Nada Siasat Vol. 1.10 - Yang Hilang Tak Tergantikan

Semakin hari, semakin banyak saja rilisan terbaru dari para musisi yang ada di negeri tercinta kita ini. Walaupun kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja, bukan mainnya banyak hal menarik yang selalu hadir dan datang dari mereka. Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, kali ini energinya tetap sama. Kebaharuan, baik dari yang benar-benar baru, maupun yang lama hilang dan kembali lagi. Namun, tetap saja, musik dan identitas-identitas baru terus bermunculan. Sama seperti beberapa nama yang ada di dalam daftar putar minggu ini. Ada banyak warna yang ditawarkan di dalamnya dan ada juga materi-materi yang sangat menyenangkan untuk didengar dengan jangka yang cukup lama. Silahkan disimak!

Ben Sihombing – Kembali Padaku

Berbicara tentang keluarga tentunya tidak akan ada habisnya. Keluarga adalah bagian penting dalam kehidupan kita, sebuah support system yang selalu hadir dikala kita sedih atau senang, dikala mendaki saat berjuang ataupun saat kita berlari mengejar mimpi. Keluarga sebuah kata yang penuh arti, penuh inspirasi bagi siapapun pribadi kita. Hal ini lah yang menjadi inspirasi Ben Sihombing di single teranyarnya ini. Namun bukan tentang kebahagiaan yang ingin diekspresikan oleh Ben tapi justru sebaliknya. Di single teranyarnya ini Ben bercerita tentang kisah masa lalu yang ia alami. Di mana kisah itu adalah saat kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah, dan single anyarnya ini Ben mengubah energi kecewanya menjadi energi kerinduan, kerinduan akan keluarga yang utuh. Single ini adalah sebuah ekspresi tentang kerinduan sosok yang tak akan tergantikan meskipun sosok itu sudah tidak ada di sisi kita. Sosok penting yang hilang karena perpisahan namun akan selalu ada di hati Ben Sihombing dimanapun ia berada, meskipun kehangatan keluarga yang utuh seperti sedia kala tidak akan kembali seperti sedia kala.

Tirant – Senandika

Single merupakan rilisan ketiga dari band asal Malang ini, Dalam kesusastraan, kata “senandika” ialah suatu monolog yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan, firasat,  konflik batin yang paling dalam dari suatu tokoh dalam sebuah cerita. Tirant mengisahkan sebuah friksi antara anak & orang tua yang berbeda pendapat tentang cita-cita sang buah hati lewat lagu ini. “Terpaksa untuk menerimanya, Tentang pertentangan seorang insan” merupakan secuil lirik yang menggambarkan gejolak batin sang anak dan ketidakmampuan untuk melawan keadaan tersebut. Senandika sendiri telah bisa didengarkan di berbagai layanan musik dalam jaringan pada tanggal 11 Agustus 2020. Perilisan ‘Senandika’ juga dibarengi dengan sebuah videoklip yang akan ditayangkan pada akhir bulan Agustus di YouTube Channel milik Tirant.  Lagu ini sekaligus menjadi lagu pembuka dari album perdana mereka yang akan segera rilis. Nantinya, Tirant akan memasukkan delapan lagu ke dalam album tersebut.

Basboi – Happy Birthday

Kembali melanjutkan universe menuju album barunya yang diawali awal tahun ini dengan “Make Me Proud”, single terpopulernya yang juga mengikutsertakan rapper kawakan Matter Mos. Kali ini, Basboi merilis single berjudul “Happy Birthday” yang akan dirilis bertepatan di hari ulang tahunnya. Lagu ini berfokus soal refleksi diri yang dialami dirinya dan dari orang-orang lain yang juga berulang tahun. Seiring bertambahnya usia, kita disambut dengan berbagai masalah baru, dan membuat kita berpikir, siapkah kita menerima berbagai cobaan itu, siapa sajakah orang yang benar-benar hadir disaat kita sedang sulit, dan sebagainya. Basboi kembali menggaet Panji Wisnu, teman dan produser dari EP sebelumnya Fresh Graduate dan single Make Me Proud yang keluar di awal 2020 sebagai produser dan engineer produksi audio. Identik dengan lirik dan warna musik yang catchy dan fun untuk genre Hip-Hop/RnB, Basboi berhasil menarik perhatian Converse Indonesia dan terpilih mewakili Converse X Ambassadors dari Indonesia untuk tampil di Converse X Global Moment di Kuala Lumpur, Mei 2019, setelah sebelumnya berhasil melakoni tour Fresh Graduate yang mencakup 4 kota di Jawa-Bali.

Crystagella – Reason To Be

Selama masa pandemic ini, produser music elektronik virtual, Crystagella atau yang lebih akrabnya dipanggil Krista, akhirnya kembali mengeluarkan single terbarunya sebagai bentuk respon untuk menjalani kehidupan baru atau yang umum disebut sebagai new normal. Dalam masa self quarantine, Krista mengungkapkan benaknya dalam lagu “raison d’être / reason to be” untuk memberikan refleksi kepada masyarakat bahwa, “segala hal yang terjadi dalam dunia ini merupakan bentuk representasi berbagai harapan setiap individu dalam mewujudkan mimpi dan cita-citanya. Pada dasarnya, seluruh umat manusia memiliki hak dasar yang sama untuk menjalani hidup, memenuhi harapan, dan menggapai cita-citanya, terlepas dari berbagai perbedaan yang dimiliki dari setiap individunya.” Tuturnya. Sebagai produser musik yang hidup di dalam realitas virtual, turut memiliki harapan untuk hadir ke dalam dunia nyata untuk merasakan kehangatan dan keramahan seseorang, menjalin hubungan sosial, serta berkontribusi untuk mewujudkan mimpi bersama dengan sosok seseorang yang berharga dalam hidupnya. Tentunya, setiap individu memiliki alasan-alasan tertentu dibalik harapan yang dimiliki.

Radikalideologi – Jangan Banyak Bicara

Sepintas, judul yang digunakan pada single ini terkesan menyuarakan teguran. Namun, cerita dibalik lagu ini tidak bermaksud menyentil orang-orang yang terlalu banyak bicara (re: bacot). Lagu yang ditulis oleh Irsyad Agni (Guitar) ini bercerita tentang sudut pandang seseorang yang mengakui kesalahannya, dan ingin menyelesaikannya. Bermula dari urusan asmara dan melebar ke mana-mana, lirik yang tertulis pada lagu “Jangan Banyak Bicara” merupakan refleksi diri atas pengalaman mengkhianati dan dikhianati. Dalam masalah yang dihadapinya kala itu, Irsyad beranggapan bahwa “saling unjuk gigi itu percuma, ngga ada yang perlu dikeluhkan ketika masalah telah usai, dan ngga perlu bicara kalau ujung- ujungnya akan membuat masalah baru.” Lagu ini sendiri sebelumnya sudah pernah direkam sekitar tiga atau empat tahun lalu. Sayangnya, lagu ini belum menemukan bentuk finalnya sehingga tidak sampai pada tahap perilisan. Barulah di tahun 2020, lagu ini menemukan bentuk finalnya setelah melewati beberapa tahap revisi, dengan dentuman, riuh suara senar dan penyampaian lirik lagu tetap pada tingkat emosi yang sama sesuai dengan tema besar lagu ini.

Fangtatis – Girls Go

Di saat seperti ini, sangat penting bagi wanita untuk percaya diri untuk mencapai impian dan tujuan terliar mereka. Lagu Hip-Hop baru bernuansa “feel good” yang dirilis oleh Fangtatis ini adalah caranya untuk menyalurkan rasa percaya diri dan energi yang tak terbatas. Kenny Gabriel sebagai produser memberikan suara ceria yang sangat berbeda, menyenangkan dan lebih feminin dibandingkan dengan lagu-lagu Fangtatis sebelumnya. Fangtatis mempunyai tujuan untuk memberdayakan semua wanita di Indonesia dan di seluruh dunia agar lebih percaya pada diri mereka sendiri. Menjadi diri Anda yang paling otentik adalah kualitas paling kuat dan tidak perlu Anda malu karenanya. Sekarang adalah saatnya agar semua wanita berdiri dan memberikan dukungan tanpa akhir untuk satu sama lain.

Merah – Waktu

Mereka adalah sebuah band asal Jakarta Timur yang terbentuk pada awal 2019. Para personilnya sendiri merupakan gabungan dari beberapa band yang aktif di kancah musik di Jakarta. Untuk jenis musik, Merah secara keseluruhan mengusung musik alternative/indie pop pada karyanya. Musik Merah banyak dipengaruhi oleh band-band britpop medio 90-an. Awal terbentuknya Merah diinisiasi oleh Agustinus Yugo Kuncoro (Agus) dan Muhammad Syawalludin (Ludy) yang sebelumnya aktif bersama Glue serta Yudi Haryanto (Arie Mojei) dari The Glastonbury. Setelah terjadi beberapa pergantian personil akhirnya Dicky Virrianto (Dikcy) dan Danang Prionggo resmi mengisi formasi Merah. Lagu ini yang merupakan single debut dari band merah sendiri, sebenarnya telah dibuat pada tahun 2019 kemarin, namun untuk proses rekaman dilakukan pada tahun 2020. Bercerita tentang kisah penyesalan beberapa teman yang kehilangan keberanian menyampaikan sebuah pesan dan mewujudkan sesuatu yang seharusnya diwujudkan. Proses produksi mulai dari rekaman hingga proses mastering dan mixing dikerjakan di Studio Kamar Angga milik Erlangga Ishanders (Angga) yang merupakan frontman dari unit psychedelic Ramayana Soul. Single “Waktu” juga telah merampungkan format video musik dengan konsep raw dan minimalis.

Pullo – Ride

Luar biasa, itulah dua kata yang patut disematkan untuk band yang satu ini. Mereka adalah Rally Jachmoon (vokalis), Gavin Siregar (drummer), Faiz Fadhillah (gitar) dan Ranggi Ramadhan (bass) yang tergabung dalam band bernama Pullo. Regenerasi di lini musik pasti sangat penting, begitu pula yang terjadi di pulau Sumatera. Kini sebagian dari mereka sudah menetap di Jakarta untuk melanjutkan hidup dan karya mereka. Walaupun berada di kota baru, semangat tetatp ada dan lebih besar lagi. Hal ini dibuktikan dengan rilisnya single terbaru mereka ini. Single “Ride” didedikasikan untuk  teman sesama musisi post-punk, Hendrik yang baru saja meninggal dunia beberapa bulan lalu. Selain itu, mereka juga merilis ulang single “Tenebrous”, yang sebelumnya telah dihapus dari Spotify karena beberapa masalah. “Dia memberi tahu kami banyak hal perihal referensi musik saat percakapan yang kami lakukan bersama kala dulu. Meskipun kami bukan teman yang dekat, tetapi kami tahu itu (dia sangat menyukai dan merupakan seorang yang gila dengan dunia musik.) (Musik memainkan peran besar dalam hidupnya). Dia pergi tapi tidak dilupakan.” Tutur Pullo.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

 

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Semeti Medley, MV The Dare Besutan Allan Soebakir

Pantai! Lombok! Apa yang pertama terlintas di benak kita mendengar dua kata diatas. Tentunya hamparan garis pantai nan panjang lengkap dengan pasir putih, ombak yang riang dan air laut yang...

Keep Reading