Pameran Gulung Tukar

Banyak hal yang bisa menjadi faktor agar kita bisa terus berkarya. Salah satunya adalah kegelisahan akan minimnya geliat kreatif di kota sendiri. Hal itu yang dirasakan oleh kolektif Gulung Tukar yang ada di Tulungagung. Mereka lahir atas dasar keinginan untuk menumbuhkan pergerakan kreatif agar semakin aktif, bergerak bersama untuk menghidupkan bara semangat para muda-mudi di Tulungagung. Saling menggulung menciptakan gelombang dan bertukar kebaikan dalam bentuk apapun.

“Kami ingin kota ini juga semarak dalam hal kreatif, orang-orangnya sudah ada, tinggal wadahnya aja. Bermacam acara yang dipayungi dalam istilah “acara seni-senian” ini, selain memang menyenangkan, punya fungsi penting. Dalam acara semacam ini, kita diajak merayakan sesuatu yang mengikat dan mengembalikan kita pada hakikat rasa sebagai manusia, barangkali sebuah jeda di antara bingar dan sibuknya hari-hari di sebuah kota. Semakin penting karena ia juga selalu jadi wadah bagi orang-orang dengan visi serupa untuk bertemu dan berjejaring, yang pada akhirnya akan berperan jadi katarsis atas terciptanya gelaran kreatif lain. Pada akhirnya, anak-anak muda dan geliat kreatif merekalah yang jadi tanda denyut sebuah kota.” Jelas Titah AW (Gulung Tukar).

poster pameran gulung tukar

Berangkat dari kegelisahan tersebut, bukan mainnya kolektif ini malah membuat sebuah acara yang belum pernah ada sebelumnya di Tulungagung, namanya adalah “Turunkan Jangka, Kembangkan Layar”. Makna dari nama ini adalah mereka ingin acara ini sama seperti jangkar, yang memberikan semangat kuat ke paling dasar, sebelum nantinya bersama berlayar ke banyak hal yang lebih lebar dan luas jangkauannya. Acaranya sendiri sudah berlangsung sejak 27 Desember 2019, dan akan berakhir pada 12 Januari 2020. Program acaranya pun tumpah ruah,  berupa pameran foto dan pemutaran film, yang dibarengi dengan beragam program harian seperti lokakarya, diskusi, dan kegiatan lain. Seluruh rangkaian acara digelar di empat venue: Shelter Coffe, Loodst Coffe, Rumalaman, dan Echo’s Coffe di Tulungagung.

“Kami menyebarkan woro-woro dalam waktu singkat, dan berhasil mengumpulkan belasan orang sebagai penggerak. Jumlah karya yang terkumpul juga tak main-main: 41 karya fotografi, 24 film, dan 12 program harian. Tak bisa dibilang sedikit dan ini sangat menggembirakan. Lewat acara ini, kami ingin mewadahi karya dalam spektrum seluas mungkin, menunjukkan potensi yang ada, mengawali pergerakan, menjadi titik pijak, menjadi benih untuk ekosistem kreatif di kota kita tercinta.” Tutur Titah AW.

Gelaran ini juga diadakan sebagai rangkaian Biennale Jatim VIII yang digelar secara sporadis dan mandiri. Gulung Tukar bangga menjadikan Tulungagung, satu dari 15 kota di Jawa Timur yang mengadakan acara bulan Desember-Januari ini. Rangkaian acara ini membuktikan bahwa seni adalah milik semua orang dan harus dirayakan semerdeka mungkin.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Gulung Tukar

Jatim Biennale IX Resmi Dibuka dan Hadirkan Seratus Lebih Program

Beberapa hari lalu, tepatnya di tanggal 19 November 2021, Tim Jatim Biennale IX ( BJIX ), telah sukses melakukan proses Open Call Program dan seleksi yang akhirnya menetapkan 115 Program...

Keep Reading

Riuh Kebisingan di Mbanggel Noise Festival Besutan Banyunoise

Di era modern ini perkembangan akan eksplorasi kesenian sangat beragam. Mulai dari eksplorasi suara atau pun visual lainya, terjawab sudah salah satunya oleh Banyumas Experimental Club. Suatu kolektif yang tumbuh...

Keep Reading

Menyimak Muda-Mudi Musisi Kiwari Merayakan Dangdut

Dang! Dang! Dang! merupakan salah satu panggung di Soundrenaline tahun ini yang diselenggarakan secara virtual. Biarpun keseluruhan Soundrenaline menyajikan konser virtual yang berbeda, panggung Dang! Dang! Dang! menampilkan aksi yang...

Keep Reading

Eksperimental Mengentak di Karakter Pendatang Baru Crève, Ouverte!

Crève, Ouverte! merupakan unit pendatang baru dari Balikpapan. Mereka baru saja melepas sebuah nomor tunggal perdana berjudul “Burgundy”. Karya pertama mereka ini mengejutkan (di satu sisi) sekaligus memberi kesan “band...

Keep Reading