Navicula Tampil Komikal dalam Klip Terbaru

Navicula baru saja merilis sebuah single berjudul “Mulih”. Lagu tersebut mereka rilis bersama sebuah klip yang komedik pada Minggu (10/10) lalu. Mereka menampilkan kehidupan seorang protagonis yang diperankan oleh sang vokalis Gede Robi Supriyanto. Sesuai dengan liriknya, ia adalah seseorang yang gagal dengan kehidupan kota dan akhirnya pulang ke kampung halaman. Ini juga sesuai dengan judul “Mulih” yang berarti pulang dalam Bahasa Bali.

Klip video “Mulih” ditampilkan seperti sinetron 1990-an hingga 2000-an, seperti serial Si Doel. Merakyat mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan klip tersebut. Robi memainkan perannya dengan tepat, dari mengendarai bebek tua, pulang ke kosan sederhana, bertengkar dengan istri, hingga mabuk untuk melepas penat. Dadang Pranoto (gitar), Krishnanda Adipurba (bas), dan Palel Atmoko (drum) pun ikut muncul meramaikan suasana.

Robi pun akhirnya pulang ke desa, jika dikaitkan dengan lirik, karena ada tanah warisan kakeknya yang bisa diberdayakan. Akhirnya, ia pun sukses menggarap lahannya dengan menanam pisang, cabai, dan singkong juga menernak babi, kambing, hingga lele. Di dekat akhir, Donnie Lesmana (gitaris Lolot) muncul dalam klip memainkan isian gitar (yang memang saat rekaman ia yang isi) saat keempat personel Navicula sedang nikmat mandi di sungai. Namun, Robi ternyata hanya bermimpi saat tak sadarkan diri karena mabuk.

Biarpun disampaikan secara komikal, Navicula tetap mencoba menyampaikan pesan sosial dalam liriknya, seperti kebiasaan dalam karya-karya lain. Dalam lagu ini, Robi dan kawan-kawan mencoba membawa pesan ruralisasi, dibanding tinggal di kota dengan penuh kesulitan lebih baik pulang ke desa dan memanfaatkan apa yang ada. Selain itu, diksi yang dibawakan juga begitu realis.

Maan seka bedik de engsap ngae tabungan. Anggo plajahan Pang tusing bete ngantos BLT,” nyanyi Robi di bagian menuju akhir lagu dengan Bahasa Bali yang kira-kira mengajak orang untuk tidak lupa menabung agar tidak harus menunggu BLT.

Konyang kal telpon jani timpale, ngae koperasi Pang tusing uluk-uluk celuluk,” tambahnya menyarankan untuk mengajak rekan membangun koperasi agar tidak tertipu Wewe Gombel, perumpamaan Robi untuk lintah darat mungkin.

Lagu ini merupakan bagian dari album kompilasi ber-Bahasa Bali, Mai Mabasa Bali. Selain Navicula, beberapa musisi Pulau Dewata juga terlibat dalam album tersebut, seperti The Hydrant, Alien Children, James Sukadana, dan Widi Widiana.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Navicula

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading