Narasi Kemuraman di Album Mini Milik Liris

Unit musik asal kota Bandung bernama Liris baru saja melepas album mini perdananya yang diberi tajuk “Good to Know That If I Ever Need Attention All I Have to Do Is Die”.

Setidaknya ada 3 lagu yang tercantum dalam album mini, banyak diantaranya mengendapkan unsur-unsur musik yang beragam hingga agak sulit untuk dikategorikan dalam satu genre musik. Seperti menggabungkan vokal scream, riff gitar kres minor, bass yang meloncat-loncat dan drum yang berasa post-metal.

Dalam album debutannya ini mereka mencoba untuk memberikan awalan cerita dari nomor tunggal yang sebelumnya sempat dirilis bertajuk “deru”. Nomor “deru” sendiri masuk dalam daftar lagu dari EP album ini.

Ketiga lagu yang tertuang di album ini masih menceritakan soal bagaimana awal dari perasaan itu hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri. Berkutat di sekitar nilai-nilai eksistensil manusia, album ini cukup menarik untuk diikuti.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Liris (@deruliris)

Seperti halnya di lagu pembuka yang berjudul “Kesepian Itu Bernama Ego”. Dari judulnya saja barangkali kita sudah bisa menebak hal apa yang hendak dibicarakan oleh Liris. Narasi lirik yang panjang pun mengawali album ini.

Lalu berlanjut ke trek kedua dengan judul yang sedikit panjang dan sukar untuk diingat, “Good to Know That If I Ever Need Attention All I Have to Do Is Die”. Suasana gelap dan membingungkan hadir dalam lagu ini, layaknya film “Mulholland Dr” di menit akhir lagu ini semua berubah.

Lalu di akhir sampailah pada nomor “deru” yang sebelumnya sudah pernah dirilis secara terpisah, daftar terakhir EP album ini adalah ringkasan dari cerita tentang “Feelings who you have when you love someone who never be with you, but you always with the other”.

Dalam perjalanannya Liris sendiri kini dihuni oleh Latif Prabowo (vokal), Nanda “ngaps” Macabre (drum), Antonio Setempat (bass & vokal), dan Muslim Ghifari (gitar & vokal).

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Liris

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading

Libido Bermusik Muto dalam EP Debut

“Dalam proses penciptaan lagu-lagu Muto, kata ‘yeah yeah yeah‘ juga merupakan ekspresi kepuasan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka ciptakan; seperti merasakan nikmatnya masturbasi,” jelas keterangan pers yang dikirimkan Muto mengenai...

Keep Reading

Urban Sneaker Society Akhirnya Kembali Secara Luring

Kabar gembira bagi para fesyen enthusiast, Urban Sneaker Society 2021, event Sneakers tahunan yang diadakan USS Networks sejak 2017, kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal...

Keep Reading

Nuansa Abad Pertengahan Progresif di Karya Baru Tara Sivach

Tara Sivach merupakan seorang solois asal Jakarta yang mencoba masuk dalam ranah goth. Dengan nuansa abad pertengahan kelam khas gotik yang dicampur dengan rok semiprogresif dan gaya vokal klasik, ia mencoba...

Keep Reading