Tak terasa kita sudah mendekati penghujung tahun 2019. Banyak hal menarik tentunya yang sudah terjadi di beberapa bulan kemarin. Mulai dari ranah politik hingga musik. Akhir pekan ini, kami banyak menerima kiriman-kiriman materi dari para musisi. Materi yang berhawa kebaruan dan segar. Dari banyak yang masuk, kami merangkum menjadi 6. Berikut daftarnya:

1. Aya Anjani – Kebahagianmu, Keputusanmu. (Jakarta)

Menuju perilisan EP keduanya November 2019 depan, penyanyi dan pencipta lagu AYA Anjani melepas komposisi yang terbilang cukup berbeda dengan rilisan sebelumnya. “Kebahagiaanmu, Keputusanmu” ditulis berdasarkan dinamika kehidupan modern terhadap perkembangan manusia yang memiliki previlese berbeda. Lewat dinamika tersebut, AYA ingin menyampaikan bahwa semuanya akan kembali ke diri kita masing-masing untuk menentukan definisi dari kebahagiaan. 

2. Keynie – Little Liar Man. (Yogyakarta)

Yogyakarta seakan tidak ada habisnya dengan persediaan musisi yang fresh dengan segala jenis musik yang mereka ciptakan. Bisa jadi kota ini memang merupakan laboratorium bagi para musisi untuk menghasilkan karya yang cenderung fresh dan berani. Salah satu musisi kota gudeg yang digadang -gadang akan menghasilkan materi yang menarik ini adalah Keynie. Diberi judul “Little Liar Man”, komposisi ini berkutat pada cerita kebohongan seorang lelaki atas dasar romansa. “Kalo cerita dibalik lagunya itu sih sebenernya dari pengalaman pribadi. Jadi ada cowok gitu yang bertahan hidup dengan berbohong ke semua orang” ungkap Keynie mengenai kisah dibalik pembuatan lagu ini.

3. Deruh – Sandar. (Lamongan)

Setelah merilis EP Odvar juli lalu, Trio pop asal Lamongan, Deruh  yang beranggotakan Okky Indraloka, Fikra Zacky dan Addin ini kembali mengenalkan karya terbaru mereka. Single terbaru yang diberi judul “Sandar” ini merupakan pembuka untuk album penuh mendatang mereka. Single ini cukup berbeda dengan lagu-lagu yang pernah dirilis sebelumnya. Melodi ringan dengan mood blues juga nada yang catchy adalah suguhan Deruh untuk membius pendengarnya. Materi baru ini juga memberikan gaya dan pengalaman baru bagi para personil.

4. Cantigi – Merindu Lawu. (Surakarta)

Cantigi merupakan duo musisi dari Surakarta yang beranggotakan Alen Sahita (Vokal, Gitar) dan Heri Susanto (Vokal, Gitar) yang terbentuk pada tahun 2017. Lama berproses akhirnya pada tahun 2019 ini mereka melepas single pertama yang berjudul “Merindu Lawu”. Lagu ini bercerita tentang kerinduan seseorang pada sebuah tempat, yaitu Gunung Lawu. Lirik Lagu merekontruksi ingatan sebuah perjalanan pendakian gunung. Komposisi yang sederhana dan easy listening mengajak pendengar memuat ulang kenangan tentang Lawu.

5. Petra Sihombing – Biji. (Jakarta)

Biji adalah sebuah single yang mengangkat isu orang orang yang hanya berani di sosial media, lagu ini merupakan kelanjutan dari “Cerita Kita Milik Semua” yang menggambarkan betapa mudahnya kita membubuhkan pendapat negatif tanpa perlu memikirkan akibat dari hasil postingan tersebut dan serta-merta mengabaikan banyak hal yang bersifat normatif. Petra Sihombing ingin mengajak kita sejenak untuk menikmati sore tanpa ada gangguan dari Sosial Media. Di rilisan kali ini Petra kembali mengajak kita untuk melakukan detoks digital atau rehat sejenak dari media sosial dengan cara bercocok tanam.

6. Thecomingbacks – Discord. (Malang)

Band hardcore punk asal Malang, Jawa Timur ini, telah resmi merilis album pertama di berbagai platform digital. Setelah terbangun dari tidur panjang, akhirnya mereka merilis album pertama mereka yang berjudul “Discord”. Berbicara tentang perpecahan dan konflik di keseharian masyarakat, mereka menyajikan 10 Track yang dapat kalian nikmati di media digital kesayangan kalian seperti Spotify, Itunes, Pandoradan Deezer. Di dalam album “Discord” ini juga tersedia 3 single yang sebelumnya mereka rilis via Soundcloud, yaitu “Believin’ Lies”, “Values”, dan “It Remains The Same”, yang telah mereka rilis di youtube pada bulan September lalu.

Keenam-enamnya bisa didengarkan di daftar putar Spotify milik kami, silahkan klik laman di bawah untuk mendengarkan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber