Pantang Berhenti, Harlan Boer Lepas Penembak Bayaran

“Saya tidak tahu kenapa cukup mudah terpancing untuk menulis lagu, merekamnya, lalu merilisnya,”

Di atas adalah ungkapan Harlan Boer. Sesuai dengan perkataannya, sepanjang tahun 2020 berjalan, di ranah musik arus pinggir, agaknya Harlan Boer lah yang paling mencuri perhatian. Bagaimana tidak, ketika pandemi menerpa dan seluruh aktivitas dibatasi, ia malah memanfaatkan momentum #dirumahsaja tersebut dengan merilis banyak karya. Setidaknya sejak Juni 2020 lalu , Harlan berhasil melepas 3 album penuh  dengan memakai alat-alat musik sederhana yang tersedia di rumahnya,  maka lahirlah album “Fidelitas Cinta 01”, “Fidelitas Cinta 02”, dan “Bersambung”. Bahkan album-album tersebut direkam hanya dengan menggunakan telepon selular.

Tak cukup disana. Baru-baru ini Harlan Boer kembali merilis sebuah album baru bertajuk “Penembak Bayaran”. Berbeda dengan album sebelumnya, dalam prosesnya kali ini ia lebih memilih merekam materi lagu-lagu terbarunya ini disebuah studio dekat rumahnya, yang hanya cukup naik bajaj untuk sampai ke sana. selebihnya, ia hanya memerlukan  satu orang juru rekam untuk menyelesaikan keseluruhan albumnya ini.

Seringkali rekaman Harlan tidak rapi, lebih kepada ekspresi dan momentumnya. Musik, tema lagu dan liriknya pun banyak yang tidak seperti produk industri musik kebanyakan. Tapi, meskipun jumlahnya tidak banyak, selalu ada teman-teman yang mendengarkannya, mengumpulkan rilisan-rilisannya, baik berupa CD, kaset, hingga video musiknya dalam format VHS.

“Karena belum pernah fokus mendesain artistik album dari ekspektasi pendengar, sejujurnya saya tidak tahu persis apa yang didapatkan oleh pendengar musik saya,” ujar Harlan melalui siaran pers. “Setiap memulai membuat album, saya ingin mengerjakan yang terbaik, dengan keterbatasan saya tentu saja. Setiap rekaman selesai, biasanya saya senang dan puas. Tapi tidak lama kemudian, saya mulai merasa tidak puas, atau bosan, dan ingin membuat lagu-lagu baru lagi,” pungkasnya.

Dalam album “Penembak Bayaran”, setidaknya ada delapan nomor lagu paling anyar -yang beberapa lagu Harlan tulis langsung ketika berada di dalam studio. Diantaranya: Penembak Bayaran, Siapa Saja Merekam Pop, Ada Kemajuan Hari Ini, Nostalgia Kepada Kejadian yang Baru Ada, Semakin Lama Semakin Menerima, Di manakah Diri?, Kehilangan yang Paling Lega, dan terakhir adalah Pertanyaan Aktor.

Seperti pada sederet katalog karya Harlan lainnya, album terbaru “Penembak Bayaran” adalah rekaman dengan bunyi yang bervariasi, sangat personal, sesekali memotret yang dilihatnya, beririsan dengan kehidupan bersama. Semisal di lagu “Penembak Bayaran”, yang ditulis dan rekam langsung di studio, lagu tersebut bercerita tentang ide terhadap pekerjaan yang ingin kita lakoni. Setiap kita memiliki batasan masing-masing akan apa yang kita mau dan tidak, tapi terkadang terjadi situasi yang menyulitkan untuk selalu bersikap merdeka. Suatu saat dalam hidup, dengan gelisah hebat, menjadi “Penembak Bayaran” yang tidak kita inginkan.

Lagu kedua, “Siapa Saja Merekam Pop”, adalah sikap Harlan untuk terus memelihara “jiwa amatir”, di mana menulis lagu, bermain musik dan merekamnya bukan tentang industri dan strateginya, karena kita tahu fungsi industri datang belakangan sebelum ekspresi diri. Sedangkan lagu ketiga, “Ada Kemajuan Hari Ini”, lagi-lagi ditulis dan rekam langsung di studio—sangat dipengaruhi oleh kegemaran Harlan akan Talking Heads, secara musik maupun lirik. Modernitas selalu jadi bahan renungan bagi siapa pun yang sudah cukup berumur, bergaul, dan beradaptasi, hingga bisa membandingkan kemarin dan hari ini. Hasilnya itu-itu juga: ada kemunduran, ada kemajuan. Kadang terdengar gerutu atau sinis, sesungguhnya hanya proporsional dan jujur saja.

Sementara lagu keempat yang berjudul “Nostalgia kepada Kejadian yang Baru Ada”, lahir dari perasaan terima kasih kepada seorang teman yang memberikan gitar kepada Harlan. Inilah lagu pertama yang diciptakannya dari gitar nylon itu, bersama masa pandemi covid-19 yang punya suasanya sendiri di dunia, sampai ke bantal dan kamar tidur kita.

Lagu kelima, “Semakin Lama, Semakin Menerima”, ditulis dan rekam langsung, hanya karena melihat splash cymbal terpasang di drum set studio, dan tidak tahu akan seperti apa wujud akhir lagunya nanti berbunyi.  Lagu keenam “Di manakah Diri?” adalah hal yang cukup baru dalam produksi lagu-lagu Harlan, terutama dalam penataan sound vokal yang dikerjakan oleh sound engineer Adi “Mamokiak”.

Lagu ketujuh, “Kehilangan yang Paling Lega” adalah rekaman minimalis dari perasaan tarik menarik antara kehilangan dan kesabaran. Bersama waktu, beberapa hal bisa berbalik. Dari yang paling pahit bisa menjadi paling manis, yang paling sesak bisa menjadi yang paling lega. Dan nomor terakhir, “Pertanyan Aktor”, terinspirasi dari menonton video wawancara di Youtube; seorang aktor yang pernah bertanya tentang siapa ayahnya.

Kini, album “Penembak Bayaran” telah resmi beredar dalam format cakram padat (CD). Dirilis oleh label independen dari Jakarta, Cathysri Records dan didukung oleh RURUradio. Bagaimana, tertarik? Mari berburu Penembak Bayaran!

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Cathysri Records

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading