Nada Siasat Vol. 1.5 - Dunia, Apa Kabar?

Seminggu yang padat dan melelahkan kemarin cukuplah membuat kita berpikir kalau hidup masih baik-baik saja dengan rutinitas yang ada. Di minggu ini, kami kembali menghadirkan daftar putar pilihan. Kali ini yang dimasukan cukup beragam, baik dari segi genre maupun dari segi rilisnya. Lumayan untuk menemani hari minggu ini buat kalian yang sedang bersantai ataupun mempersiapkan banyak hal untuk menyambut Senin esok. Berikut daftarnya:

College Rooster – You See That Guy in MRT?

Dibentuk pada tahun 2017 dan berbasis di Kota Malang. Band ini beranggotakan 4 orang personil yang masing-masing bertugas untuk mengisi posisi vokal, gitar, bass dan drum. Mereka adalah Bima (Vokal dan Gitar), Valdo (Bass dan Backing Vocal), Ghiffari (Gitar) dan Rafsa (Drum). College Rooster merupakan tempat bagi mereka untuk meluapkan segala macam emosi ke dalam bentuk musik bernuansa emo, pop punk dan alternatif yang disusun secara indah dan penuh ekspresi. Lagu ini menceritakan tentang rasa sakit, kemarahan, dan kesedihan yang datang dari masa lalu, terjebak di pikiran dan menghancurkan hidup secara perlahan. Terdapat luka yang terus membekas, terlukis dalam hidup dan tak terhapuskan. Melalui single ini, mereka ingin mencoba memvisualisasikan makna lagu ini ke dalam bentuk seorang pria yang duduk sendirian di dalam MRT. Perasaan emosional, dikemas dalam musik punk rock yang energik dengan beberapa nada emo yang gelap.

Sabtu 7017 – Hey

Lagu ini lahir dari sebuah kegelisahan semua personil akiibat adanya berbagai masalah yang mampir di kehidupan mereka. Kemudian masalah tersebut memicu band ini untuk mencipta nada dan lirik yang mengangkat isu-isu sosial yang ada di masyarakat luas. Secara keseluruhan, lagu ini bercerita tentang pola pikir atau paradigma masyarakat yang selalu menyimpulkan suatu konflik dengan cara menerka-nerka tanpa bertanya. “Dan tentu lagu ini ditujukan kepada para penerka yang bodoh yang hanya bisa menerka tanpa tau dari kebenaran sesungguhnya,” ucap Anyo vokalis dari Sabtu7017. Lagu yang direkam pada tahun 2019 di Lemons Studio dan di mixing mastering oleh avedismutter. Dilihat dari segi komposisi musik tidak jauh berbeda dengan lagu lagu Sabtu7017 yang lain, lagu ini kental akan nuansa Rock yang liar dan dari segi sound Sabtu7017 tetap konsisten memilih sound yang jadul atau vintage. Maka dari itu lagu ini akan membawa para pendengar kembali merasakan nuansa musik Rock era 70han.

Trigga Coca – Fuct/Lord

FUCT/LORD adalah duology singles atau EP yang terdiri dari 2 lagu yang berjudul FUCT dan LORD. Kedua lagu ini menceritakan isu yang berbeda dengan nuansa lagu yang berbeda pula. FUCT menceritakan perspektif Trigga Coca terhadap scene music (Hip Hop), sedangkan FUCT menceritakan hal yang lebih personal yaitu respon atau kritik terhadap pandangan masyarakat tentang arti kebahagian dari sudut pandang kemapanan material. Meskipun kedua lagu ini adalah lagu yang berbeda, lagu ini bisa dimainkan sebagai 1 lagu dengan pergantian yang smooth dari FUCT ke LORD, hal ini untuk mensimbolkan bahwa kedua keresahan ini berjalan bersamaan di dalam pikiran Trigga Coca.

Maliq Adam – Sometimes, Waiting

Dirinya selama ini akrab dikenal publik luas dengan band Kota & Ingatan sebagai gitaris. Sekarang dia telah kembali setelah hiatus dalam kolektif bermusiknya, dengan merilis single perdana instrumental bertajuk ‘Sometimes, Waiting’ di bawah naungan namanya sendiri. Lagu ini sendiri adalah proyek pertama yang ia garap secara mandiri, mulai dari rekaman, produksi, meramu, hingga artwork, semua itu dikerjakan olehnya sendiri. Adam mengaku bahwa alasan ia membuat ‘Sometimes, Waiting’ berangkat dari hal-hal yang menurutnya sederhana. “Jadi, single ini ceritanya ada seorang anak laki-laki yang selalu ingin tahu tentang masa depan. Single ini ibarat representasi dari kegelisahan, ketakutan, tapi juga penasaran akan hal yang akan terjadi. Sebagai manusia, kita hanya bisa menerka-nerka hal apa yang akan terjadi nantinya, tak terduga, dan terkadang penuh kejutan,” bebernya. Musiknya sendiri memang masih terdengar tidak jauh-jauh dari band kolektifnya, Kota & Ingatan. Namun, Sometimes, Waiting bisa dikatakan lebih personal dan lebih murni, seperti akumulasi dari referensi atau perjalanan musik Adam selama ini.

Biagi – In Your Eyes

Akbar Biagi Prayuko atau lebih dikenal dengan nama Biagi adalah seorang musisi baru asal Indonesia yang sempat berduet dengan Rini di ajang bergengsi Java Jazz Festival 2020 lalu karena memenangkan kontes cover di Instagram. Kini, Biagi siap menyapa penikmat musik Indonesia lewat debut lagunya ini. Berkisah tentang hubungan dimana seorang lelaki berusaha meyakinkan pasangannya ke jenjang yang lebih serius karena pasangannya tersebut masih menyimpan kenangan buruk dengan lelaki sebelumnya. Biagi membagikan pengalaman pribadinya ini lewat sebuah lagu dengan genre Pop yang kental namun diimbangi dengan sentuhan chill di dalamnya. Sehingga pendengar dari lagu ini akan merasa terbawa suasana romantis dari lirik maupun lagunya sendiri. Dengan suara lembut khas Biagi, lagu ini tentunya dapat dengan mudah menjadi anthem romantic untuk pasangan yang mungkin ingin mulai menjajaki babak baru dalam hubungannya, atau mungkin baru mau memulai hubungan.  Sebuah pesan ingin disampaikan Biagi lewat lagu ini. “Sedih itu sebenarnya adalah hal yang wajar. Let it flow, jangan lupa kalau di sekelilingmu masih banyak hal baik yang bisa disyukuri”, ungkapnya.

Humming Town – Semayam Sendu

Lagu ini memiliki cerita tentang kisah asmara hubungan anak muda yang tidak pernah bisa sejalan, dan tidak pernah dapat menemukan benang merah ketika mendapatkan masalah. Single ini merupakan lagu yang dapat dinikmati oleh semua kalangan  di setiap waktu. Humming Town beranggotakan Dini pada gitar dan vocal, Fikri pada gitar, Irwan pada Bass dan Yogi pada drum. Grup ini dibentuk dari ketidak sengajaan beberapa orang teman yg memiliki kesamaan hobi. Beberapa kali bongkar pasang personil sampai akhirnya bertahan 4 orang personil saat ini. Band “iseng-iseng” ini dibentuk dengan tujuan mengisi waktu luang sampai dengan membuat bukti otentik bahwa pada saat muda, keempat orang ini pernah menghasilkan karya musik. Mereka adalah band Indie Pop asal Lombok, yang pada akhir tahun lalu menyelesaikan album pertama mereka yang bertajuk “Melancholy Heartbeat” yang berisikan 10 track lagu. Melancholy Heartbeat merupakan kesimpulan dari semua lagu yang didalam isi lagunya menceritakan tentang kehidupan anak muda, mulai dari jatuh cinta hingga patah hati.

Plastisin – Sampar

Wabah kadang kala bisa menjelma menjadi apa saja, seperti apa yang Plastisin tulis dalam debut single ini. Karya tersebut sebenarnya telah ditulis sejak 2018 silam, yang juga hadir bersamaan dengan berbagai rentetan lagu lainnya. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya single ini rampung pada tahun 2020. Tanpa disangka, wabah secara brutal meluas dan melanda di tahun 2020, bertepatan dengan tahun rilis single tersebut. “Sampar” disajikan dengan rasa alternative rock era 90, semua yang mereka implementasikan adalah refleksi dari masing-masing member Plastisin, seperti pop, grunge, hardrock, shoegaze mbv, dan progressive rock. Begitupun lirik yang mereka tulis menggunakan bahasa Indonesia, yang banyak terpengaruh oleh penulisan lirik rock Indonesia di awal kemunculannya.

Socialist – Bunch of Greed

Setelah menyelesaikan lagu pertama “Roman Disaster”, Socialist, grup band ber-genre stoner rock asal Semarang kembali dengan sebuah single baru yang menceritakan mengenai lelucon yang terjadi di dalam dunia manusia dewasa. Sebuah cerita tentang gambaran dari sudut pandang seorang insan yang terjebak dalam lingkaran hidup serba batas cukup. Memeras keringat dan isi otak >8 jam setiap hari kerjanya tidak kunjung menyuguhkan rasa aman dan tenang, dibuntuti bayang-bayang tagihan biaya studi dan hutang. Membuang setiap waktunya untuk bekerja hanya untuk bisa melunasi KPR rumah tipe 36nya. Berlawanan dengan nasibnya, beberapa orang menghabiskan akhir pekan tanpa sedikitpun kerutan dahi dan bermain golf bersama kolega. Entah siapa mereka. Barangkali orang-orang yang memperkerjakannya, atau orang-orang yang digaji dari uang pajaknya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading