Nada Siasat Vol 1.3 - Merekam Rasa

Di beberapa kawasan di Indonesia, musim sedang berganti. Ada yang sudah mengalami udara dingin di malam hari, ada yang makin terik hidupnya. Yang harus disyukuri, adalah bahwa musik tidak berhenti. Ia terus berproduksi dan memberi ruang untuk semakin banyak orang yang bisa berkarya dengan tangan sendiri. Banyak hal menarik tentunya yang sudah terjadi di beberapa bulan kemarin. Mulai dari ranah politik hingga musik. Akhir pekan ini, kami banyak menerima kiriman-kiriman materi dari para musisi. Materi yang berhawa kebaruan dan segar. Dari banyak yang masuk, kami merangkum menjadi 8. Silahkan disimak.

The Finest Tree – Membiru

Lagu “Membiru” merupakan karya terbaru setelah EP Album “Tertujuh” yang telah dirilis pada November 2019 lalu. Lagu ini akan menjadi pembuka album The Finest Tree selanjutnya. Tomo Widayat yang juga additional guitar atau synth Sheila on 7 masih dipercaya memproduseri single terbaru ini. Di balik setiap baris lirik-liriknya, lagu “Membiru” memiliki makna yang cukup mendalam bagi perjalanan Cakka dan Elang sebagai musisi. Kakak beradik ini tak memungkiri, semasa berjalan sendiri-sendiri di masa hiatus, berbagai pengalaman asam dan pahit sempat datang secara bertubi-tubi ke kehidupan mereka. Meski demikian, mereka memandang pengalaman tersebut sebagai cobaan dalam hidup yang memang harus dilewati. Dalam perjalanan kariernya, The Finest Tree sempat mengalami hiatus sepanjang 2018. Pada saat itu, Cakka membutuhkan waktu sendiri dan memilih menepi dari dunia musik. Sekembalinya dari hiatus, The Finest Tree kembali berkarya dengan warna musik yang lebih segar dari sebelumnya.

Manny Rune – Seafoam/Bonne Nuit

Setelah merilis “Daisy” pada bulan April lalu, Manny Rune kini kembali lagi dengan dua lagu baru, “Seafoam” dan “Bonne Nuit”. Dua lagu baru ini mempunyai karakter yang berbeda, baik dari sisi aransemen musik maupun liriknya. “Seafoam”, merupakan lagu tentang bersenang-senang namun masih menjunjung tinggi batasan wajar yang dibalut dengan perkusi layaknya Steely Dan, harmonisasi ala The Beach Boys & modulasi gitar layaknya TOTO. Sedangkan, “Bonne Nuit”, merupakan lagu tentang berkeliling kota sambil bernostalgia yang dibalut dengan drum machine dengan pendekatan ala musik-musik 80an akhir sampai 90an awal seperti The Blue Nile dan Primal Scream. Dibantu oleh Vari Rivano (gitar & synthesizer), Alexander Bryan (bass) & Najmi Ismail (mixing & mastering). Kali ini Dennis membawa Sarrah Ashby sebagai pengisi suara wanita di kedua lagunya. “Seafoam” & “Bonne Nuit” sangat cocok dijadikan soundtrack untuk berkendara di malam hari maupun untuk menemani kegiatan sehari-hari.

Kink Yosev & Tacbo – You Look Everywhere (Except)

Dalam single ini, Kink Yosev dan Tacbo saling berbagi peran untuk sektor penulisan lirik ataupun produksi musik. Ini bukan pertama kalinya Kink Yosev dan Tacbo berkolaborasi, sebelumnya mereka juga pernah merilis nomor “Dead Out Here!” dan “No Scene in 16”. Sama seperti lagu-lagu sebelumnya, lagu ini juga hasil dari pertukaran berbagai ide dan karya di antara keduanya. Dirilis oleh label rekaman Bureau Mantis, “You Look Everywhere (Except)” tersedia di berbagai layanan musik streaming pada tanggal 24 Juni 2020. Single ini merupakan buah hasil dari kondisi tak menentu yang memaksa keduanya untuk beristirahat panjang di rumah masing-masing. Kejenuhan akan rutinitaslah yang pada akhirnya membuat Kink Yosev dan Tacbo kembali terkoneksi dan melakukan sesi workshop jarak jauh. Ketidakpastian kondisi hari ini justru membuat Kink Yosev dan Tacbo berencana untuk merilis Extended Play (EP) pada Juli mendatang. EP ini menjadi cara Kink Yosev dan Tacbo dalam merespon pandemi.

Indra Gatot – Hunger (Stay at Home)

Vokalis dari band skatepunk Rosemary asal Bandung ini membakar rasa bosannya dengan merilis single ini. Dengan Yuki (The Kitty Story) yang berperan sebagai produser untuk proyek akustik di bawah naungan label Brokenboards record, lagu ini didapuk sebagai gerbang awal dari karya-karya lain yang akan segera datang. Sebenarnya, lagu ini sebelumnya pernah dirilus oleh band dari Yuki tersebut, dan kemudian Indra Gatot kembali merilisnya dengan kemasan yang sangat jauh berbeda dan kemudian menambahkan kata “Hunger” yang mana bisa berarti keinginan yang kuat dan equal dengan kondisi yang dialami oleh setiap orang. Selanjutnya, Indra akan merilis banyak lagu yang akan dikemasnya dengan nuansa akustik yang berbeda.

Jasmine Risach – Little Bird

Lebih dulu dikenal dengan gitar akustik dan nyanyian sendunya di berbagai panggung lokal Makassar, Jasmine Risach kini meneguhkan hatinya untuk merekam dan merilis karyanya secara independen. Berperan sebagai penyanyi sekaligussongwriter di lagunya sendiri, Jasmine menawarkan nuansa pop nan chill kepada para pendengarnya. Track ini merupakan rilisan pertama Jasmine yang semua lirik dan notasinya adalah hasil buah tangan dia sendiri. Yang bertutur tentang kerinduan, mimpi, dan pertanyaan-pertanyaan tentang hari esok. Yang kedewasaan dalam penulisannya (baik musik maupun lirik) seperti terkesan melampaui kebeliaan Jasmine yang baru saja merayakan ulang tahun ke-19 beberapa hari lalu. Little Bird direkam di HYMN dan Laricci Studio. Diproduseri oleh A Reza Grenaldi dan mixing-mastering oleh Dralls Setiawan. Semua bebunyian di rekaman ini dimainkan oleh Jasmine Risach dan A Reza Grenaldi. Artwork oleh Muhammad Assad. Serta executive producer oleh Muhammad Sachrial dan Mistrianie FA Muin.

Bajoo – Es Krim

Hal-hal kecil dalam hidup kita terkadang sangat berarti dan memberikan warna pada kehidupan, walaupun kita sering kali melupakan hal hal kecil tersebut. Bayangkan jika di dunia ini benda-benda seperti kursi, sendok, ataupun es krim tiba-tiba tidak lagi diciptakan. Single “Es Krim” adalah karya seni yang diciptakan dan ditujukan untuk mengapresiasi hal-hal kecil di sekitaran kita yang rasa nya terlalu biasa dan remeh temeh, dan pada tema kali ini hal tersebut adalah es krim. Upaya dalam menggambarkan momen ini terdengar pada lirik yang simpel serta desain instrumen maupun suara yang terkesan organik dan sederhana tetapi juga kaya akan bunyi unik yang mengajak pendengar untuk tidak hanya mengalami musik ini melalui telinga, tetapi juga melalui imajinasi untuk terus mengikuti kisah sang penyanyi. Tak hanya ditujukan untuk mengapresiasikan hal kecil, single “Es Krim” dengan liriknya yang simpel juga ditujukan untuk mensyukuri dan mengajak pendengar untuk lebih bijak serta tidak serakah terhadap nikmat yang ada disekitar mereka.

Chriselda – Bad Vision

Berbeda dengan karya sebelumnya yang masih terbalut dalam nuansa cinta, Bad Vision merupakan RnB ballad bernuansa dark yang membahas tentang mental health secara implisit, menggunakan jarak pandang manusia sebagai simbolismenya. Single berdurasi 2:43 menit tersebut ditulis, digubah, dan diproduksi oleh Chriselda sendiri selama 2 minggu sebagai upaya mengisi waktu luang selama masa pandemic Covid-19 ini. Chriselda merupakan penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta berusia 22 tahun yang memulai karir bermusiknya dari festival lomba menyanyi dari umur 4 tahun. Ia kemudian mulai memberanikan diri untuk menulis dan memproduksi lagu serta mempublikasikannya melalui internet di awal 2020. Debut single Chriselda yang berjudul MINE, berhasil meraih hati lebih dari 11 ribu pendengar Spotify.

JAVE! – Menari Denganku

Menari Denganku” sebagai single kedua JAVE! adalah lagu yang dikategorikan sebagai pop, dengan musik up-beat dan energik. Lagu ini mengangkat tema berlatar sebuah pesta dansa, terdapat seorang pria yang sangat ingin berdansa dengan pujaan hatinya dimalam itu, namun pria tersebut hanya berdiam tidak berani menyelaraskan apa yang ada dipikarannya dengan tindakan dan hanya menjadi mimpi. JAVE! adalah sebuah band asal Bandung, memiliki empat member yaitu Kevin (vocalist), Reza (Pianist), Adijon (Bassist) dan Ryan (Drummer) yang telah menginjakan kakinya di panggung Hiburan Indonesia semenjak tahun 2015 ini memiliki antusias yang sama mengenai music dengan berbagai macam genrenya. Januari 2020 merupakah single pertama dari JAVE! Berjudul “Fantasi” pertama kali dapat didengarkan oleh khalayak ramai dan telah lebih dari 10rb pendenger. Sampai selanjutnya dimasa-masa pendemi saat ini JAVE! Terus berkarya dan menghasilkan sebuah lagu yang berjudul “Menari Denganku”.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading