Nada Siasat: Sajian Ragam Warna dari Tiap Penjuru

Pekan ini, Siasat Partikelir ingin merangkum penemuannya dari tiap penjuru. Mungkin, nama kami lekat dengan penjuru-penjuru geografis, namun kali ini kami akan mengangkat beberapa musisi dari tiap penjuru jenis musik untuk dimasukkan dalam Nada Siasat.

Asal musisi-musisi ini mungkin tak begitu beragam, kebanyakan dari Ibu Kota dan sebagian lagi dari Balikpapan dan Yogyakarta. Akan tetapi, musik yang mereka hadirkan begitu beragam dan menunjukkan betapa berwarnanya musik Tanah Air. Streetwalker dengan perjalanan menuju album roknya yang mapan, Dua Empat yang masih konsisten dengan jaz klasik semi-swing-nya, dan masih banyak lagi bisa Anda nikmati melalui Nada Siasat pekan ini.

Streetwalker – Wide Eyes Device

Setelah merilis dua karya sebelumnya yaitu “The Sun” dan “Moral Compass” dari kami Streetwalker.  Kali ini unit asal Jakarta, Streetwalker telah merilis single selanjutnya bertajuk “Wide Eyes Device” yang menjadi karya lanjutan dari topik kesatuan konsep album keduanya yang berjudul P.U.L.S.E yang akan bercerita tentang fase kehidupan manusia dan interaksinya dengan dunia saat ini dan mungkin masa mendatang; Dunia Digital “Society 5.0”.

Tema lirik dalam lagu ini masih beerkutat tentang cerita sisi gelap dari internet, tentang proses interaksi manusia dan dunia digitalnya.

“Tentu kemajuan akan selalu hadir sepaket dengan masalahnya, seperti beberapa hari yang lalu Facebook merilis Meta. Mungkin ada baiknya untuk mengenal dulu sisi buruknya, agar kemudian tidak jatuh terlalu dalam pada sisi gelapnya. Pilihan ada di tangan kita masing-masing untuk melihat dunia secara lebih luas dan gamblang.” ungkap Streetwalker melalui siar pers.

Dua Empat – Undo

Setelah merilis album kedua berjudul Head In The Clouds beberapa bulan lalu, saat ini Dua Empat ingin meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan segala momen yang mereka lewati sepanjang tahun 2021 ini melalui “Undo”.

Lagu ini menggambarkan kilas balik tentang perjalanan hidup manusia yang terkadang banyak membuat kesalahan di masa lalu.

“Di dalam kehidupan, penyesalan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Terkadang manusia berharap bisa merubah atau bahkan membatalkan beberapa hal yang telah mereka lakukan atau katakan di masa lalu,” Terang Dua Empat

Melalui lagu ini, Dua Empat ingin mengajak kita untuk tidak berlarut-larut dalam penyesalan namun belajar dari masa lalu tersebut.  Disajikan dalam nuansa bossa nova yang ringan, suara organik dari string quartet yang dipadukan dengan jazz combo, “Undo” menghadirkan nada yang menyegarkan di telinga dan merangsang begitu banyak emosi dan perasaan.

Weekend’s Project – Fine Line

Setelah merilis single pertamanya “Bend It”, Weekend’s Project baru saja merilis single kedua berjudul “Fine Line”. “Fine Line” memiliki aransemen yang lebih sederhana namun dengan dinamika chord progression yang lebih kaya dibandingkan “Bend It”. Fine Line akan bercerita tentang perjalanan seseorang atas kejadian itu yang akhirnya memutuskan untuk moving on karena sebuah kenyataan pahit. Penulis ingin audience merasakan sedih, namun juga rela untuk melepaskan masa lalu nya, kali ini Weekend’s Project mengajak teman lama mereka David Sam untuk membangun rasa itu agar dapat tersampaikan kepada para audience.

Weekend’s project adalah alternative pop band yg dibentuk pada tahun 2019 oleh Juan, Amru, dan Bagja, hingga sang vokalis Lala kemudian bergabung pada 2020. Mereka adalah pegawai di kantor yang sama dengan passion yang sama terhadap musik.

HeartMAchine – Delusion

Beberapa waktu lalu, HEARTMACHINE merilis single kedua yang berjudul “Delusion”. Nomor tunggal “Delusion” sendiri  menceritakan tentang kondisi ketidakpercayaan atas segala sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupan seseorang.

“Mencoba nememukan jawaban dengan bertanya Tanya pada diri sendiri hingga dia menyadari sebuah jawaban bahwa tidak ada yang berhak untuk disalahkan melainkan diri sendiri. Di ujung lagu tersisip sebuah kalimat “I guess myself as enemies” (Saya menganggap diri saya sebagai musuh) adalah sebagai ungkapan bahwa hal hal yang buruk terjadi pada kehidupannya dikarenakan keputusan diri sendiri.” terang HeartMachine melalui siar pers.

Karya ini mengedepankan nuansa rock klasik yang dipadupadankan dengan sentuhan instrumen modern serta diperkuat oleh lead synth yang menjadikan karya ini memiliki warna yang lebih modern. Dari segi lirik dalam karya ini berupaya untuk menggambarkan situasi yang dikenal sebagai Fase Quarter life crisis. Penegasan dalam lirik lebih condong mengutarakan permasalahan perihal kesehatan mental dan siklus paranoid yang selalu dimiliki oleh tiap individu pada siklus fase tersebut.

Normatif – Berbeda Tapi Sama

NORMATIF yang terdiri dari Adri (gitar) dan Ical (vokal) membawakan cerita seputar isu sosial yang berlangsung di era ini dengan sentuhan modern alternative rock. Duo yang berasal dari Jakarta ini merilis “Berbeda Tapi Sama” sebagai single pertama yang akan tergabung dalam album “NORMATIF I” yang akan datang. Melalui “Berbeda tapi Sama”, Normatif menggambarkan fenomena sosial mengenai stigma masyarakat dari berbagai golongan serta mempertanyakan kembali peristiwa yang bergulir selama ini. “Berbeda tapi Sama” merupakan sebuah frasa dengan berbagai arti dan interpretasi.

Sabrina Athika – Drip A Leak

Dikenal sebagai seorang content creator dan juga public figure, Sabrina Athika nampaknya ingin melebarkan sayapnya ke dunia showbiz dengan kemampuan bernyanyinya. Hal tersebut dibuktikan Sabrina dengan merilis single perdananya yang bertajuk “Drip A Leak”. Sabrina Athika mengatakan single “Drip A Leak” bercerita tetang bagaimana untuk bisa menjadi seseorang yang tidak mudah menyesal, menjadi sosok yang percaya diri dan tidak kenal akan rasa takut. Dalam penggarapan nomor debut ini, ia mengaku terinspirasi dari Cardi B, Megan Thee Stallion dan Audrey Nuna.

The Sperms – Bombs of Silence

“Bomb of Silence” merupakan single teranyar dari unit skatepunk asal Balikpapan, The Sperms. Semua proses rekaman dilakukan di Balikpapan kecuali untuk instrumen bas, di mana sang pembetot, Ochan, harus melakukannya dari Pulau Jawa.

“Cinta sejati untuk band ini tidak mengenal alasan dan jarak. Semua dilakukan untuk membuat lagu untuk dinyanyikan bersama,” aku mereka dalam keterangannya.

Sebelumnya, The Sperms baru saja melepas sebuah EP bertajuk Silent Answers Juni lalu disusul dengan sebuah nomor tunggal, “Summer Rocking Darling”.

Leisa – Aleanor

“Aleanor” merupakan sebuah tembang pop yang lekat dengan nuansa distorsi khas band asal Palembang, Leisa. Tema yang diangkat dalam lagu tersebut adalah tentang perubahan dan perkembangan karakter dari seorang sosok ayah muda yang berjuang untuk mencari kebahagiaan dalam hidupnya.

Lagu ini menjadi yang perdana bagi Leisa setelah bergerak sejak 2019 dan melewati berbagai tantangan. Mereka merupakan kumpulan dari punggawa kancah Palembang yang sudah lama tidak aktif di musik dan akhirnya harus mengasah musikalitas masing-masing kembali untuk menjalankan Leisa.

The Glad – Pesta Pora

“Pesta Pora” merupakan lagu yang menunjukkan ke-hooligan-an unit skinhead asal Yogyakarta, The Glad atau The Glorious Lads. Bukan dari sisi kekerasannya namun dari sisi euforia menikmati pertandingan 2 x 45 menit.

“Permainan ini memberi isi jauh lebih besar dari itu, ada dinamika di tribun yang selalu terjadi saat laga pertandingan sedang berlangsung. Ada lagi kehidupan di luar Stadion yang tak kalah menariknya, orang-orang yang berharap selalu menyaksikan tim kesayangannya memenangkan pertandingan, mereka yang selalu menjadikan lambang di dada sebagai identitas sampai mereka yakin bahwa lambang itu harus dibela. Tak hanya soal kebanggaan, permainan terindah juga memberi turunan budaya baru yang bisa saja diterjemahkan dalam bentuk fanatisme, fashion, dan kehidupan berkelompok sampai sikap menghadapi hidup,” tutur The Glad dalam siar pers.

Teks: Siasat Partikelir
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Rock In Solo Kembali Hadir dalam Format Bebeda

Setelah beberapa tahun vakum, salah satu festival musik rock raksasa yang berbasis di Jawa Tengah, Rock In Solo, akhirnya datang lagi di bulan Desember ini. Di tengah terpaan pandemi yang...

Keep Reading

Seperangkat Alat untuk Menopang Rumah Tanggamu dari Radiohead

Radiohead telah mengumumkan sekumpulan merchandise untuk mendukung promosi album kompilasi plus plus mereka, Kid A Mnesia. Beberapa barang dagangan band asal Inggris ini lumayan bisa dijadikan kado pernikahan untuk pengantin yang...

Keep Reading

The Hauler Rawk yang Bangkit dari Reruntuhan Palu

Bicara soal musik di Kota Palu ternyata bukan lah mantan wakil wali kotanya saja. Kota tersebut juga menjadi tempat bersemayam banyak pembawa musik keras yang aktif mengeluarkan karya. Setelah sebelumnya...

Keep Reading

Cara Retlehs Tuangkan Keresahan Sang Pembetot Bas

Retlehs (nama yang cukup njelimet untuk dieja dan disebutkan) telah merilis sebuah nomor dengan judul “Matahari” pada Senin (29/11) dengan bantuan Sinjitos Collective. Lirik dari nomor tersebut diangkat dari masalah...

Keep Reading