Voc), Tamtam (Voc), Pipin (Voc/Guitar) dan Kiki (Tambur). Band ini berdiri pada 18 Maret 2018.

Ika bercerita. Bahwa pada awalnya, jauh sebelum nama Lair terbentuk mereka sempat menonton sebuah pertunjukan tarling klasik dengan penampil legendaris Mama Jana. Sepulang dari pertunjukan itu, mereka berinisiatif untuk membentuk sebuah band yang memasukan unsur tarling ke dalam musiknya. Nama Lair pun berasal dari kata lahir dalam versi pelafalan sinden Tarling.

Pada Records Store Day 2019, Lair merilis sebuah mini album berisi tiga lagu; Nalar, Roda Gila, dan Kisser Remang Utara. Nalar, sebagai single yang pertama dirilis dalam bentuk music video di kanal Youtube menceritakan tentang iklim politik beserta segala polusi visual yang dihasilkannya. Untuk Roda Gila, Lair mengangkat keseharian supir truk yang lalu lalang di jalur Pantura.

Terakhir, dalam Kisser Remang Utara, fenomena warung-warung di pinggir jalan yang biasanya disinggahi para supir untuk jajanpun diangkat ke permukaan sebagai realitas kehidupan di Jalur Pantura. Oleh karena itu, ketika Lair mengklaim bahwa genre musiknya adalah Pantura Soul, sulit untuk membantah. Jiwa Pantura ada di dalam diri mereka.

Ketika ditanya tentang jadwal rilis album penuh yang jadi kelanjutan dari mini album ini, mereka masih merahasiakan tanggal baik yang mereka pilih. Namun, sedikit bocoran, mereka telah melewati tahap produksi dan akan merilis album dalam waktu dekat. Kemudian, kabar membanggakan berikutnya adalah, setelah lebaran Lair akan diundang ke Inggris untuk tampil dan mengisi workshop musik di beberapa kota di sana. Mari kita menanti kabar baik selanjutnya dan menyaksikan musik Pantura melenggang ke luar negeri. (*)

Teks: Riki Rinaldi
Foto: Arsip Lair