Pameran dari Galeri Seni Srisasanti Syndicate

Srisasanti Syndicate adalah sebuah galeri seni yang berbasis di Jogjakarta dan didirikan oleh ST. Eddy Prakoso. Tujuan besar dari dibuatnya galeri seni ini adalah untuk “Initiate Global Appreciation” merupakan galeri seni berbasis di kota Yogyakarta yang didirikan oleh ST. Eddy Prakoso dengan satu tujuan utama; “Initiate Global Appreciation” dengan secara konsisten menghadirkan karya seni dari seniman visual yang menarik melalui program tahunan di ruang mereka (Tirtodipuran Link) dan berpartisipasi dalam berbagai pameran seni internasional. Srisasanti Syndicate juga rutin berkolaborasi dengan galeri mitra dari Singapura, Filipina, Malaysia, Australia dan Amerika Serikat. Galeri Srisasanti menitikberatkan kegiatannya dalam bentuk pameran seniman ternama dan pelaksanaan berbagai program non-pameran, mulai dari penerbitan buku hingga proyek residensi seniman. Kelompok ini mewakili dan secara rutin berkolaborasi dengan banyak seniman ternama dari kancah seni kontemporer, seperti Alfredo Esquillo Jr. (lahir 1972), Heri Dono (lahir 1960), Ronald Manullang (lahir 1954) dan Taher Jaoui (lahir 1978).

Selain itu, Srisasanti Syndicate juga bekerjasama dengan seniman-seniman muda berbakat melalui program manajemen seni. Galeri ini bekerja berdampingan dengan seniman dalam perspektif jangka panjang; meningkatkan portofolio seniman dengan memberikan kesempatan yang berkesinambungan agar karya dan idenya dapat dihadirkan dalam format pameran dan non-pameran. Presentasi kelompok seniman berbakat dari Srisasanti Syndicate dilaksanakan oleh galeri juniornya, Kohesi Initiatives. Beberapa nama menarik pernah berpartisipasi di masa lalu, dan masih ada pula yang mengikuti program manajemen seni ini sampai sekarang. Beberapa partisipan program tersebut diantaranya Atreyu Moniaga (lahir 1988), Bob Sick Yudhita Agung (lahir 1971), Galih Reza Suseno (lahir 1990), Gatot Indrajati (lahir 1980), Roby Dwi Antono (lahir 1990), Suroso Isur (lahir 1983) dan Valdo Manullang (lahir 1990).

Galeri Seni Srisasanti Syndicate pun akan menggelar sebuah pameran tunggal karya seni dari seniman Perancis, Taher Jaoui. Pameran seni ini dapat disaksikan di Galeri 1 Tirtodipuran Link dari tanggal 11 September sampai dengan 11 Oktober 2020. Pameran ini akan menampilkan 10 karya baru dari Taher yang akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Indonesia.

The Circus of Life, judul dan tema pameran tunggal ini, terinspirasi oleh sirkus itu sendiri di mana keindahan yang mendasari pertunjukan sirkus datang dari unsur kejutan. Meskipun orang seringkali sudah dapat menebak apa yang akhirnya akan terjadi dalam sebuah pertunjukan sirkus, namun gerakan yang menarik dengan kecepatan tinggi dan peralatan yang tampaknya rapuh di pertunjukan itu memaksa penonton untuk tetap berspekulasi pada hal-hal tidak terduga yang bisa terjadi. Sirkus merupakan analogi yang mewakili bagaimana Taher melihat, merasakan, dan merespons cara kerja dunianya. Dia menyadari bahwa hal yang tak terduga akan terus terjadi, tetapi titik optimisme akan berhasil menyelinap di tengah-tengah keputusasaan atau perasaan tak menentu, seperti bagaimana Taher telah berhasil menghadapi kesulitan di masa pandemi COVID-19.

Dalam 10 karya lukisan baru yang dipamerkan, Taher telah berhasil menyeimbangkan perasaan, emosi, intuisi, dan panca inderanya untuk merespons apa yang terjadi di sekitarnya dan lalu mengubahnya menjadi goresan garis dan warna yang dinamis pada kanvas. Garis- garisnya penuh kejutan, di mana kita sebagai penonton akan merenungkan dan berusaha menebak di mana satu garis dimulai dan yang lainnya berakhir.

Saat ini berbasis di Madrid, Spanyol, lukisan-lukisan Taher Jaoui adalah kumpulan yang kaya akan lapisan bentuk, warna cerah, gerakan ekspresif, simbol-simbol dan formula matematika. Dia menciptakan karyanya dengan ide untuk melanjutkan warisan gerakan ekspresionisme abstrak dari tahun 50-an dan 60-an, sambil kemudian terinspirasi oleh seni primitif Afrika dan grafiti. Ia bekerja dengan menggabungkan dan melapisi cat semprot, arang, kapur, cat minyak dan akrilik pada kanvas mentah. Bersamaan dengan pameran ini, Galeri seni Kohesi Initiatives juga akan mempersembahkan pameran bersama CONFLUENCE, sebuah pameran kelompok dengan tema mengapresiasi seniman dari berbagai latar belakang dan identitas. Seniman yang karya- karyanya akan dipamerkan diantaranya Ivan Sagita, Moelyono, Abenk Alter dan Alfredo Esquillo Jr.

 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Galeri Seni Srisasanti Syndicate

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading