Apa yang paling dirindukan dari sosok band/musisi? Tak lain dan tak bukan adalah karya mereka. Hal ini juga banyak dirasakan oleh para penikmat musik kala Murphy Radio merilis lagu terbaru mereka yang berjudul “Autumn” dan “Sandy”. Kaget kan, ya mereka bukan hanya merilis single, tapi double single sekaligus. Dalam perilisannya pun mereka mengeluarkannya tidak dalam bentuk audio, melainkan dalam bentuk video dan dirilis bertepatan dengan hari down syndrome sedunia yang selalu dirayakan pada tanggal 21 Maret.

“Autumn” dan “Sandy” adalah sebuah pandangan, pengalam mereka ketika melihat orang-orang yang memiliki kelebihan ini. Berbanding terbalik dengan yang biasanya dilakukan oleh beberapa orang, ketimbang memberikan rasa kasihan dan menulis musik mellow, mereka malah menghadirkan musik yang penuh semangat. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan citra kepada penonton bahwa dalam kondisi berbeda orang-orang yang memiliki kelebihan ini juga mampu melakukan hal yang sama, bahkan bisa lebih, karena mereka dapat melihat cerita dan warna mereka sendiri.

“Awalnya kami sangat kesulitan dalam mewujudkan ide kami dalam video ini. Sampai kami dipertemukan dengan salah satu senior dalam skena musik Samarinda, Yadhie Jombank, yang kebetulan bekerja di SLB tersebut. Lalu kami dibantu untuk bertemu dengan pihak sekolah untuk menyampaikan konsep dan meminta izin. Diluar ekspektasi, ternyata Kepala Sekolah beserta seluruh staf menerima dan mendukung penuh kami untuk membuat video disana.” Ungkap Aldi dan Wendra .

Murphy Radio melibatkan para murid SLBN Pembina dengan menampilkan aktivitas reguler mereka ketika berada di kelas. Serta mengajak salah satu murid untuk menjadi tokoh utama dalam video ini. Proses teknis video dilakukan oleh Resa Alif dan Mademun dari ThreeAM Creative House. Sementara proses audio lagu Murphy Radio masih dikerjakan secara penuh oleh Arie Wardhana dari Backstage Studio.

“This songs was made as a reminder to any of us that every living human in the world deserve our attention. While making this video we were the same person as you, we thought that they were unable to act like us. But when we get there, we saw them, running, playing, stitching, singing.” Begitu pesan mereka di dalam video klip ini.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Murphy Radio