Pameran Seni Virtual New Art Dealers Alliance untuk Mendukung Galeri Seni

New Art Dealers Alliance (NADA) bersama kerabat bisnisnya yaitu Kinkade Family Foundation, baru saja mengumumkan akan menjalankan sebuah pameran virtual yang ditujukan untuk membantu berbagai galeri seni yang terdampak krisis dikarenakan adanya wabah Covid-19 saat ini. Pameran yang diberi nama FAIR ini sendiri nantinya akan membagi penghasilan yang didapatkan, dengan persentase sebesar 20 persen dari setiap hasil penjualan akan diberikan secara merata pada tiap galeri. Kemudian 20 persen untuk para artis yang karyanya ikut dipamerkan, 10 persen untuk membayar biaya pengorganisiran dari NADA, dan 50 persen sisanya akan langsung diberikan kepada tiap galeri yang mencatatkan penjualan.

 

Dale Lewis Raqib’s Garden (Study) – Edel Asanti, London

 

“Saat ini banyak galeri seni yang ditutup untuk sementara waktu, program baru ini diharapkan bisa memberikan kesempatan untuk khalayak ramai agar dapat melihat berbagai karya seni kontemporer yang terbaik. Ini juga dilakukan sebagai bukti bahwa galeri-galeri ini memiliki semangat kolaboratif yang saling mendukung satu sama lain.” Jelas Heather Hubss selaku direktur eksekutif NADA dalam siaran pers.

Dua ratus galeri rencananya akan masuk ke dalam daftar pengisi dari pameran ini. Di mana 118 di antaranya adalah anggota dari NADA. Peserta pameran itu antara lain seperti, LA’s Night Gallery, A.I.R. Gallery di New York, Luis De Jesus di Los Angeles, dan Nicoletti Contemporary di London. Acara ini juga akan menampilkan beragam pertunjukan online, seperti wisata virtual berkeliling ke berbagai studio, dan juga sebuah diskusi panel.

 

Naotaka Hiro Jack – Brennan and Griffin, New York

 

Para peserta pameran nantinya akan memamerkan satu hingga empat karya seni dalam jangka waktu selama satu bulan, yang dimulai dari 20 Mei hingga 21 Juni mendatang. Untuk mendapatkan atensi yang besar dan juga nilai donasi yang tepat, NADA selaku penyelenggara mengharapkan total dari karya seni yang terjual dari setiap pameran berjumlah USD 10.000, dan diharapkan tidak ada diskon yang diberlakukan di setiap pembelian karya.

NADA juga dikabarkan telah meluncurkan sebuah program bantuan, dengan memberikan donasi hingga USD 5.000 kepada para seniman yang sangat terkena dampak krisis ekonomi akibat wabah Covid-19. Semua informasi terkait akan program FAIR sendiri bisa ditengok di thisisfair.org.

 

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip thisisfair.org

Debut Kathmandu Dalam Kancah Musik Indonesia

Musisi duo terbaru di Indonesia telah lahir. Penyanyi bernama Basil Sini bersama seorang produser sekaligus multi-instrumentalist bernama Marco Hafiedz membentuk duo bernama KATHMANDU. Dengan genre Pop-Rock, KATHMANDU menyapa penikmat musik...

Keep Reading

Sisi Organik Scaller Dalam "Noises & Clarity"

Kabar baik datang dari Scaller yang baru saja merilis live session (8/7/23) yang kemudian diberi tajuk “Noises & Clarity”. Dalam video ini, grup musik asal Jakarta tersebut tampil membawakan 5...

Keep Reading

Single Ketiga Eleanor Whisper Menggunakan Bahasa Prancis

Grup Eleanor Whisper asal kota Medan yang telah hijrah ke Jakarta sejak 2019 ini resmi merilis single ke-3 yang diberi tajuk “Pour Moi”. Trio Ferri (Vocal/ Guitar), Dennisa (Vocals) &...

Keep Reading

Sajian Spektakuler KIG Live!

Umumkan kehadirannya sebagai pemain baru pada industri konser musik Indonesia, KIG LIVE yang merupakan bagian dari One Hundred Percent (OHP) Group menggelar acara peluncuran resmi yang juga menampilkan diskusi menarik...

Keep Reading