Pameran dan Lelang Karya Bertajuk “Bless This Mess” Akan Digelar Secara Virtual

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak museum dan kegiatan seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku seni di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak.

Lima bulan pasca pelelangan karya yang diberi tajuk “Bid This Mess”, kini gelaran “Bless This Mess” berlanjut dengan pameran virtual dan akan terselenggara pada 29 Agustus sampai dengan 12 September 2020. Tak hanya arena pajang karya, namun dalam pameran ini akan terselip juga sesi lelang karya pada 30 Agustus 2020 pada jam 19.00-21.00 melalui live Instagram Kamengski dan Rux Container juga pada kanal youtube Gudskul yang akan disiarkan secara langsung. 

Pameran ini menampilkan 60 karya visual dengan media papan penny hasil kreasi dari 60 seniman yang tersebar dipelbagai daerah di Indonesia. Ke 60 seniman hasil undangan dengan latar belakang, corak dan teknik yang beragam tersebut diberikan ruang untuk menuangkan responnya ke dalam medium yang sama yaitu “Cruiser Board”. Gaya artistik yang khas dan unik dari para seniman nantinya akan menghiasi media yang berbahan dasar kayu itu. Mereka akan menerjemahkan interpretasi mereka tentang Bless On The Mess di sekitar mereka, memaknai  ulang atas kekacauan yang terjadi. Hasil dari interpretasi tersebut tentu akan memiliki narasinya masing-masing, memicu percakapan baru, gagasan baru, dan mungkin akan sampai pada tarap menciptakan kolaborasi baru pada bentuk lain di antara para seniman yang terlibat.   

60 karya hasil kreasi para seniman telah disiapkan. Pada pameran nanti kamu akan bisa menyaksikan olahan visual dari Shake n’ Shop, The Ayank, Demushasi, Komukazer,dan  puluhan seniman visual lainnya yang tak kalah epik. Dalam siaran persnya, pihak penyelenggara mengatakan bahwa kedepannya Satu Collective dan Kamengski akan terus mengeksplorasi “BLESS THIS MESS” dengan menggunakan bentuk seni juga medium lain dan mencoba menghadirkan seniman baru  dan membantu mereka untuk bangkit.  

poster pameran bless this mess

“Udah siap dari awal Januari (2020) soalnya pameran rencananya di bulan April. Nah terus Covid kan. Jadi di pending sampai sekarang baru dimulai lagi. Syukurlah bisa pameran cara baru juga. Adaptasi New Normal. Asik sih jadi pas banget Bless This Mess,” tutur Rato ketika dihubungi oleh kami.

Rato juga menuturkan tentang bocoran karyanya yang nanti akan dipajang di pameran.

“Nah kalau secara personal buat karya di Bless This Mess sendiri tuh pake salah satu karakter namanya Towtow, dia tuh bentuknya kayak monster lucu gitu. Interpretasi dari semangat manusia yang punya gejolak dan ersoalan di dalam diri nyampur sama masalah dari luar, tapi tetap berjuang untuk ngejaga semangat optimisnya untuk tetap adaptif dan proaktif bisa terus produktif. Mungkin semangatnya waktu itu gitu yang tergambar di papan,” pungkas Rato. 

Bless This Mess merupakan proyek kolaborasi antara  studio independen Satu Collective yang bermarkas di Jakarta dan clothing brand KAMENGSKI. Satu Collective didirikan oleh Seto Adi Witonoyo, Aditya Adji Dharma, dan Wachyoe Mahendra pada tahun 2013. Sedangkan Kamengski  adalah alterego dari seorang seniman bernama Said. Program ini didukung pula oleh Gudskul, Serrum Arthandling dan Galeri Virtual.

Sebelumnya para inisiator Bless This Mess menggelar acara pelelangan karya pada bulan April lalu. Acara  lelang yang digelar melalui platform Instagram tersebut menampilkan 10 karya dari seniman yang terlibat juga pada pameran mendatang. Kesepuluh  karya tersebut telah berhasil terjual, dengan rata-rata penjualan diatas Rp.1.000.000. Hasil dari pelelangan tersebut didonasikan untuk para tenaga medis dan non-medis yang telah berperan penting dalam penanganan pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih juga merebak.

Informasi lengkapnya bisa kamu temukan di akun resmi Instagram blessthismess2020. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Bless This Mess

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading