Pameran Mencuri Karya Seni

Sebagian besar galeri dan museum menerapkan langkah-langkah keamanan dan pengamanan yang ketat sehingga karya seni tidak akan dicuri. Namun, Same gallery di Tokyo baru-baru ini memutuskan untuk sepenuhnya menumbangkan praktik ini melalui pameran terbarunya yang diberi judul “Stealable Art Exhibition” yang dibuat sedemikian rupa sebagai respon atas hubungan yang tidak setara antara seniman dan penonton. Pada 10 Juli kemarin, para staf beserta jajaran dari galeri dilucuti sepenuhnya oleh para peserta pameran, dan kemudian mereka diperintahkan untuk mengambil apa pun yang mereka inginkan dari ruang pameran tersebut, yang tetap buka selama 24 jam. Tapi, ada satu peraturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung, yaitu karya-karya yang terpajang bisa diambil selama acara pembukaan pameran, dan tanda pameran akan berakhir  segera setelah semua karya seni diambil.

Menurut Japan Times, apa yang semula dianggap sebagai eksperimen sederhana dan menampilkan serangkaian karya seni oleh seniman Jepang seperti Gabin Ito, Joji Nakamura dan Merge Majurdan, dengan cepat berubah menjadi sebuah tontonan ketika berita menyebar dengan cepat di media sosial tentang peluang besar untuk mengumpulkan barang-barang gratis. Pada pembukaannya, sekitar 200 orang muncul pada malam pertama pameran. Akibatnya, “Stealable Art Exhibition” yang seharusnya dibuka selama 10 hari, akhirnya berakhir hanya dalam hitungan menit.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by same (@same_gallery) on

“Pada hari acara, ada banyak sekali orang yang datang, hal ini sendiri melebihi apa yang kami harapkan, jadi kami harus mendiskusikannya dan membukanya sebelum waktu pembukaan yang dijadwalkan untuk menghindari kerusuhan di lokasi. Kami ingin dengan tulus meminta maaf kepada semua masyarakat yang ada di lingkungan ini dan mereka yang tidak dapat melihat karya-karya tersebut, meskipun datang pada waktu yang dijadwalkan. Pameran ini pada awalnya tidak dirancang dengan tujuan menyebabkan kerusuhan seperti itu. Ketika sebuah karya ditampilkan sebagai sesuatu yang bisa dicuri, jenis karya apa yang akan dipamerkan oleh seniman?” tanya galeri itu dalam sebuah pernyataan. “Apa yang terjadi pada hubungan antara penonton dan pekerjaan?” Terang pihak galeri melalui situs resminya.

Semua seniman yang berpartisipasi dalam pameran sadar bahwa karya mereka akan diambil dan mereka yang menghadiri pameran ini hanya dibolehkan untuk “merampok” hanya satu karya. Galeri juga menekankan bahwa setiap karya di luar tidak diizinkan untuk ditampilkan di pameran, sambil mengingatkan pengunjung untuk “merampok” karya-karya dengan tenang agar tidak mengganggu tamu lain dan tetangga yang ada. Menurut Japan Times, karya-karya yang dipamerkan semuanya dibuat menjadi seniman Jepang seperti pelukis figuratif Joji Nakamura dan fotografer konseptual, still life, Merge Majurdan.

Salah satu pengunjung bernama Yusuke Hasada menemukan uang kertas ¥ 10.000 (sekitar $ 93 USD) yang kusut di dalam kerangka kerja yang merupakan bagian dari instalasi My Money oleh Gabin Ito. Galeri merekam seluruh acara yang berdurasi pendek ini melalui kamera pengintai seperti yang ditunjukkan dalam video Instagram yang diposting di atas.

Same Gallery
Ebara 4-6-7
Shinagawa-ku, Tokyo
Jepang

poster stealable art exhibition

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Same Gallery

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading