Pameran Seni Berbasis Virtual Reality Pertama

UNTITLED, ART, yang biasanya menyelenggarakan pameran seni offline di Miami Beach dan San Francisco, kini mulai mencoba untuk berkolaborasi dengan sebuah platform online yang bernama Artland, untuk menciptakan pameran seni realitas virtual (VR) yang sepenuhnya virtual, bernama UNTITLED, ART online. Seperti yang dijelaskan oleh CEO Artland, Mattis Curth, platform ini akan memanfaatkan teknologi terbaru yang bernama “pemodelan arsitektur, inovasi game, dan e-commerce,” untuk menciptakan pameran seni digital futuristik. Pameran online ini juga akan menyertakan fitur e-commerce interaktif untuk memungkinkan obrolan langsung antara kolektor dan dealer. Pendiri dari UNTITLED, ART yaitu Jeff Lawson menyoroti perbedaan antara pameran VR ini dan ruang tontonan online lainnya; “Anda akan bisa berjalan melalui ruang [virtual] seperti Anda akan benar-benar ada di dalamnya  melalui layar perangkat seluler, tablet, atau komputer Anda. Peserta bahkan dapat menggunakan kacamata VR mereka sendiri untuk lebih jauh membenamkan diri dalam pengalaman.”

Meskipun kedua program tahunan dari UNTITLED, ART terpaksa batal dan dijadwalkan kembali untuk dilanjutkan di musim dingin ini, Lawson menjelaskan bahwa “tujuannya adalah untuk membuat model lain yang bisa melihat bagaimana kita dapat melakukan ini secara berbeda, dan menghilangkan banyak risiko untuk galeri,” mengingat pandemi virus corona sama sekali belum menghilang. Dia menambahkan bahwa karena adanya protokol lockdown saat ini, “kami mendorong untuk lebih cepat dirilis, karena pasar membutuhkannya.”

pameran virtual reality

Edisi pertama UNTITLED, ART online akan diluncurkan pada 11:00 EDT pada 31 Juli dan akan terus berjalan selama 24 jam sehari, hingga 12:00 EDT pada 2 Agustus, dengan banyak pratinjau selama 24 jam sebelum peluncuran. Lihatlah situs web resmi UNTITLED, ART untuk lebih jelasnya. Dalam pameran ini, mereka akan menampilkan lebih dari empat puluh galeri yang turut berpartisipasi. Pengunjung yang hadir akan dapat menavigasi berbagai karya seni yang ada, dan dapat melihat semua karya yang ada dengan sangat detil.

Pameran virtual di masa seperti ini memang dapat menjadi solusi ampuh di tengah protokol yang melarang orang banyak untuk berkerumun. Di sebuah artikel, Co-Founder EventXtra, Sum Wong mengatakan akibat wabah Covid-19 yang ada sekarang, 90 persen kegiatan pameran berskala besar dengan sangat terpaksa ditunda bahkan dibatalkan. Dalam perhelatannya sendiri, pameran virtual juga sangat terbuka untuk umum. Yang membedakan adalah para pengunjung bisa sesuka hati untuk mengunjungi si pameran. Penyelenggara juga berkewajiban untuk selalu menyediakan segala dukungan digital selama kegiatan pameran berlangsung. Selain menyediakan segala dukungan digital dalam proses pelaksanaan pameran visual, mereka juga secara penuh akan memberikan sebuah wadah di mana nantinya para pengunjung pameran ini dapat melihat berbagai pekerjaan dari galeri ini di waktu dulu, dan memberi pengalaman interaktif selama acara, serta menyediakan laporan data analisis sebagai solusi permasalahan bisnis.

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak museum dan kegiatan seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku seni di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Untitled, Art

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading