Option Paralysis dan Pikiran Orwellian Mereka

Semenjak pandemi, mungkin Anda atau teman dekat Anda yang merupakan pekerja sering mendengar atau mengalami sendiri istiliah “perampingan”. Istilah tersebut digunakan untuk mengurangi jumlah karyawan perusahaan, atau dengan kata lain pemecatan. Namun, istilah yang pertama disebut lah yang lebih sering digunakan agar terdengar lebih halus dan memberi pengertian “ini situasi sulit, maaf kami tidak bisa membayar Anda lagi”.

Penghalusan kata semacam ini disebut sebagai eufemisme, sering juga digunakan oleh media dan politikus untuk terdengar lebih “sopan”. Konsep tersebut digunakan oleh kuartet hardcore asal Cianjur, Option Paralysis, untuk mewarnai nomor teranyar mereka, “Che Mala Fortuna, O Coagulate”.

Jika biasanya band mengirimkan sebuah keterangan pers, penjelasan nomor tersebut Yunus (vokal), Dandi (bas), Fahmi (drum), dan Dio (gitar) sampaikan melalui semacam artikel ilmiah. Mereka banyak mengutip karya fiksi George Orwell, 1984, dalam artikel-artikelan tersebut.

After all, what justification is there for a word which is simply the opposite of some other words? A word contains its opposite in itself. Take ‘good’ for instance. If you have a word like ‘good’, what need is there for a word like ‘bad’? ‘Ungood’ will do just as well – better, because it’s an exact opposite, which the other is not,” kutip mereka di sana.

Orwell memang banyak mengangkat eufemisme dalam dunia distopia di bawah pimpinan Big Brother-nya. Di negara latar 1984, Oceania, pemerintahnya menggunakan istilah joycamp untuk kamp kerja paksa dan Ministry of Peace untuk kementrian yang mengurus peperangan, seperti Indonesia yang menggunakan istilah Kementerian Pertahanan dibanding Kementerian Perang atau Kementerian Persenjataan. Orwell juga sempat mengangkat doublespeak dalam beberapa karya nonfiksinya, salah satu pengembangan eufemisme yang juga menjadi perhatian Option Paralysis. Mereka ingin mengangkat bagaimana bahasa manipulatif dapat memengaruhi pikiran dan persepsi manusia. Tema tersebut mereka sajikan dengan musik hardcore khas mereka ditambah sentuhan akor-akor grind.

Dalam artikel tersebut, Option Paralysis juga memberi petunjuk mengenai potongan rilisan mereka ke depan yang akan berbicara juga tentang “bahasa dan kerusakan ekologi”. “Che Mala Fortuna, O Coagulate” merupakan singgel pembuka untuk rilisan kuartet ini tahun depan.

Sebelumnya, Option Paralysis telah merilis sebuah album mini berisi empat trek dengan tajuk, I. Continuum.  Format digitalnya mereka rilis tahun lalu dan format kaset pitanya menyusul Maret lalu.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Option Paralysis

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading

Metal Kecil Versi Paling Mutakhir Powerslaves

Powerslaves adalah nama legendaris dalam kancah musik rock tanah air. Unit rock ini baru saja melepas Metal Kecil (Remastered) (13/11/22). Single versi teranyar ini merupakan tindak lanjut dari “Semarang (Remastered)” yang...

Keep Reading

Hadiah Ulang Tahun Pernikahan

Vlaminora, unit musik baru asal Bali, melepas singel perdana bertajuk “Kemarau Rindu” bersama label rekaman asal Jakarta, demajors. Singel tersebut hadir di berbagai platform streaming digital mulai 12 November 2022....

Keep Reading