Obrolan Virtual dengan Goodnight Electric di Peluncuran Album Misteria

Pengalaman pertama melihat Goodnight Electric di masa awal adalah hal yang aneh karena masa itu yang memainkan musik elektronik biasanya adalah DJ, dan Goodnight Electric muncul dalam format grup. Dibentuk tahun 2003 lampau, grup synthpop yang dibentuk oleh Henry Irawan – yang biasa dikenal dengan Henry Foundation atau Batman – sempat melibatkan seorang Rebecca Theodora yang sempat tercatat sebagai personil dari Straight Out, Rumah Sakit dan The Upstairs. Sesudahnya, Batman kemudian melibatkan Bondi Goodboy (synthesizer/vokal) dan Oomleo (synthesizer/vokal) sebagai rekan bermusiknya di Goodnight Electric.

Merangkak dari gigs kecil kancah musik independen di Jakarta, dalam perjalanan karirnya Goodnight Electric berhasil mencuri perhatian publik dengan didaulat menjadi bintang tamu yang merajai pentas-pentas seni besar di Ibukota. Tak hanya itu mereka berhasil menyabet beberapa penghargaan, seperti Best New Artist di MTV Indonesia Music Award 2005 dan Best Live Performing Artist di Paranoia Award Hard Rock FM Jakarta 2005.

Album debutnya Love and Turbo Action yang dirilis pada tahun 2004 pun mendapat pengakuan dengan masuk dalam daftar “150 Album Indonesia Terbaik” yang dibuat oleh majalah Rolling Stone Indonesia pada tahun 2007, bahkan sempat dirilis ulang dan didistribusikan di Jepang oleh JTB Records. Album kedua Goodnight Electric yang berjudul Electroduce Yourself menyusul dirilis pada tahun 2007. Selain itu, lagu-lagu mereka juga sempat masuk dalam beberapa album kompilasi.

Karena kesibukan masing-masing personilnya, Goodnight Electric sempat mengurangi aktivitasnya walau masih tetap aktif. Yang menarik, mereka sempat menggelar sebuah pameran The Electric Renaissance yang menampilkan artefak dan dokumentasi perjalanan karir mereka dan juga album kompilasi arsip audio Goodnight Electric pada tahun 2018 lalu.

Maju dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 2020 ini, Goodnight Electric kembali dengan sebuah rilisan baru berupa album digital berjudul Misteria. Menawarkan nuansa yang berbeda dengan album-album mereka sebelumnya, Misteria adalah sebuah album pop dengan aura gelap, yang menunjukkan Goodnight Electric yang mencoba bermain dengan elemen dream pop, new wave dan shogaze dalam palet musikalnya. Ramuan segar yang juga dipertegas dengan adanya perubahan formasi personil dengan adanya penambahan dengan bergabungnya Vincent Rompies (bass) dan Andi Hans (gitar), yang memungkinkan Goodnight Electric untuk lebih banyak mengeksplorasi instrumentasi dengan gitar, bass dan modular synthesizer. Publik mungkin lebih mengenal Vincent Rompies sebagai seorang presenter walau dia tercatat sebagai anggota band Clubeighties dan masih bermain musik. Sementara Andi Hans bisa dibilang musisi personil sejuta band yang juga terlibat di C’mon Lennon, Pandai Besi, The Upstairs dan band banyak band lainnya.

Berisi 8 lagu, album Misteria diluncurkan secara virtual dalam jaringan pada 8 Mei 2020 lalu. Sebuah usaha inovatif sebagai usaha yang bukan main untuk menyiasati situasi karena pandemi CoViD-19. Acara yang disiarkan secara live lewat akun YouTube resmi Goodnight Electric itu menyuguhkan rangkaian program seperti pemutaran videoklip, DJ set OomLeo Berkaraoke dengan Goodnight Electric dan kampanye perilisan album fisik Misteria bersama kolase.com.

Yang tak kalah seru adalah Siasat Partikelir juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara ekslusif secara live dalam jaringan. Mengulik seluk beluk album Misteria, rekaman dari sesi wawancara ekslusif itu bisa disimak. Apa saja yang diperbincangkan? Langsung saja disimak.

Teks: Farid Amriansyah

Visual: Arsip Goodnight Electric

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading

Koil Rilis Digital EP Lagu Hujan

Band rock industrial asal Bandung, Koil resmi merilis album mini terbaru berjudul Lagu Hujan dalam format digital (22/7) diseluruh layanan streaming musik. Perilisan ini merupakan milestone lanjutan dari Otongkoil (vokal),...

Keep Reading

Semesta Manusia di Lagu Terbaru The Hollowcane

Selang satu tahun usai merilis singel “Verbal Irony”, kuartet Indie rock dari kota kembang, Bandung, bernama The Hollowcane akhirnya kembali memperkenalkan karya teranyarnya. Kali ini unit yang dihuni oleh Ega...

Keep Reading