Ode untuk Soekarno di Debut Lagu Vicky Mono

Dikabarkan hengkang dari Burgerkill, baru-baru ini Vicky Mono merilis lagu debutnya sebagai solois dengan judul “Sang Putra Fajar”. Lagu yang merangkum berbagai suasana dalam kurang lebih enam menit tersebut dilepas pada Minggu (29/8).

Dari judulnya, kita bisa tahu bahwa Vicky sedang mengangkat Sang Proklamator, Soekarno, dalam karyanya. Biarpun begitu, ia mengganti istilah asli Soekarno dari “Putra Sang Fajar” menjadi yang tercantum di judul.

“‘Sang Putra Fajar’, diambil dari julukan seorang Revolusioner besar, seorang orator ulung yang berhasil memberikan angin segar bagi bangsa Indonesia dari kungkungan penjajah yaitu kemerdekaan seutuhnya bagi Bangsa Indonesia, Beliau adalah Ir. Soekarno. Julukan yang sebenarnya diberikan pada beliau yakni ‘Putra Sang Fajar’, namun secara estetika bunyi, maupun secara pemaknaan tidak mengubah arti asalnya, bahkan bisa lebih meluas menjadi tafsir yang berbeda,” tulis siar pers yang diterima Tim Siasat Partikelir.

Seperti dibahas sebelumnya, lagu ini mencampurkan berbagai suasana. Vicky membuka lagunya dengan sentuhan tradisional dari waditra, istilah yang digunakan untuk mengganti kata instrumen dalam Karawitan Sunda. Dari tengah hingga awal lagu, instrumen pengiring modern mulai masuk dengan ketukan lumayan konstan, terdengar seperti puncak dari lagu-lagu post rock yang divokalkan. Vokal Vicky pun semakin manteng semakin dekat ke akhir lagu, biarpun teriakannya bukan jenis teriakan yang ia biasa gunakan saat mengisi vokal Burgerkill.

Unsur post rock yang dibahas sebelumnya masuk akal karena orang-orang di “Sang Putra Fajar”. Vicky mengajak Harry Koi (UTBBYS, Trou, Balaruna) dan Ibrahim Adi (Pohaci Studio, Flukeminimix) untuk membantunya di lagu ini. Selain kedua nama itu, Raden Hilman, Aria Ardikoesoema, Irwan Darmawan, dan Irvan Rizky Ramdani (21 Gamelan) juga ikut membantu.

“Sang Putra Fajar” merupakan lagu pengiring untuk Bung Karno Series: Besok atau Tidak Sama SekaliSerial tersebut merupakan pertunjukan teatrikal yang diangkat dari naskah monolog ciptaan aktor sekaligus sutradara teater, Wawan Sofwan, dan diproduksi oleh Suarahgaloka bersama MainMonolog. Wawan Sofwan berperan langsung menjadi Bung Karno dalam serial lima episode yang sudah tayang sejak Juni lalu ini.

Ini merupakan karya pertama Vicky setelah keluar dari Burgerkill. Belum lama ini, Burgerkill juga mengonfirmasi kepergian vokalisnya melalui unggahan di Instagramnya.

“Band itu ibarat mesin, sekumpulan komponen yang dirangkai dan bekerja selaras sesuai fungsinya masing-masing,” tulis unit metal asal Bandung itu di keterangan sebuah foto berisikan para personel di mana sosok vokalis dibuat hitam polos. “So kalau ada komponen yang sudah tidak selaras dan enggak nemu solusinya, ya cari aja komponen baru sambil menikmati proses integrasinya.”

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Suarahgaloka/Vicky Mono

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading