NAN dan Keisengan yang Berubah Menjadi Lagu

Seorang solois baru asal Surabaya bernama NAN, baru saja merilis single perdana yang mengusung musik shoegaze/bedroom pop. Kehidupan yang keras dan liar, hidup yang nomaden karena faktor lingkungan, membuat dirinya memutuskan untuk keluar dari dunia tersebut dan melanjutkan pengkaryaannya melalui medium musik. Menurutnya, bermusik adalah salah satu obat penenang paling ampuh untuk dirinya. Setelah melewati beberapa fase hidup yang tidak mengenakkan, dirinya pun memutuskan untuk menulis segala keluh kesah terhadap dunia lewat sebuah lagu. “Grateful” adalah judul single perdana tersebut, yang dalam prosesnya, dia dibantu oleh seorang teman bernama Rizky Adha di sebuah studio bernama Olsen. “Menyampaikan aspirasi dan luapan cerita dengan bermusik adalah suatu hal yang sangat indah,” kata NAN dalam siaran persnya.

Single ini adalah jalan pertama baginya untuk memperkenalkan karya miliknya yang memiliki ciri khas santai dan mudah dicerna. Di lagu ini dia bercerita banyak tentang rasa kecewa terhadap sikap manusia yang seringkali mengeluh terhadap hal-hal sepele, dan tak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Padahal menurutnya, orang-orang ini adalah mereka yang secara jasmani dan rohani memiliki kehidupan yang normal dan sehat. Sayangnya banyak dari mereka yang kurang dan belum bersyukur. “Stay out of trouble, wishing tomorrow is bright”, begitu sepenggal lirik dari “Grateful” yang memiliki pesan harapan. Seluruh isi dari lagu ini memang ditujukan sebagai pembelajaran untuk dirinya dan orang-orang yang mendengarkan lagu ini.

Terciptanya single ini pun sebenarnya buah dari keisengan di saat jamming bersama Rizky Adha, yang mana pada saat itu dirinya tiba-tiba meneriakkan dengan sangat lantang, “AKU PUNYA TULISAN, AYO BIKIN LAGU!”. Keisengan yang kemudian digulirkan untuk untuk mengeluarkan ide-ide yang ada di kepala yang hasilnya menjadi lagu “Grateful”. Yang pada akhirnya dia melanjutkan keisengan tersebut mengeluarkan segala ide yang ada di kepala dengan bantuan gitar dan tanpa revisi sama sekali. “Memang yang secara kebetulan itu lebih asik, apalagi bebas enggak ada yang melarang.” Tuturnya.

album cover single NAN - Grateful

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Olsen

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading