Nada Siasat Vol. 1.1 - Rindu Konser

Semakin hari, semakin banyak saja rilisan terbaru dari para musisi yang ada di negeri tercinta kita ini. Walaupun kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja, bukan mainnya banyak hal menarik yang selalu hadir dan datang dari mereka. Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, kali ini energinya tetap sama. Kebaharuan, baik dari yang benar-benar baru, maupun yang lama hilang dan kembali lagi. Namun, tetap saja, musik dan identitas-identitas baru terus bermunculan. Sama seperti beberapa nama yang ada di dalam daftar putar minggu ini. Ada banyak warna yang ditawarkan di dalamnya dan ada juga materi-materi yang sangat menyenangkan untuk didengar dengan jangka yang cukup lama. Silahkan disimak!

Mighfar Suganda – Dance On Fire

Dirinya adalah seorang solois asal Surabaya yang mengembara sendiri pada tahun 2019. Pada awalnya Mighfar Suganda adalah vokalis dan gitaris band rock n roll MEANWALLS, hingga pada akhirnya bubar pada tahun 2018. Di bulan Maret kemarin, dirinya merilis album perdana yang didistribusikan secara mandiri dan memiliki single hits berjudul “Broken Sunset”. Tersebut dipilih menjadi single karena mewakili karakter musiknya yang puitis dan memiliki roh. Album ini menjadi pijakan pertama dan dipasarkan ditengah Pandemi Corona melanda. Selang dua bulan sejak dirilisnya single pertama, 30 Mei 2020 MIGHFAR SUGANDA hadir kembali dengan single kedua. Dance on Fire. Di lagu ini MIGHFAR SUGANDA menceritakan konflik batin dan dimana manusia akan tetap melakukan apa yang dia suka walaupun menyakiti dirinya sendiri. Lagu ini menggambarkan manusia akan menikmati kepedihan bahkan berjoget ria diatas bara api.

Joko In Berlin – Utrecht

Lagu ini adalah tentang sebuah rahasia, bagaimana sebuah rahasia dibentuk dan disimpan.Ditulis setelah perjalanan kembali dari kota Utrecht, hanya kurang dari satu jam perjalanan singkat dari Amsterdam.Amsterdam adalah perhentian terakhir saat band ini beristirahat setelah melakukan string recording di Praha pada tahun 2018. Berdasar pada rasa percaya atas kesucian sebuah rahasia dimana kehidupan dan kebohongan dibangun, Utrecht adalah wujud penghormatan atas tindakan tersebut. Ditulis oleh Fran Rabit, Utrecth adalah karya yang di-arrange oleh Popo Fauza.Produk pertama yang keluar setelah perjalanan ke Eropa pada tahun 2018 ini memberikan warna dan nuansa dingin pada keseluruhan diskografi band. Utrecht mengingatkan kita bahwa hidup adalah tentang rahasia dan teori konspirasi, bahwa dunia dibangun oleh rahasia, dibentuk dalam kerahasiaan.Manusia yang bertahan lama dan kuat dibangun dalam rahasia dan konspirasi.

Voxxes – Pink Light Down

Sesuai dengan judulnya, lagu ini dibuat di pagi hari kala subuh menyongsong. Lagu ini menceritakan tentang perasaan campur aduk ketika harus mengakhiri sebuah hubungan. Dengan langit subuh yang menjadi saksi percakapan berakhirnya sebuah hubungan. Syair ‘wake me up when it’s over’ menggambarkan perasaan yang menginginkan hubungan tersebut segera berakhir, namun tidak tahu cara mengakhirinya.  Lagu yang dibuat oleh Zhafari selaku vokalis dari Voxxes ini, berdasarkan pengalaman pribadinya. Pink Light Dawn cukup berbeda dibandingkan lagu-lagu Voxxes lainnya yang bernuansa psychedelic rock. Dalam lagu ini Voxxes memberikan unsur-unsur pop yang mudah diingat oleh para pendengarnya. “Dengan munculnya lagu ini kami berharap dapat memberikan warna baru dan menunjukkan sisi lain Voxxes kepada para pendengar setia kami.” Tutur mereka.

Circles – Universe

Jeyra (synth player & producer), Osa (drummer), Bayu (guitarist), dan Linda (vocalist). Keempat personil band Circles sejatinya bukanlah orang yang baru di dunia musik. Latar belakang mereka memberikan segudang pengalaman tentang bagaimana menyenangkannya hidup bersama musik. Meski perkenalan masing-masing personilnya bisa dikatakan sangat singkat, namun chemistry yang dimiliki. Circles hadir dengan menekuni genre yang terbilang unik di telinga masyarakat. Kita mungkin tidak akan mendengar alunan seperti ombak pantai yang berdebur lembut di ufuk senja, ataupun alunan gerimis yang bersuara manis di pagi hari. Circles lebih memilih untuk mengajak para pendengarnya menari dengan alunan suara musik electronic-wave, namun mengalun bersama lirik-lirik yang tetap padat akan makna. Meski harus menuntaskan project di tengah hambatan akibat pandemi virus yang mengharuskan mereka untuk melakukan physical distancing, Circles tetap berhasil menarik minat pendengarnya dengan tetap menghasilkan karya. 

Adrian Marta Dinata x Tuan Tigabelas – Rindu Main

Lama tidak menggarap lagu baru dan fokus menjadi music director utk musik iklan, akhirnya Adrian Martadinata memutuskan untuk kembali lagi berkontribusi dalam industri rekaman dan meramaikan musik Indonesia. Kali ini Adrian mencoba menyuguhkan style musik yg berbeda dibanding single-single sebelumnya. Lagu “Rindu Main” ini memberikan pesan positif dari liriknya mengenai persahabatan, rasa rindu untuk berkumpul bersama teman2 lama namun terhalang bertemu dikarenakan oleh beberapa alasan, hal ini sering terjadi di kehidupan kita sehari hari, lagu ini memang diciptakan di saat momen pandemi Covid-19, namun Adrian justru menekankan bahwa lagu ini berisikan tema yang netral, tidak harus dikaitkan dengan situasi PSBB saat ini, banyak penyebab lain nya yg membuat kita tidak bisa bertemu dengan sahabat kita, seperti terpisah oleh jarak perbedaan negara atau kota contohnya, atau teman lama yg sudah tidak satu sekolah, kampus, atau kantor.

Radit – Path

DJ/Producer muda asal Malang yang kini berdomisili di Jakarta, Radit, resmi merilis karya musik terbarunya yang berjudul “Path” di semua layanan musik dalam jaringan. Karya ini merupakan single pertama dari Radit yang pertama kalinya dinaungi oleh Record Label yang dikembangkan dari kolektif yang dibentuknya bersama teman-teman, yaitu Metropolis Records. Single pertama ini adalah bentuk untuk dapat mewujudkan visi dan misinya dalam bermusik dan mengembangkan record label dan kolektif Metropolis yang didirakanya sejak 2019. Pada lagu “Path” yang bergenre Electronic/Tech house/Techno ia banyak menyelipkan element percussive yang juga selalu menjadi identitas didalam set set yang ia tampilkan. Lagu ini merupakan suatu proses pencarian dan penggalian sebuah passion, serta menjadikan pembuka jalan untuknya di industry music dan karena alasan inilah pengambilan judul “Path” dipilih. Radit juga banyak dibantu dalam proses penggarapan single ini oleh rekan sekolektifnya yang juga merilis single di tanggal yang sama yaitu Baypoet.

Theo Erlangga – Cinta Esok Lusa

Lagu bergenre Pop yang diciptakan oleh Budi dan Dygo (Drive)  ini bercerita tentang rasa suka terhadap seseorang yang sudah memiliki kekasih dan berharap suatu saat dapat memilikinya. Theo Erlangga adalah seorang penyanyi pendatang baru berusia 20 tahun, yang memulai menekuni dunia tarik suara dengan belajar vokal dan aktif sebagai Choir di Purwacaraka Music School. Theo pernah bermain di drama musikal “Opera Ainun”, yang diselenggarakan pada 15-16 September 2018 lalu di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Opera ini mengangkat cerita dari buku Bapak BJ. Habibie (Mantan Presiden RI) yang berjudul “Habibie & Ainun”, yang bercerita tentang kehidupan sang istri, Ainun. Di sini Theo berperan sebagai Adik Ainun dan dirinya digembleng untuk bisa bernyanyi sambil berakting oleh Purwacaraka dan Ari Tulang. Sama seperti single sebelumnya, Theo kembali hadir dengan lagu spirit anak muda, fresh, dan easy listening. Secara musik dan lirik, lagu ini juga dibuat ringan dengan lirik yang sederhana dan apa adanya.

Baypoet – Unlimited Days

Bayu Putra dengan moniker Baypoet, baru saja merilis single berjudul “Unlimited Days”. Rilisan ini bisa dinikmati di semua layanan musik dalam jaringan seperti Spotify, Apple Music, Beatport & Junodownload. Single ini dirilis oleh label rekaman sekaligus sebuah kolektif musik di Jakarta bernama Metropolis Records. Sebelum merilis single keduanya, Baypoet juga pernah merilis single bersama DJ ternama Jakarta, Hogi Wirjono yang berjudul ‘Rain 4 Acid’ di tahun 2018 bergenre Tech-House & Techno. Rilisan pertamanya bersama Hogi kental akan nuansa acid & elemen-elemen percussive nya. Pada single “Unlimited Days”, Baypoet lebih terbuka terhadap pilihan sound yang ia tampilkan seperti mengusung nuansa dreamy dan downtempo. Baypoet juga bekerjasama dengan Past Futura yang me-remix single Baypoet. Racikan sound Past Futura lebih mengembangkan “Unlimited Days” menjadi lebih bernuansa breaks dan trance.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

PARTIKILAS Part II: Favorit Siasat Partikelir di 2021

Ada begitu banyak jumlah karya yang dirilis oleh para musisi di sepanjang tahun 2021. Seperti yang sudah diulas dalam Partikilas Part I, berdasarkan pantauan di email Siasat Partikelir, setiap harinya...

Keep Reading

PARTIKILAS Part I: Mereka yang Berbagi Kabar di 2021

Untuk menyambut tahun 2022 yang penuh harapan, di bawah ini kami menyuguhkan kilas balik yang bersumber dari data dan dokumen internal Siasat Partikelir di sepanjang tahun 2021.

Keep Reading

5 Alasan Kenapa Rock In Celebes 2021 Begitu Penting Untuk Disimak

Memasuki tahun ke-12, Rock In Celebes kian menunjukan taji atas kiprahnya di ranah festival musik. Tahun ini, festival yang berbasis di pulau Sulawesi tersebut kembali menggulirkan agendanya dan akan digelar selama 10...

Keep Reading

Interview: Caccia dan Perjalanannya Menyusuri Musik

Apa rasanya bisa band-bandan dengan pasangan? Caccia mungkin salah satu dari beberapa unit musik yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Duo asal Jakarta ini dimotori oleh sepasang kekasih, Anya (vokal) dan...

Keep Reading