Nikmatnya Kopi Klasik di Kedai-Kedai Ini

Buat sebagian orang, kegiatan minum kopi sama halnya dengan kegiatan makan 3 kali sehari. Bila terlewatkan, hadir rasa aneh yang tak biasa. Fenomena ini pun sering kita temui di sekitar kita, baik itu di rumah, lingkungan pertemanan, hingga kantor. Pasti ada saja orang yang lebih mementingkan meminum kopi ketimbang makan berat. Di Indonesia, kopi seperti menjadi suatu kultur baru. Bisa dilihat dari tumbuh kembangnya kedai kopi setiap bulannya yang tumpah ruah dengan peminat yang lintas usia. Pergeseran dan perkembangan gaya hidup memang tak dapat dihindari. Tetapi, konsumsi akan suatu jenis bahkan beragam makanan dan minuman masih saja memiliki tempat spesial di hati penikmatnya. Satu dari sekian banyaknya adalah kopi dari merek lokal. Urusan rasa, merek lokal juga tak kalah enaknya dengan berbagai jenama dari luar negeri. Semakin banyak kedai kopi yang dikenal orang banyak, hal itu mampu membuktikan bahwa kedai yang mengusung cita rasa dan kopi lokal semakin menghadirkan impresi bahwa kualitas kopi Indonesia tak kalah dengan kopi luar.

Masih ingat bukan beberapa waktu kemarin sedang hebohnya kopi yang memiliki kemasan literan? Hal ini terjadi saat beberapa kedai kopi mulai menghadirkan inovasi akibat adanya protokol untuk tidak berkumpul di mana pun, termasuk kedai-kedai kopi. Ide ini datang untuk memuaskan para pecinta kopi di mana pun, fungsinya pun untuk memudahkan para konsumen agar selalu mendapatkan asupan kopi favoritnya setiap hari. Inovasi ini memang penuh akan kemudahan, bisa dibayangkan bukan bagaimana menikmati kopi hanya dengan menuangkannya saja tanpa harus menunggu lama dan juga keluar rumah. Terlebih lagi, hal ini bisa menghemat biaya karena ongkos kirim yang terhitung murah, dan juga kopi literan ini bisa bertahan hingga beberapa hari. Dengan membeli 1 botol kopi tersebut, sama saja kalian membeli sekitar 3-5 gelas kopi berukuran biasa. Ini tentu saja bersifat simbiosis mutualis, di mana penjual mendapat keuntungan beberapa kali lipat hanya dengan menjual satu botol, pembeli pun bisa mendapatkan kepraktisan dan harga yang murah.

Kehadiran kedai kopi di Indonesia telah ada sejak zaman dulu kala. Hal itu terjadi sekitar 400 tahun silam, ketika India mulai mengirimkan berbagai bibit kopi Arabica atas permintaan Pemerintahan Belanda saat menduduki Batavia di tahun 1696. Menurut beberapa sumber yang ada, pada awal pemasokan bibit kopi tersebut, terjadi kegagalan panen akibat adanya banjir besar di kota Batavia kala itu. Hingga di kloter kedua, bibit tersebut berhasil tumbuh subur di negeri ini. Dan di tahun 1711, hasil panen bibit kopi ini mulai diekspor, dan selama kurun waktu 10 tahun, ekspor biji kopi semakin meningkat ke arah yang lebih tinggi, hingga indonesia terkenal sebagai negara penghasil biji kopi terbaik. Bila sekarang banyak kita temui kedai kopi yang menghadirkan sajiannya dengan menggunakan mesin modern, dulu kala kopi disajikan dengan menggunakan sebuah ceret. Tapi bukan berarti kehadiran kedai kopi klasik saat ini tergerus dengan adanya kedai modern, cita rasa khas dari kedai klasik sampai saat ini masih tetap berdiri kokoh selama berpuluh-puluh tahun. Mereka juga melebar dan melebur menjadi budaya dan ritual manusia dalam banyaknya cangkir-cangkir kopi.

Berikut kami hadirkan kedai-kedai kopi yang dari dulu masih ada hingga sekarang, silahkan disimak.

Warung Kopi Solong – Aceh

warung kopi solong

Ke Aceh rasanya masih kurang komplit bila tidak mengunjungi warung yang satu ini. Tempat kopi tersebut adalah salah satu wisata kuliner yang wajib dikunjungi saat berada di Banda Aceh. Warung kopi yang didirikan oleh  H. Muhammad Saman, atau Abu Amad Solong,  pada tahun 1964 ini, menggunakan kopi Ulee Kareng sebagai bahan baku dasar dari minuman bercampur kopi yang disajikan. Ulee Kareng adalah salah satu kecamatan di Banda Aceh yang dikenal  karena rasa khas dari kopi acehnya. Kopi ramuan di Warung Kopi Solong ini diolah dengan menggunakan kopi robusta, jagung, biji jagung, gula, dan mentega. Campuran yang tidak biasa ini membuat kopi dari Warung Kopi Solong memiliki rasa yang unik dan tiada duanya. Kopi solong ini biasanya disajikan dengan makanan tradisional Aceh.

Warung Kopi Purnama – Bandung

warung kopi purnama

Berdiri dan pertama kali buka pada tahun 1930, dan pada awalnya warung kopi ini bernama Ching Sang She yang artinya “Selamat Mencoba”. Di kemudian hari namanya lalu diubah menjadi “Purnama”, di mana pada masa tersebut pemerinah mengharuskan berbagai elemen untuk mengganti nama-nama Tionghoa menjadi nama Indonesia. Hingga hari ini, Warung Kopi Purnama masih mempertahankan resep yang sama dengan resep yang mereka gunakan saat pertama kali buka. Mereka menggunakan biji kopi yang didatangkan khusus dari Medan. Selain kopi susunya, Warung Kopi Purnama juga terkenal dengan roti bakar selai srikayanya. Warung Kopi Purnama berlokasi di Jl Alkateri 22, Bandung. Buka setiap hari pukul 06.30 – 17.00.

Kopi Eva – Semarang

kopi eva

Tahun 1958 adalah waktu di mana warung ini pertama kali hadir di Magelang. Kopi Eva ini merupakan hasil upaya dan kerja keras oleh Pak Tjip (Michael Tjiptomartojo). Kopi di warung ini merupakan hasil ditanam, diolah, dan diracik sendiri oleh Pak Tjip. Di Kopi Eva ini, kalian yang berkunjung juga dapat menikmati berbagai menu makanan. Beberapa menu yang terkenal dari Kopi Eva ini adalah tahu goreng dan gudeg manggar. Kovi Eva ini berlokasi di Jalan Raya Ambarawa-Magelang, Desa Bedono, Kec. Jambu, Ambarawa.

Warung Kopi Phoenam – Makassar

warung phoenam

Berdiri sejak tahun 1946. Pendirinya adalah Liong Thay Hiong. Kopi yang mereka gunakan tentu saja adalah kopi toraja. Menu kopi favorit di sini adalah kopi susu. Anda bisa menikmati secangkir kopi susu bersama roti bakar dan pisang panggang. Selain itu, ada juga menu unik kopi, madu, dan telor. Warung Kopi Phoenam ini berada di Jl Nusantara. Warung Kopi Phoenam menggunakan kopi Toraja dalam menu kopi favoritnya yaitu kopi susu.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

PARTIKILAS Part II: Favorit Siasat Partikelir di 2021

Ada begitu banyak jumlah karya yang dirilis oleh para musisi di sepanjang tahun 2021. Seperti yang sudah diulas dalam Partikilas Part I, berdasarkan pantauan di email Siasat Partikelir, setiap harinya...

Keep Reading

PARTIKILAS Part I: Mereka yang Berbagi Kabar di 2021

Untuk menyambut tahun 2022 yang penuh harapan, di bawah ini kami menyuguhkan kilas balik yang bersumber dari data dan dokumen internal Siasat Partikelir di sepanjang tahun 2021.

Keep Reading

5 Alasan Kenapa Rock In Celebes 2021 Begitu Penting Untuk Disimak

Memasuki tahun ke-12, Rock In Celebes kian menunjukan taji atas kiprahnya di ranah festival musik. Tahun ini, festival yang berbasis di pulau Sulawesi tersebut kembali menggulirkan agendanya dan akan digelar selama 10...

Keep Reading

Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan...

Keep Reading