Nada Siasat Vol 1.4 - Selamat Datang Pertengahan

Apa kabar kalian semua di akhir pekan ini, semoga saja penuh dengan kerjaan dan deadline. Sama seperti yang kami lakukan belakangan ini. Kali ini masih seperti biasanya, mendaftarkan beberapa lagu pilihan sebagai teman kami untuk bekerja, rapat dan segala hal yang tentu membuat kami bahagia setiap saat. Mendengarkan musik tidak melulu harus yang baru, lagu-lagu lama pun rasa-rasanya cukup ideal dengan era sekarang. Apa yang kalian dengarkan juga tentu kami dengarkan, sebab musik bisa menyatukan orang-orang. Yang dimasukkan hari ini cukup beragam, baik dari segi genre maupun dari segi rilisnya. Lumayan untuk menemani hari Sabtu ini buat kalian yang sedang bersantai ataupun mempersiapkan banyak hal untuk menyambut Minggu esok. Berikut daftarnya:

Adrian Khalif – Find Me

Pria yang baru saja berulang tahun yang ke-28 ini hadir kembali dengan rilisan single barunya berjudul “Find Me”. Single ini sendiri disinyalir merupakan kelanjutan cerita dari “Embrace, Embrace”. Adrian pun berujar “Find me is about the way out, the answer from previous anxiety, jadi ini semacam jawaban dari all the problems that i’m expressing in embrace, embrace,” ujar suami dari Libra Akila ini. “Find Me” adalah sebuah pesan magis yang diperuntukkan buat kamu yang mungkin kini saatnya menyadari kesalahanmu dan saling menerima apa adanya satu sama lain. Adrian pun melanjutkan “Here in ‘Find Me’ i’m tryin to show a vulnerable side, semacam moment of truth kalo dia emang nggak bisa hidup tanpa pasangannya, you know like people will make some mistake but if we support each other, we will be strong together,” ujar pria yang sempat meraih AMI AWARD 2017 kategori Karya Produksi Rap/Hip Hop Terbaik dan Anugerah Planet Muzik 2018 untuk kategori Artis Baru Terbaik (Lelaki).

Akan – Penerimaan

Karya ini merupakan versi alternatif dari lagu “Membabi Buta” yang hadir di debut album mereka yang rilis pada 2019. Melalui materi terbarunya, akan ingin mengubah persepsi, pikiran dan perasaan negatif menjadi sesuatu yang positif. Bagi mereka, penerimaan adalah langkah awal kehidupan; seperti sorot cahaya di ujung lorong kegelapan. Manusia bisa percaya tentang masa depan yang penuh harapan. Tanpa penerimaan, hidup adalah jalan panjang yang kehilangan tujuan. “Penerimaan” juga sekaligus menjadi prolog dari album kedua akan yang diharapkan rilis pada tahun mendatang. Proses rekaman dan post-production dilakukan bersama Rama Harto di rekamkamar Studio yang kreativitas dan ciri khasnya juga menjadi warna tersendiri di lagu ini.

Shankara – Town to Town

Lagu ini mengisahkan pengembaraan yang dilakukan oleh Shankara untuk berdamai dengan diri, menikmati bergulirnya waktu, menghargai dan memaknai segala sesuatu yang ia jumpai. Berusaha untuk meninggalkan kehidupan yang telah lalu dan berharap menemukan makna di tempat (diri) yang lain agar dapat menemukan peristirahatan yang tenang. Lirik pada lagu “Town to Town” menceritakan bagaimana sang Shankara mendapati sebuah keadaan yang tak terkendali dalam hidupnya dan memutuskan untuk menghilang sebagai bentuk pengasingan diri. Dikemas dengan alunan musik Rock sebagai perantara tersirat dalam penyampaian kisah yang tersurat dalam lirik lagu “Town to Town”. Shankara sebagai Lakon Pengembara kemudian menjadi sudut pandang pertama yang mengisahkan kisahnya sendiri, hidup dari cerita dan perjalanan. Terbentuk dalam nuansa ‘Rock’ pada 2019 di Pamulang, Tangerang Selatan oleh Ruby Prawira Negara (gitar), Rizky Pramadani (vokal & bass), Raihan Azhara Azed (gitar).

Nowfal – 01

Kita manusia sudah dipastikan diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda dan jenuh dan Lelah adalah salah satu hal mendasar yang pasti dirasakan oleh Usaha yang bisa kita lakukan adalah berusaha menjaga apa yang sudah diberi. Hal ini dapat menjadi pemicu manusia untuk menentukan keputusan demi keputusan di tahun-tahun setelahnya. Muhammad Naufal Fauzan solois asal Bandung kelahiran Banjarmasin 22 Mei 2000 yang merasa terhubung dengan isu ini, hingga kemudian dia menerjemahkannya dalam sebuah lagu, dengan lirik yang menggunakan metafora sehingga memberikan pendengar kebebasan untuk berimajinasi dan menghadirkan persepsi sendiri tentang lagu ini yang didaulatnya menjadi single perdana. Diakui olehnya jika kejadian ini selalu ada di sekitar dan rasanya akan selalu ada. Usaha apapun yang dilakukan generasi demi generasi, sosialisasi demi sosialisasi akan selalu ada celah untuk terjadi, karena memang hal ini adalah hal mendasar yang dimiliki oleh setiap orang , yaitu merasa Lelah dan jenuh.

Wedhar Pranata J – Tak Berhenti Di Sini

Wedhar mengawali karirnya sebagai seorang musisi dengan merilis single pertamanya yang berjudul “JalaniDenganku” pada pertengahan tahun 2019. Dengan berbagai genre yang saat ini muncul di berbagai panggung musik Indonesia Wedhar lebih memilih mengusung genre pop, karena iaingin pesan yang disampaiakan dalam lagunya dapat dengan mudah diterima dan dipahami masyarakat luas. Di lagu ini dia menceritakan kegelisahan terhadap sebuah perpisahan yang menyisakan atau meninggalkan hubungan yang tidak baik. Wedhar ingin menyampaikan bahwa mengakhiri sebuah hubungan cinta tidak harus menyisakan sebuah polemik yang berlarut-larut, sehingga walaupun Sudah tidak memiliki hubungan asmara, hubungan baik harus tetap terjaga sampai kapanpun itu. Berawal dari kisah pribadi Wedhar sendiri terhadap kisah asmaranya, wedhar juga ingin para pendengarnya dapat mengambil pelajaran positif pada lagu ini. Diproduseri oleh dirinya sendiri, dalam lagu ini dirinya dibantu oleh Anshar Aziz Machmuda pada gitardan juga Babas pada Bass.

President Party Indonesia – Indonesia Saling Menguatkan

Lagu ini adalah sebuah karya yang tercipta ketika hastag #Indonesiaterserah viral di media sosial, entah siapa yang membuatnya, yang pasti saya adalah salah satu dari banyaknya orang yang tidak berkenan atas kemunculan hastag tersebut. Dampak negativ nya sangat sangat luar biasa untuk jangka panjangnya, Indonesia yang selama ini mengenal rasa saling membantu, jiwa sosial yang tinggi akan luntur dan akan berubah menjadi “bodo amat / terserah”, menurut saya mengedukasi tidak harus sekali lalu kita paham ada tahapan tahapannya, Garda terdepan adalah masyrakat atau kita sendiri. Karya ini lahir dan di kerjakan dalam waktu 48 jam non stop, adanya alunan instrumen gitar dengan pola instrument banjo yang dimainkan oleh Wanda Banny instrument konga yang dimainkan oleh Ridwan  membuat karya “Indonesia Saling Menguatkan” lebih bernuansa rocabilly atau balada, musik yang memiliki nuansa ceria dan dinyanyikan bersama sama serta ada bagian vokal anak kecil membuat karya ini memiliki arti penegasan untuk tetap saling menjaga satu sama lain  dan jangan lelah untuk saling menguatkan, dan juga bagian reff juga di nyanyikan bersama sama teman teman kurowo membuat semakin tegas dan terasa kebersamaannya karya ini.

The Sailors – Wanderer Rhapsody

Lagu baru ini menjadi pertanda kembalinya The Sailors dengan format yang baru. Dalam produksi lagu ini, Pradana Samara atau akrab dipanggil Dana melakukan produksi lagu bersama rekan-rekannya. Di dalam “Wanderer Rhapsody” ini, Dana bercerita tentang anak yang merantau dan rindu dengan kampung halamannya. Anak itu memutuskan untuk merantau karena ingin menjadi orang hebat dan menjadi sosok orang yang tangguh. Berani merantau karena harapan orang tua ada padanya, anak itu berharap hidupnya di perantauan berguna untuk masa depannya. Walau terkadang rindu dengan orang tuanya dan ingin segera pulang, anak itu selalu mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman. Anak itu berpikir jika dirinya pulang, hidupnya pasti tidak terjamin dan selalu hidup dengan tanpa rasa tanggung jawab. Perjalanan musik The Sailors memasuki era baru ketika memutuskan untuk beranggotakan satu orang saja. The Sailors merilis lagu “Wanderer Rhapsody” berkat bantuan Zikri Aufarrahman untuk pengisi bass, Wedhar Pranata Jati untuk pengisi keyboards, Widyuta Wibisana untuk pengisi drum, Jascha Benny untuk pengisi guitar, kemudian lagu “Wanderer Rhapsody ini dimixing dan mastering di Abel Studio Jogja.

Petra Sihombing – ADU/H

Dua lagu ini sekilas menceritakan perihal information exchange di dunia digital yang tidak akan ada cukupnya. Ada beberapa cerita di sini yang ditulis secara tidak kronologis. Tapi intinya diia dan Danilla banyak membahas hidup di era digital. Semacam sequel dari lagu Cerita Kita Milik Semua. Semenjak masa pandemi ini, Petra mengadakan sesi temu penggemar melalui video call, ceritakan bagaimana rasanya menjalani pola komunikasi yang baru dengan mereka? “Gue seneng sih. Salah satu hal baik yang bisa kita lakukan lewat internet. Semoga bisa ketemu lagi tapi, tetep beda rasanya ketemu beneran. Besar harapan dari Petra agar single terbaru ini bisa disukai oleh banyak orang di luar sana.” Single ini merupakan rilisan kedelapan, langsung mempunyai pembeda yang sangat terasa dibandingkan rilisan-rilisan terdahulu, dengan konsep dua trek di satu rilisan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading