PADAT! Ketika Unit Shoegaze Indonesia Bertemu dengan Shoegaze Spanyol

Jika dulu nongkrong di warnet, maka sekarang selamat memasuki era nongkrong di internet, dimana kamu bisa angkat gelas secara online atau bercengkrama hangat secara daring, internet yang begitu mudah diakses, serta kuota internet dijual murah sepaket dengan nomor cantik. Walaupun kemudahan datang pula sepaket dengan kesulitan, dimana ketiadaan batas adalah batas itu sendiri, para pelaku musik harus pintar mencari celah untuk mengembangkan ide, dengan terus berjejaring layaknya laba-laba untuk bertahan.

 

Anoa Records salah satu label yang cukup aktif, baru-baru ini menjajakan ide-nya untuk menggaet roaster-nya Dave Collate unit Shoegaze asal Bali dengan membuat split album bersama The Lions Constellation (Spain).

The Lions Constellation sendiri adalah band Shoegaze Spanyol yang dihuni oleh RJ (Vokalis, Gitaris), Graham (Bassis), P. Arthur (Gitaris), dan B. Banani (Gitaris). Mereka tinggal di Barcelona, dan pernah satu panggung dan tur di Eropa bersama band-band seperti Interpol, The Horrors, Wire, The Wedding Present, Moon Duo,  The Sea and Cake, The Fuzztones, dan juga di berbagai festival besar dan terkenal seperti Primavera Sound.

Ide awal yang cukup sederhana bagi Anoa Records untuk melakukan ini semua, berawal dari pemanfaatan jejaring dan perbincangan hangat di internet akhirnya tercetuslah untuk membuat split album.

Ini adalah kali pertamanya membuat split album dengan format lintas negara, “Seharusnya sudah dilakukan dari dulu, tapi baru kepikiran sekarang. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” tutur Anoa Records.

 

Split album lintas negara yang bertajuk “Dive The Lion” ini dirilis dalam 2 format, yaitu digital dan kaset yang diproduksi secara terbatas melalui Lokananta, jika mendengar keseluruhan album yang berisi 4 trek ini, “Dive The Lion” jelas menawarkan sesuatu yang padat dengan 2 varian yang saling mengisi, Dive Collate berkontribusi dengan dua lagu berjudul ‘Winter’ dan ‘Myopic Feelings’, sementara The Lions Constellation dengan dua lagu berjudul ‘Nothing To Be Done’ dan ‘Kiss Me’, hampir tidak menemukan kesenjangan musikalitas jika mendengarkan secara keseluruhan, masing-masing memiliki karakter yang kuat dari segi sound.

Pada tahun ini, Dive Collate memiliki beberapa rencana, salah satunya sebuah kolaborasi bersama Ajie Gergaji dari Themilo. Pada bulan Maret ini, mereka akan melakukan rekaman sebuah lagu, dan Ajie akan mengisi vokal dan gitar. “Doakan semoga lancar, judulnya ‘Sleepless Memories’ dan mau kami rilis akhir April tahun ini, dan sembari jalan juga dalam produksi EP terbaru kami,” kata Pingkan, vokalis Dive Collate dan juga mahasiswi di sebuah kampus jurusan Engineering Geologist di Rusia ini.

Teks: Alkadri

Visual: Arsip Anoa Record

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading