'Nuansa' Personal dari Album Mini Mataharibisu

Unit elektronika asal Ibu Kota, Mataharibisu, baru saja melepas sebuah album mini dengan tajuk Nuansa. Album mini berisi tujuh trek tersebut dirilis pada Jumat (19/11).

Nuansa masih menyajikan musik khas Mataharibisu, elektronik downtempo dengan nuansa mengawang berat dari intrumen mereka yang hampir semua synth.  Rizky Indrayadi (synthesizer), Alduri Asfirna (vokal, synthesizer), Yudistira Abjani (sequencer, synthesizer) bersama Aga Rasyidi (gitar) memang memiliki ciri khas intrumental yang menenangkan.

Dua trek dalam Nuansa sudah pernah dirlis sebelumnya. Trek kedua, “Mystica o un dyonee” dirilis lebih dulu Agustus lalu. Dalam nomor tersebut, Mataharibisu mengajak seorang penulis sekaligus sastrawan, Agung Setiawan, untuk mengisi spoken word yang menjadikan lagu ini nampak seperti sebuah musikalisasi puisi namun bukan folk. “Mystica o un dyonee” sebelumnya bisa dinikmati melalui kanal Youtube Mataharibisu. Setelah itu, masih di bulan November, mereka merilis “Hal – Hal yang Dipatahkan dan Dipaksakan”, nomor bervokal lain dalam Nuansa. “Kabut”, “Phantasm II”, “Pie in the Sky”, “Abu”, dan “Abyss” diperkenalkan selanjutnya melalui EP ini. Nomor instrumental di trek terakhir mungkin punya makna komikal jika dipelesetkan ke Bahasa Indonesia tidak baku yang terdengar serupa karena dia “trek terakhir”.

Mataharibisu Single Nuansa

Mataharibisu sudah dibentuk sejak 2008 oleh Yudistira Abjani dan Aga Rasyid. Mereka telah merilis sebuah mini album lain, Ruang Hampa Menuju Cahaya, pada 2009 disusul Chorion Apolysis dua tahun setelahnya. Pada 2019, mereka merilis sebuah EP split bersama Logic Lost yang bertajuk Absent. Singgel pertama album mini tersebut, “Coco”, dikerjakan dengan bantuan VVYND untuk mengisi vokal.

       Baca juga: Kolaborasi Tiga Jurus Mataharibisu, Logic Lost dan VVYND

Sebagai pemain musik elektronik dari Jakarta, Mataharibisu pernah bekerja sama dengan Double Deer Records. Mereka masuk dalam sebuah kompilasi bertajuk Bertamu dengan trek “Binar Malam”, dibantuTarrarin (Svmmerdose) dan Hindia pada vokal. Selain Hindia, roster Sun Eater lain yang pernah bekerja sama dengan Mataharibisu adalah Mantra Vutura. Mereka me-remix salah satu nomor dalam album duo elektronik etnis tersebut yang berjudul “Peace of Mind”, di mana vokalnya diisi oleh Agatha Pricilla.

Kini, formasi Matahabiru diisi empat orang. Dua di antaranya, Rizky Indrayadi dan Alduri Asfirna, juga aktif di proyek masing-masing, secara berurutan Murf dan Skastra.

Di tahun 2018 lalu Mataharibisu pun pernah masuk ke dalam 25 besar program Siasat Traficking, menjadi kandidat kuat untuk melaksanakan tur ke Eropa. Selain itu Mataharibisu juga sempat masuk daftar nominasi ajang AMI Award dalam kategori Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Mataharibisu

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading