Nuansa Berbeda di Lagu Terbaru FLEUR!

FLEUR!, unit yang dihuni oleh Tanya Ditaputri (gitar, vokal), Tika Pramesti (drum, vokal), dan Yuyi Trirachma (bas, vokal) kembali dengan lagu tunggalnya yang ketiga. Berbeda dengan materi lagu sebelumnya (‘Muka Dua’ dan ‘Lagu Lama’) yang begitu lekat dengan warna rock ‘n roll. Diberi judul ‘Merona’ lagunya kali ini lebih bernuansa balada yang sarat akan kesedihan dan kehilangan.

Dalam karya teranyarnya kali ini Tanya mendapat giliran untuk menciptakan lagu ‘Merona’, setelah sebelumnya single pertama “Muka Dua” dibuat oleh Tika dan single kedua “Lagu Lama” yang dibuat oleh Yuyi. Diceritakan, awalnya Tanya ingin mengisi lirik ‘Merona’ dengan tema lagu yang belum dimiliki FLEUR!, yakni tema cinta. Namun di tengah proses pembuatan lagu, Tanya dan Yuyi menerima kabar duka bahwa Tika baru saja kehilangan Ibunya.

“Melihat bagaimana Tika melalui hari-harinya setelah kepergian sang Ibu menginspirasi kita (Tanya, Yuyi,dan Rika – mantan personel Flower Girls) untuk mengubah lirik sebagai penanda kejadian itu di album kita. Dibantu Rika, lirik yang tadinya bertema merona berubah menjadi merana. Tetapi judul itu tetap kita pertahankan untuk memperlihatkan sisi kontrasnya,” jelas Tanya mengenai proses penggubahan lagu.

Di wilayah produksi, lagu dengan lirik yang ditulis oleh Tanya ini melibatkan Viki Vikranta (Kelompok Penerbang Roket) pada sentuhan akhir mixing dan mastering. Sedangkan di sektor visual, Fleur! kembali mempercayakan  sampul ‘Merona’ kepada fotografer Yogi Kusuma. Secara musikalitas, meskipun dikemas ke dalam nuansa balada dengan tema lirik yang terbilang berbeda, namun lagu tunggal ‘Merona’ masih memiliki pertautan yang cukup kuat dengan karakter musik FLEUR!, lawas namun segar.

Selain dirilis dalam format audio, lagu ‘Merona’ pun dikemas ke dalam bentuk video musik yang dilepas secara bersamaan. Disutradarai langsung oleh sang drummer Tika Pramesti, video ‘Merona’ begitu berkesinambungan dengan lagu yang diciptakan. Terlebih suasana lokasi syutingnya pun cukup mendukung, yakni di Kebun Raya Bogor di mana rimbun pepohonan dan nisan yang bertengger semakin memperkuat suasana kehilangan yang dihadirkan. Nama Tika sendiri memang sudah tak asing di dunia perfilman dengan berbagai karyanya.

Fleur! Sendiri merupakan band yang sudah terbentuk sejak tahun 2017. Bermula dari Europalia, sebuah festival musik dua tahunan di Belgia yang meminta kurator musik di Indonesia untuk membuat sebuah grup musik tribute Dara Puspita –mengingat Dara Puspita adalah unit rock n’ roll perempuan legendaris asal Indonesia yang memiliki basis penggemar di Eropa. Kala itu kurator musik Ubiet Raseuki memilih David Tarigan (Irama Nusantara) untuk membentuk grup tribute ini. Singkat cerita, Tanya Ditaputri, Tika Pramesti, Rika Putrianjani, dan Yuyi Trirachma akhirnya berkumpul dan membentuk sebuah grup bernama Flower Girls. Selepas projek Europalia, Tanya, Tika Rika, dan Yuyi memutuskan untuk melanjutkan band ini –dengan materi baru dan juga nama baru: FLEUR!. Namun di tengah proses penggarapan album, Rika memutuskan untuk hengkang dan FLEUR! memutuskan untuk melanjutkan dengan format trio. Untuk album pertamanya ini direncanakan rilis tahun 2021 mendatang. Dengan menghadirkan konsep musik rock klasik Indonesia era 60’s dengan gaya  Fleur! sendiri.

“Sebenernya untuk konsep besar itu kita masih tetep ke arah musik 60’s, yaitu kita kan punya referensi Dara Puspita mungkin bisa dibilang album yang pertama ini masih banyak referensinya ke arah Dara Puspita dan musik-musik tahun 60-70an” tutur Yuyi dalam konferensi pers ihwal bocorannya untuk album.

Melalui konferensi pers yang disiarkan secara daring (28/01) kemarin, mereka pun mengabarkan bahwa saat ini FLEUR! sedang mempersiapkan debut albumnya. Menarik. Kita nantikan saja..

Teks: Dicki Lukmana

Visual: Arsip dari FLEUR!

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading