“On The Moon”: Tentang Perjalanan Hidup dan Pencapaian SANMUUN

Sebuah pencapaian dan perjalanan hidup adalah salah satu aspek yang cukup sering dikaitkan dengan proses penciptaan sebuah karya, terlebih adalah cerita tentang perjalan hidup yang dialami secara pribadi, menjadikan karya yang diciptakan itu menjadi sebuah karya yang sangat dekat dengan kehidupan yang menciptakannya, ini juga yang terjadi dengan proses kreatif penciptaan sebuah karya yang dilakukan oleh SANMUUN yang baru saja merilis debutnya yang bertajuk “On The Moon” pada tanggal 23 April 2021 lalu.

SANMUUN, Rapper asal kota Malang merilis debut singlenya yang berjudul “On The Moon” dibawah naungan label musik yang juga berasal dari kota Malang. Single ini setidaknya menceritakan tentang dinamika perjalanan hidup seseorang lebih mendalam dari ini, menceritakan perkara pencapaian. Segala ingar bingar achievement, yang menurut SANMUUN selalu saja menimbulkan berbagai tanya dan juga kebingungan.

“Kayak semisal kamu udah mencapai satu titik ya. Satu milestone yang udah lama kamu incar,” tuturnya. “Pas beneran mencapai titik itu, kamu bukannya tenang. Malah sebaliknya, semakin gelisah karena mikir ‘what’s next’ berikut segala tuntutan yang hadir mengikutinya.” Sambung SANMUUN dalam siaran persnya. “Lalu yang sering terjadi, kamu kangen sama fase dirimu sebelumnya. Yang belum apa-apa, dan belum mencapai titik itu. You kinda miss the blood, sweat, and tears… The journey itself,” lanjut pria bernama asli Atthoriq Putra ini.

“On the Moon” di-produce, di-mixing¸dan di-mastering sendiri oleh SANMUUN. Pada saat di putaran pertama single ini, nuansa RnB begitu kental terasa selama 3 menit-an trek ini berputar. Namun ia menampik bila musiknya akan terus berkutat pada nuansa penuh layer synth & electronic seperti itu. Dalam proyek bernama SANMUUN ini, SANMUUN mengaku tak ingin terjebak dalam satu benang merah (musik) yang kaku atau strict.

Ya, sesuai namanya, SANMUUN (yang merupakan gabungan dari sun dan moon), materi-materi solois ini cenderung warna-warni dan berbeda satu sama lain. Sisi “the moon” seperti single ini mewakili sisi chill & santai dirinya. Sedangkan “the sun”, kebalikannya, adalah materi-materi miliknya yang cenderung lebih keras dan juga lebih raw.

Warna-warni itu, diakuinya, ia dapatkan dari pengamatan akan kehidupan personal kawan-kawan sekitarnya. SANMUUN mengaku sebagai orang yang “perasa”. Empathetic. “Banyak laguku yang memotret apa yang dialami teman-temanku. Curhatan, dinamika, serta lika-liku hidup mereka,” kata SANMUUN pria yang juga tergabung dalam GOODVIBES, sebuah production house asal kota Malang ini.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari SANMUUN

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading