Pameran Tunggal Ugo Untoro

Hidup dan berkegiatan menjadi seorang seniman telah dijalani oleh Ugo Untoro. Beragam media pun sudah dijajalnya dalam kehidupan berkaryanya. Tercatat, sejak tahun 1988 hingga 1994. Karyanya telah dipamerkan di banyak tempat. Seperti, “Young Painter Artist of Yogyakarta Exhibition” di Yogyakarta; “The Jakarta International Fine Art Exhibition” di Jakarta; “Festival Kesenian Yogyakarta (FKY)” di Yogyakarta; “Solidaritas Seni Sono” di Yogyakarta; dan “ISI Gallery” di ISI, Yogyakarta. Lalu, untuk pameran pertamanya, dia menggelarnya pada tahun 1995, yang berjudul “Corat-Coret) yang bertempat di Bentara Budaya Yogyakarta.

Kali ini, dia kembali akan memamerkan karya-karya miliknya. Ada cerita besar yang akan dipersembahkan di pameran yang bertajuk “Rindu Lukisan Merasuk di Badan” kali ini. Judul tersebut diambil karena terinspirasi dari karya lagu milik Ismail Marzuki yang berjudul “Rindu Lukisan Mata Memandang”. Menurutnya yang sering kali melakukan perjalanan pergi dan pulang ke kampung halaman, ada banyak peristiwa yang selama hidupnya tercecer. Melalui pengalaman tersebut dirinya ingin mengembalikannya ke dalam bentuk karya lukisan yang coba kembali ditekuninya.

“Ada sesuatu yang memang sering saya lihat dulu, tapi tidak pernah terpikir,” ungkap Ugo

Pamerannya sendiri akan diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia, pada tanggal 20 Desember 2019 hingga 12 Januari 2020. Karya lukisan yang berjumlah 70 buah ini antara lain seri sleeping buddha, seri lukisan, seri hujan, versi baru dari lukisan gaya romantik, dan sebagainya. Dalam prosesnya, dia mengambil dan mempelajari banyak gagasan seputar “romantisme”.

“Saya harus mencari atau menandai peristiwa itu dengan dimulai dari kata atau cara pikir romantisme, saya mencoba semampu saya untuk mengerti, memahami, apa itu arti romantisme.” tuturnya.

“Pameran ini menunjukkan kesinambungan tata rupa dalam khazanah seni Ugo selama beberapa dekade ini. Tata rupa dalam kazhanah karya Ugo datang dari semacam prinsip pencerapan dan penyederhanaan atas kesatuan yang utuh lengkap, pulang menjadi bidang, warna, komposisi artisik dan terutama corat-coret yang berhubungan dengan kebutuhan untuk memberi kesan, imaji dan asosiasi simbolik tertentu.” jelas Hendro Wiyanto selaku kurator dari pameran ini.

Lalu, ada juga catatan oleh Goenawan Mohamad yang berjudul “UGO, ZEN, DAN DELACROIX” yang berisi; “Penyair Archibald MacLeish — a poem should not mean, but be: sebuah sajak tak menjadi sajak karena mengemban makna, melainkan karena dia hadir dan tumbuh sebagai dirinya sendiri. Seperti kanvas-kanvas Ugo: yang membuatnya hidup bukanlah pesan yang diemban, melainkan proses dialektik antara makna dan bukan makna.”

Pameran  terselenggara atas kerja sama antara Galeri Nasional Indonesia bersama Obah Mamah dan Museum & Tanah Liat. Menurut Dodo Hartoko yang berperan sebagai kordinator acara, pameran ini sudah dipersiapkan jauh hari sejak bulan November 2018 silam. “Pameran bisa terus diperbincangkan, bisa dibawa ke berbagai ruang, dan hasil dari sebuah pameran bisa terus dikembangkan,” ungkap Dodo.

Pameran akan dibuka pada:

Hari, Tanggal         : Jumat, 20 Desember 2019

Tempat: Gedung A, Galeri Nasional Indonesia,

Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat 10110 – Indonesia

Waktu                     : 19.00 WIB

Turut menghadirkan Hilmar Farid (Direktur Jenderal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), serta penampilan dari Jason Ranti (musisi). Informasi lebih lanjut dapat menghubungi akun Instagram @ugo.galnas atau @galerinasional.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Ugo Untoro

Sebuah Pertanyaan Residensi, Mengapa Jalan-jalan untuk Seniman itu Penting?

Seperti apa sebenarnya peran residensi seni, dan bagaimana dampak sebuah kunjungan sementara terhadap proses kreatif seniman? Karena makin ke sini istilah residensi jadi template untuk sekadar program plesir yang dilakukan...

Keep Reading

Universal Iteration, Pameran Selanjutnya dari Salihara

“Ragam aktivitas di dunia maya tidak hanya menghasilkan keuntungan berupa kemudahan akses informasi serta terbukanya peluang-peluang baru di berbagai bidang. Pada kenyataannya, aktivitas-aktivitas virtual menghasilkan emisi berupa jejak karbon secara...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading