Pameran 10 Seniman di Galeri seni Kohesi Initiatives

Galeri seni Kohesi Initiatives dengan bangga mengumumkan pameran bersama 10 seniman Indonesia dan Filipina dari dua generasi berbeda, senior dan junior. Pameran seni ini dapat disaksikan di Galeri 2 Tirtodipuran Link dari tanggal 11 September sampai dengan 11 Oktober 2020. Pameran ini akan menampilkan 15 karya baru dari Taher yang akan dipamerkan untuk pertama kalinya.

CONFLUENCE akan menampilkan karya dari 10 seniman dengan perbedaan domisili, rentang usia, pengalaman dalam berkesenian, dan cara pendekatan artistik yang berbeda- beda. Judul pameran ini menggambarkan tentang pertemuan dua generasi yang berbeda, dimana seniman senior akan diasosiasikan dengan keahlian dan kematangan yang lebih dibandingkan dengan seniman junior. Orang dengan pengalaman lebih banyak dipercaya memiliki pengetahuan yang lebih. Namun, perlu digaris bawahi bahwa pengetahuan tidak lahir begitu saja. Ada proses uji coba yang datang berkali-kali. Pengalaman tidak akan menjadi pengetahuan jika tidak ada kesempatan untuk meresapinya. Selain itu, perbedaan cara bercerita dan metode penciptaan juga dipengaruhi oleh apa yang terjadi saat ini. Barangkali memang Moelyono, Alfredo, dan Ivan Sagita diliputi oleh situasi sosial politik yang mendorong untuk memikirkan dengan skala sosial yang lebih besar sejak masa-masa awal mereka membuat karya seni.

Sedangkan, ketika era saat ini ketika isu-isu kesehatan mental dan informasi yang begitu cepatnya membuat banyak orang mulai kewalahan ketika harus memikirkan dari skala yang lebih besar dan memulai untuk menemukan jalurnya sendiri dari pengalaman personalnya. Seperti yang dilakukan oleh Abenk Alter, Addy Debil, Anton Afganial, Bernardi Desanda, Iskandar Fauzy. Mereka meresapi pengalaman personalnya sebagai cara untuk memahami bagaimana dunia di luar dirinya bekerja. Sedangkan Marvin Quizon yang juga memahami sebuah kehidupan melalui hubungan personalnya dalam melihat kematian.

Dengan begitu pertemuan atas premis seniman senior dan junior ini tidak hadir sebagai sebuah perayaan atas perbedaan belaka atau kesempatan untuk berkompetisi saja. Namun pameran ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan dua hal yang memang perlu untuk dihubungkan. Barangkali CONFLUENCE dapat membuat pertemuan ini lebih bermakna.

Bersamaan dengan pameran ini, Galeri Srisasanti Syndicate juga akan mempersembahkan pameran tunggal seniman Perancis Taher Jaoui berjudul “The Circus of Life”. Seniman ini akan mempertunjukan 10 lukisan baru pertama kalinya untuk publik dari sang seniman. Dalam 10 karya lukisan baru yang dipamerkan, Taher telah berhasil menyeimbangkan perasaan, emosi, intuisi, dan panca inderanya untuk merespon apa yang terjadi di sekitarnya dan lalu mengubahnya menjadi goresan garis dan warna yang dinamis pada kanvas. Garis- garisnya penuh kejutan, di mana kita sebagai penonton akan merenungkan dan berusaha menebak di mana satu garis dimulai dan yang lainnya berakhir. The Circus of Life, judul dan tema pameran tunggal ini, terinspirasi oleh sirkus itu sendiri di mana keindahan yang mendasari pertunjukan sirkus datang dari unsur kejutan. Meskipun orang seringkali sudah dapat menebak apa yang akhirnya akan terjadi dalam sebuah pertunjukan sirkus, namun gerakan yang menarik dengan kecepatan tinggi dan peralatan yang tampaknya rapuh di pertunjukan itu memaksa penonton untuk tetap berspekulasi pada hal-hal tidak terduga yang bisa terjadi.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Galeri seni Kohesi Initiatives

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading