Nada Siasat Vol. 1.9 - Sudah, Ini Cukup Membosankan

Seminggu yang padat dan melelahkan kemarin cukuplah membuat kita berpikir kalau hidup masih baik-baik saja dengan rutinitas yang ada. Di akhir pekan ini, kami kembali menghadirkan daftar putar pilihan. Kali ini yang dimasukan cukup beragam, baik dari segi genre maupun dari segi rilisnya. Lumayan untuk menemani hari minggu ini buat kalian yang sedang bersantai ataupun mempersiapkan banyak hal untuk menyambut Senin esok. Berikut daftarnya:

GLR – Intisari

Bercerita tentang salah satu minuman lokal Indonesia, lagu ini mengisahkan tentang keindahan dan kesederhanaan dalam mengonsumsi minuman lokal, yakni Intisari, yang seolah menjadi sahabat dalam mengarungi naik turun kehidupan. Dibawakan dalam nuansa punk rock, GLR mempercayakan ALS Studio untuk mixing dan mastering lagu “Intisari” ini. GLR (Gerakan Lawan Radikalisme) merupakan band asal Jakarta Selatan. Mereka pada awalnya dipertemukan di suatu SMA di bilangan Jakarta  Selatan, di mana Aryanto (gitar), Dewa (drum), Edo (Vokal), Jipeng (bass), dan Jorghi (gitar) telah sepakat untuk membentuk GLR pada tahun 2012. Berbekal 4 lagu yang telah diciptakan, GLR tampil di berbagai pensi dan acara musik dalam rentang tahun 2013 sampai 2014. Setelah lama vakum akibat kesibukan masing-masing, dimulai pada akhir 2019, GLR yang kini menggandeng Pindo sebagai manajer, bertekad untuk kembali bermusik, menyelesaikan dan menambah karya-karyanya. Spirit “tidak ada kata terlambat” menjadi semangat yang diapungkan GLR untuk kembali berkarya.

Rey Putra ft Olive Ruth – Banana Toast

Rey Putra, seorang produser musik asal Surabaya yang pernah menjadi Top Finalist EMPC (Electronic Music Producer Contest) pada tahun 2019, merilis single bersama Olive Ruth dibawah naungan Holywings Records. Rey Putra menggandeng Olive karena ia merasa karakter suara Olive sangat cocok untuk single yang bernuansakan keceriaan ini. Selain menjadi Top Finalist EMPC 2019, Rey juga pernah menjadi 1st Winner dari Mandiri Pekan Raya Indonesia (PRI) Producer Contest 2017. Melalui single ini, Rey berpesan kepada produser musik yang lainnya, khususnya di Indonesia, agar selalu semangat dalam berkarya.  Olive mengaku merasa tertantang untuk bernyanyi dalam genre yang berbeda. Sebelumnya, Olive lebbernyanyi di festival, yang salah satunya adalah Karaoke World Champion yang diadakan di Jepang tahun 2019, sehingga dirinya merasa tertantang untuk masuk di dapur rekaman. Single Banana Toast dibawakan bersama nada dan lirik yang catchy. Banana Toast memang diciptakan untuk membangkitkan semangat meraih masa depan bersama orang terkasih.

Seaside – Dreaming

Seaside punya urusan yang belum selesai. Band ini melakukan sebuah comeback kecil di Rossi yang kini berujung dengan merilis satu single lama namun diaransemen ulang, berjudul Dreaming. Jika di album sebelumnya lagu ini akustik dan vokal, kali ini aransemennya full band, dan lebih hidup. Anoa Records merilis Dreaming dalam format digital dan bisa didengar di berbagai kanal musik streaming pada tanggal 9 Agustus 2020. Tak ada hal yang lebih menyenangkan selain mendapati Seaside aktif kembali dengan formasi awal, Cassandra (vokal, gitar), Andi Hans (gitar), Adi (bass), dan Aan (drum). Kembali ke lingkaran kecil yang mengawali Seaside dari hal-hal yang mereka suka dan nikmati. Sebuah comeback yang bukan sekadar menguras rindu ngeband bareng lagi, tapi menikmati hal-hal yang dahulu mereka lakukan yang pastinya bisa  berujung pada album atau EP, entah kapan. Tentunya setelah pandemi ini bisa usai secepatnya.

Bartelemi – Arunika

Kisah awal “Arunika” diinisiasi oleh Gerry sang gitaris. Bergabung sebagai vokalis dan personil terbaru, Bob mulai menuliskan lirik yang dirasa tepat dengan suasana lagu setelah mendapatkan ?pattern awal dari Gerry. Selanjutnya, lokakarya lagu dilangsungkan dengan seluruh personil, yaitu Batara pada gitar, Kiky pada drum, dan Afdha pada bass. “Lagu ini bercerita tentang pencarian seseorang untuk menikmati kehidupan, ketika ingin menikmati matahari pagi setelah lama terjebak dalam rutinitas, menumbuhkan kembali semangat pagi mereka” tukas Bob sang vokalis. Momen matahari terbit menjadi ide utama Bartelemi dalam bercerita, ketika keberanian bertemu dengan keindahan alam.Grup musik yang terbentuk pada 2016 ?ini mengakui “Arunika” adalah karya dengan proses pembelajaran yang menarik. Setelah menentukan aransemen final, materi langsung dibawa ke Studio Kandang Duren Tiga untuk menentukan tambahan dan karakter suara. Memilih memproduksi lagu secara swakarya, Bartelemi berperan penuh dalam penggarapan teknis, termasuk mengolah ?mixing ?dan ?mastering lagu.

Jendela dan Pena – Tentang Esok

Lagu ini merupakan sebuah satir sederhana dari kegelisahan yang sama-sama kita rasakan. Dunia sedang dilanda keterpurukan yang melahirkan kegelisahan pada siapa saja. Akibatnya, Kebanyakan manusia saat ini tengah merangkak hingga saling berbagi ketakutan, dan malah melupakan sisi kemanusiaan itu sendiri. Lirik lagu ini membawa perenungan bahwasanya manusia tidak sepatutnya menyerah dengan keadaan sekarang. Ketakutan hanya akan menjadi “wabah” baru yang paling mematikan dan merapuhkan semua sendi kehidupan, yang pada akhirnya menghilangkan harapan dan keyakinan.Melalui Single “Tentang Esok”, Trio Folk asal Kota Samarinda ini ingin mengisyaratkan semangat dan optimisme kepada siapa saja, bahwa sudah semestinya manusia harus saling menjaga dan tetap bertahan. Seburuk apapun kondisi, “manusia” selalu memiliki harapan tentang hari esok, demi tetap berjuang untuk hidup. Bahwa dengan saling menebarkan doa dan keyakinan, akan menjadi “penangkal” yang lebih ampuh untuk menyembuhkan dunia, daripada hanya tenggelam pada kepasrahan. Mungkin benar bahwa bencana, penyakit, wabah, kemiskinan, kesenjangan dan ketakutan , bagaikan rayap yang mengikis dinding-dinding kehidupan manusia. Namun taukah apa yang lebih perih? Yakni ketika manusia lupa dan ragu, bahwa ia adalah “manusia”.

Dimas Tasning – The Glide

Lagu anyar milik musisi yang mengusung genre funk-soul/pop ini resmi mengudara pada hari Jumat, 31 Juli 2020, dirilis melalui Sunyata Records dan sudah tersedia diberbagai platform streaming musik pada umumnya. Dimana “Sway” menghembuskan suasana feel-good dan fun, single ini seraya menginjak rem—bermain dengan getaran dan likuk nada nan groovy. Menilik lagunya, nampak sajian “kontras” yang hadir dari skema lirik dan aransemen yang dimuat. Di saat nada-nadanya mengingatkan pada kita pada your typical love songs, lirik dari “The Glide” mengupas isu personal yang menengok ke dalam diri—membuka halaman kontemplatif sarat makna di luar narasi cinta remaja. Di lagu ini juga menampilkan kolaborasi dengan Indisya Zealikha, menghadirkan sumbangan vokal yang memberikan nuansa segar ke dalam lagu berdurasi empat menit ini. Selain itu, sahut-menyahut vokal Dimas dan Indisya juga seakan kembali memperkuat “kontras” yang dijelaskan di awal, dibantu kontribusi Nadia Netanya sebagai vokalis latar. Single ini direkam dan di-mixing sendiri oleh Dimas di studio kamarnya, dengan bantuan Irsyad Agni (RADIKALIDEOLOG) pada proses mastering.

Rizky Febian – Cuek

Sukses mengadakan Intimate Concert di bulan Februari lalu dan merilis lagu di awal tahun berjudul “Tak Lagi Sama” dan di saat pandemi kemarin berjudul “Melawan Demi Dunia” belum membuat Rizky Febian puas berkarya di tahun ini. Rizky Febian membuat 3 lagu baru yang di jadikan satu projek yaitu “Garis Cinta”. Lagu-lagunya sendiri berkisah tentang fase orang banyak dalam menjalani suatu hubungan. “Garis Cinta” merupakan sebuah persembahan terbaru dari Rizky Febian di tahun 2020, proses produksi lagunya sendiri dilakukan dirumah. project ini dikemas dalam bentuk Music video series yang disempurakan oleh tim AVCD Films. Dalam Music Video Series nya sendiri menyampaikan proses cerita cinta sebuah hubungan. Dalam “Garis Cinta” terdapat 3 lagu di dalamnya yaitu Cuek, Mantra Cinta dan Makna Cinta, makna dari masing – masing  lagu tersebut merupakan cerita satu kesatuan. Meski hanya dirumah, Rizky Febian harus selalu melakukan kegiatan yang positif termasuk menciptakan karya. Tekadnya dalam mengumpulkan materi untuk albumnya sangat membuahkan hasil, Iky berhasil membuat beberapa lagu dalam masa 3 bulan karantina di rumah, salah satunya lagu “Cuek”. Seperti biasa lirik di setiap lagunya di ciptakan sendiri dan dengan dukungan dari orang disekitar membuat karya ini selesai dalam waktu singkat.

Jordi Farhansyah – Walking Over

Banyak menghabiskan waktu di rumah akibat pandemi kerap membuat orang memutar otak untuk terus melakukan sesuatu agar tetap waras. Tak jarang, kreativitas tersebut dituangkan dalam sebuah karya. Hal yang sama dilakukan oleh Jordi Farhansyah yang baru saja merilis single terbarunya ini. Kesedihan serta perasaan iba terhadap diri sendiri nampaknya telah menjadi ‘zona nyaman’ bagi Jordi dalam membuat lirik. Tak terkecuali dengan single terbarunya ini. “Walking Over” memiliki tema lirik yang serupa dengan karya sebelumnya, namun dikemas ke dalam sebuah lagu yang lebih upbeat. “Pada dasarnya, saya memang orang yang cukup melankolis. Beberapa kali sempat mencoba menulis lirik yang lebih abstrak tapi entah mengapa selalu kembali ke lirik yang seperti ini. Mungkin karena saya rasa lebih personal dan orang lain lebih bisa relate,” ungkapnya. “Walking Over” menceritakan bagaimana sulitnya melupakan seseorang, meski ia tahu bahwa orang tersebut bukanlah orang yang tepat untuk ia habiskan waktu bersama. Sama seperti karya sebelumnya, lagu ini direkam sendiri di kamar pribadinya di sela kesibukannya saat harus bekerja dari rumah akibat pandemi. Proses mixing dan mastering juga dikerjakan oleh Muchamad Nur Wibowo dari Satoekan Soeara Studio yang juga sahabatnya sejak kuliah.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading

Penanda 2 Dekade Berkarya; St.loco Rilis Nirmala

Lama tidak terdengar memberikan rima yang membuat kancah musik tanah air bergetar, St.loco akhirnya menghembuskan kabar baik. Telah banyak yang mereka gores ke dalam lembaran kertas, tentang perjalanan panjang, dan...

Keep Reading