Nada Siasat Vol. 1.2 - Lantunan Akhir Pekan

Kadang hidup berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Banyak kejadian yang mengejutkan hadir di setiap hari, belum beres satu hal, muncul lagi hal yang lain. Temponya selalu naik turun, kadang senang, tak jarang sulit. Sama seperti hidup, musik pun juga memiliki hal yang dominan sama. Bukan mainnya, kian ke sini, sebaran musik makin merata. Karya-karya segar tumpah ruah jumlahnya. Tidak lagi jadi sesuatu yang susah dan harus dirasakan kespesialannya. Menyenangkan sudah pasti, dari sana bisa dilihat bahwa ada suatu proses yang terus maju ke depan. Semakin banyak yang berkarya, semakin bagus pula pilihan yang tersedia. Pengenalan talenta baru yang lebih luas daya jangkaunya, terus dilakukan. Yang lama pun juga tak mau ketinggalan, banyak karya yang selalu dihadirkan. Dua hal ini, suka tidak suka, pasti selalu akan mendominasi metode pemilihan apa yang akan didengar. Tanpa berlama-lama, silahkan disimak.

Lourentia Kinkin – Apa Kabar Jakarta

Apa Kabar Jakarta’ ditulis pada tahun 2017 saat Kinkin sedang mengunjungi salah satu temannya yang pindah ke Jakarta. Lagu ini menggambarkan bagaimana kita sering kali mengasosiasikan tempat-tempat tertentu dengan seseorang sekaligus kenangan di baliknya. Lagu ini mengajak kita untuk mengingat kenangan yang baik, berandai-andai apakah ada kerinduan di balik setiap sakit hati. Single ini direkam di Emobi Studios dan diproduseri oleh Maliq Adam. Proses mixing dan mastering digarap oleh salah satu teman baik Kinkin, yakni Aris Sadewo. Perjalanan merilis single ini dirasa KinKin cukup panjang, mengingat bagaimana proses kreatif di balik lagu ini melibatkan begitu banyak orang, di antaranya Efraim Andhanny, Michael Setio, Valens Rosang, serta Yogamasu yang mengerjakan bagian artwork.

Ify Alyssa – Whay About Us

Berbeda dengan single sebelumnya “Dua Insan” yang memiliki konsep musik minimalis berfokus pada permainan pianonya serta gitar akustik Adhitia Sofyan, kali ini Ify Alyssa kembali dengan konsep band dan memberikan sentuhan pop & jazzy pada lagu terbarunya. Instrumen organik memang sudah menjadi ciri khas pada musik yang disuguhkan Ify Alyssa, kali ini didominasi dengan variasi bunyi perkusi yang dimainkan oleh Ayla Adjie. Ia berharap pendengar dapat memaknai lagu ini sesuai interpretasinya masing-masing, namun dapat diakui makna lagu ini sangat personal bagi Ify atas kehilangan Ayah yang dicintainya pertengahan Maret lalu. Lagu ini juga merupakan harapan agar dunia lekas sembuh kembali. Tak kehabisan akal untuk tetap merilis video klipnya ditengah pandemi, ia mengajak para followers untuk ikut berkontribusi dalam pembuatan klipnya dengan mengumpulkan video berisi momen penting dalam hidupnya masing-masing.

Thavita – Apa Kabar

Ada pepatah yang mengatakan, jangan menunggu esok hari untuk mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan hari ini. Meski berada di tengah banyaknya batasan situasi pandemi, Thavita tetap setuju. Dengan single “Apa Kabar” yang telah rilis ini, Thavita tidak hanya berhasil meretas jarak dan mempertahankan jadwal, tetapi juga sekali lagi membuktikan bahwa passion adalah kekuatan yang luar biasa. Banyak yang bilang, tahun 2020 bukan tahun yang baik untuk memulai sesuatu. Tapi, kalau kita sungguh-sungguh,  jalan keluarnya pasti ada.” Tahu nggak, awalnya, kita nyaris tunda perilisan MV Apa Kabar sampai tahun depan, loh,” kata Thavita mengenang, “Tapi akhirnya kita ulang lagi perencanaan dari awal, cari cara supaya situasi ini bisa kita manfaatkan untuk tetap berkarya meski dengan cara yang sama sekali lain.” Tutur Thavita. Selain menghadirkan rasa dan emosi, lagu ini juga secara sadar menampilkan sketsa- sketsa yang organik dan jujur dari sosok seorang Thavita.

Aditya Ariandika – Pain

Adit, sapaan akrab dari Aditya Ariandika, mengeluarkan single yg berjudul “Thunderstorm”, dan single inilah yang membuat namanya naik ke permukaan dan makin dikenal di dunia maya, terbukti dengan capaian lagunya yang didengar hingga lebih dari 100.000 plays di Spotify. Namun,  pada saat itu dikarenakan memproduksi lagu dan bernyanyi hanya dianggap sebagai hobi, Aditya Ariandika tidak pernah berani mempromosikan lagu-lagu yang ia ciptakan ke khalayak ramai. Karya terbarunya yang berjudul “PAIN” ini adalah sebuah lagu yg ditulis Adit Ketika ia merasa hidupnya sudah terlalu tenggelam dalam rasa sakit, dan tidak bisa melihat adanya harapan yang tersisa untuk dirinya di masa depan. Pada lagu ini juga, Adit ingin menyampaikan pesan bahwa orang yang terlihat bahagia di permukaanya, belum tentu juga merasakan kebahagiaan seutuhnya dalam dirinya.  Terkadang, sebagian justru berbalik arah menjadi rasa sakit yang sangat pedih.

Reikko – Down For Whatever

Pluus Record kembali menghadirkan musisi baru dalam managementnya. Kali ini, Reikko, salah satu talent baru dari Pluus Record baru saja mengeluarkan single perdananya yang berjudul “Down For Whatever”. Single ini resmi dirilis pada Jumat, 19 Juni 2020 di seluruh digital platform. Single “Down For Whatever” menceritakan tentang perjalanan dua pasang kekasih yang membutuhkan quality time bersama, tapi keduanya punya kesibukan masing-masing yang membuat mereka sulit punya waktu bersama. Reikko sendiri mulai bernyanyi pada usia 13 tahun. Bernyanyi yang pada awalnya dimulai sebagai hobi, berubah menjadi sesuatu yang lebih ketika Reikko memutuskan untuk mengejar musik pada tahun 2019. Reikko mulai dengan membuat cover song di Youtube dan tergerak untuk membuat lagu sendiri. Single yang Reikko produksi sebelum bergabung dengan Pluus Record yang berjudul “Can’t Away Away“, murni terinspirasi oleh cintanya untuk suara RnB Pop. Namun, ketika Reikko menyelam lebih dalam ke dunia musik, Reikko mulai mencoba bereksperimen dengan genre lainnya.

Ringgo 5 – Say Something

Kembali menyapa penikmat musik Indonesia dengan karya terbarunya yang berjudul “Say Something”. RINGGO 5 yang terdiri dari Rhein Michael (Rhein) Gitar/Keyboard/Synth, Robert Matthew (Robert) di Bass, Nara Pawaka (Nara) di Vocal, Gege Adita (Gege) di drum dan Rishad Marciano (Rishad) di Gitar, tetap mempercayakan lagu ini untuk diproduseri kembali oleh sang drummer, Gege Adita dengan bantuan rekannya Rama Harto. Tidak hanya disitu saja, lagu ini ditulis sendiri oleh Nara Pawaka. Nara pun mengajak Narendra Pawaka vokalis dari band Dead Bachelors untuk menjadi Vocal Director. Menceritakan tentang pesan dan telfon yang tak kunjung dibalas, single ini juga menghadirkan cerminan mengenai apa yang terjadi dalam kehidupan sebagian kisah cinta para remaja. Single ini juga menjadi single ketiga dari mini album / EP yang juga akan dirilis di tahun ini.

Pabu Ochall – Alkoholog

Salvius Reyaan A.K.A Pabu Ochall Raper asal Klaten resmi merilis single pertamanya ini di berbagai layanan musik dalam jaringan bersama ORSA.GXNG kolektif Hip-Hop klaten pada tanggal 12 Juni 2020. Lagu ini ditulis dan diaransmen oleh Salvius Reyaan A.k.A Pabu Ochall sendiri. Dalam lagu ini dia mencoba merespon stigma peminum alkohol yang sering dicap perusuh dan kriminil. “lagu ini saya tulis untuk mereka yang melabeli peminum alcohol perusuh dan kriminil, di lirik lirik lagu alkoholog ini menggambarkan tentang anak muda yang tidak hanya sekedar mabuk, tapi juga mestinya produktif dalam berkarya dan berkarya,” ujar Salvius Reyaan A.K.A pabu Ochall.

Glen Clivto – Klise

“Klise” adalah cerminan kisah pribadi percintaannya yang juga tidak beruntung. Selain itu, ia merasa mempunyai sentimental value dari kata “Klise” yang menurutnya menarik untuk ditarik menjadi sebuah cerita. Menurutnya, pembuatan lirik lagu ini berproses, sesuai dengan apa yang dialaminya dalam waktu yang tidak singkat. Reff dalam lagu ini bercerita tentang rasa kecewa dan putus asa yang dialami setelah tidak mendapatkan respon yang baik dari lawannya meskipun ia tahu bahwa rasa sayangnya begitu besar dan terlalu banyak berharap. Glen merasa lagunya kali ini sangat personal baginya. Bahkan ia berharap orang lain yang mendengarkan juga merasakan energi yang sama bahwa kisah cinta akan terus berulang merasakan sakit hingga menemukan seseorang yang tepat. Ia merasa setelah membawakan klise, respon orang lain yang mendengarkan lagu ini selalu positif dan banyak dukungan yang didapatkan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading