Nova Ruth Rilis Single dan Videoklip Berdonasi

Apa yang kita ketahui tentang harta budaya dari negara ini? Mungkin banyak yang tidak peduli dan bahkan tidak tahu. Nah salah satu harta budaya yang dimiliki negeri ini sebentar lagi akan sampai bila dilihat dari posisi AIS-nya. Namanya adalah Arka Kinari, dan ini adalah sebuah kapal yang memiliki muatan dari banyak arsip seni dan budaya. Inisiatornya adalah Filastine dan Nova, keduanya mungkin banyak yang mengenal sebagai pemusik kontemporer. Bahtera ini adalah sebuah keinginan yang diwujudkan oleh mereka yang sering kali dianggap memiliki pikiran di luar batas, gila, nekat, dan juga tidak masuk akal. Oh ya, kapal tersebut telah menempuh jarak yang tidak main-main, badai di lautan dan pandemi pun telah dilaluinya.

Sama seperti umat manusia di seluruh dunia, kapal ini pun ikut terkena dampak dari adanya virus Covid-19 yang menyebar. Akibat yang ada adalah, Arka Kinari tidak bisa masuk ke berbagai negara, terombang-ambing di Samudra Pasifik pun juga dirasakan. Tak hanya itu saja, penggagas kapal ini pun juga harus terpisah, apalagi ditambah tidak adanya perhelatan acara seni dan budaya. Tapi, tak ada kata menyudahi bagi mereka yang terus bergerak ini. Sambil menunggu dan menjadi motor pendukung bagi Arka Kinari, Nova Ruth pun mencoba untuk melakukan banyak kegiatan dan menciptakan karya untuk menggalang dana bagi keberangkatannya mapag Arka Kinari yang telah diijinkan masuk ke Indonesia, negara kelahirannya yang amnesia dengan kebesaran kekuatan maritimnya. Izin masuk ke perairan Indonesia, tidak mungkin terjadi tanpa dukungan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid atau yang akrab dipanggil Bang Fay oleh lingkaran seni-budaya di Indonesia.

Kapal Arka Kinari
Kapal Arka Kinari

Salah satu karya yang dihasilkan oleh Nova adalah berjudul “Imbang”, lagu ini adalah hasil cipta kerjanya selama berdiam diri saat di rumahnya di Malang. Banyak warna yang hadir di single ini, berbagai elemen percampuran media yang disuguhkan tersebut adalah hasil pengalaman dan perjalanan yang panjang bersama kolaborasinya bersama Filastine. Nova mengaku, baru kali ini dirinya memasukkan elemen suara yang diproduksi secara elektronik dalam karya solonya ini. Meski pada pertunjukan solo yang digelar, terlihat jelas cara penguasaan teknologi dan pengendalian vokal efeknya.

Dalam karya ini juga disematkan sebuah puisi yang dibuat oleh Nova di dalam perantauannya dari Karibia menuju ke Meksiko beberapa waktu lalu. Perjalanan yang dilakukan di atas kapal ini tentu saja banyak sekali menghadirkan kenangan manis, salah satunya adalah momen menyambut matahari yang memberikan sinar hangat. Lagu ini memiliki cerita perihal aktivasi rasa dan penyadaran atas kebutuhan manusia untuk ikut menjaga keseimbangan alam yang didalamnya ada empat elemen penting. Yaitu air, api, angin dan tanah. Dapat dilihat hari ini, bahwa alam memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan dirinya. Tinggal manusia memilih, antara menjadi bagian dari alam yang menyeimbang- kan, atau menjadi faktor pemicu ketidak keseimbangan alam. Sebagai pelaku seni-budaya yang telah berkarya selama 20 tahun secara internasional, jati diri Nova tetap dapat dirasakan dalam nada-nada pentatonik Jawa. Keingi- nannya untuk memperkenalkan filosofi jawa juga tidak henti-henti diselipkan dalam liriknya. Bagi Nova, kembali mempelajari kearifan lokal jawa, terma- suk nekat turun gunung dan membuktikan ketenaran lagu ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’, adalah bentuk kepercayaannya pada ajaran yang berpihak kepada keseimbangan alam dan seisinya.

Potongan Video Klip Imbang
Cuplikan dari videoklip “Imbang”

Dalam perjalanannya, ditabrakkanlah Arka Kinari dengan kebutuhan dana yang cukup besar agar bakti alamnya lewat seni dan budaya dapat berke- lanjutan, sehingga tim Lintas Batas, yayasan seni-budaya-lingkungan yang dibentuk oleh Nova Ruth memberikan padanya ide untuk segera merekam dan mengkomposisi lagu ini untuk menggalang dana. Pertemuannya dengan Jovian Fraaije yang atas dasar pertemanan, lalu menciptakan kolaborasi berbentuk video musik yang dibuat di titik favorit Jovian, Pronojiwo, yang selalu ia rindukan. Dari kumpulan kerinduan Nova pada Arka Kinari, dan Jovian pada alam Pronojiwo, terciptalah video musik “Imbang” yang dibuat dalam waktu singkat dengan hasil maksimal.

Poster 'Imbang'

Dalam rangkaian acara Retas Batas yang diorganisir oleh Lintas Batas di KNPI tanggal 14 Agustus 2020 lalu, lagu tersebut pun diperkenalkan secara umum untuk pertama kalinya. Lewat obrolan antara Jovian dan Nova malam itu, yang terpenting dalam berkarya sebetulnya adalah punya mentalitas tanpa banyak ‘cing-cong’. Artinya ketika mengerjakan apapun dengan dasar suka dan rela, hasilnya akan memuaskan bagi yang berkarya dan yang menerima hasil karya tersebut. Sebagai videografer profesional, dalam kesibukannya, Jovian tetap memperlakukan pembuatan video Imbang dengan cara profesional, penuh rencana dan jadwal yang diikuti oleh para kolaborator. Pre produksi video Imbang dikerjakan dalam kurun waktu satu minggu, pengambilan gambar dilakukan dalam kurun waktu tiga hari. Dan paska produksi dikerjakan dalam kurun waktu dua minggu. Pembuatan video Imbang dibantu oleh Andaresta Chrisdyan (Assistant Director), Ega Permana (Co-Editor), Aksinema (Colorist), Chandra Mangunkarso (Drone), Abqoriyin Hizan/Ari Art dan Ahmad Muzaki Alwi (Art Director), Fitrianto (Location Manager), Lemari Lila (Costume) dan didukung oleh Lintas Batas, Jumpalitan dan Wonoijo.

“Video dan musik Imbang akan disebar bagi yang berdonasi melalui link di sini, minimal 47 ribu rupiah. 47 adalah angka sakral bagi Arka Kinari, mengingat kapal ini dibuat dan lalu diluncurkan di Rostock, Jerman dua tahun setelah Perang Dunia II, tahun 1947. 80% hasilnya akan disumbangkan ke Arka Kinari, dan 20% sisanya adalah bentuk apresiasi kepa- da Nova Ruth dan Jovian sebagai inisiator video dan musik Imbang. Nikmati kerinduan alam dalam ekspresi suara dan visual, menyatulah bersama semesta yang Imbang.” Terang Nova Ruth.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Lintas Batas

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading