Nada Siasat: Merangkum Cerita Baru

Tidak ada yang spesial di awal bulan April ini. Masih sama dengan bulan bulan yang sebelumnya, hal-hal menyebalkan tetap terjadi, bahkan hampir tidak terasa perbedaannya dengan situasi awal tahun lalu, namun meskipun situasinya tetap sama, beberapa kabar menyenangkan pun datang menghampiri, musisi-musisi masih dengan semangat yang menggebu terus menciptakan karya-karya yang segar. Banyak rilisan baru dan nama-nama baru yang hadir. Diantaranya kami sudah urutkan beberapa rilisan yang sudah dapat didengarkan diberbagai platform musik digital. Berikut adalah rangkuman Nada Siasat pilihan Siasat Partikelir:

 

Gabriela Fernandez – On Sailboat Beneath The Sky

Memadukan antara musik, seni lukis dan psikologi yang ditekuni Gabriela Fernandez, artwork dari lagu “On A Sailboat Beneath The Sky” juga dibuat olehnya sendiri, dari lukisan yang dipamerkannya yang dipadu dengan kolase digital. “On A Sailboat Beneath The Sky” merupakan lagu yang menggambarkan sebuah kerinduan, perjalanan diri, bercerita tentang rumah dan pulang pada setiap diri masing- masing. Lagu ini erat kaitannya dengan isu mental health yang semakin marak semasa pandemi, yang tidak jauh-jauh juga dialami oleh Gabriela sendiri.

 

Laze ft. Kay Oscar – Teman Lama

Dalam rangka merayakan album “Puncak Janggal” , Nampaknya Laze tidak ingin menunggu lama untuk merayakan album tersebut. bersama PreachJa Records & Qun Films, Laze akan memberikan perayaan berupa sebuah konser virtual yang bisa ditonton dan diakses gratis oleh siapapun dengan tanpa biaya tiket secara  online. Di tengah situasi pandemi, ini adalah bentuk pertunjukan yang diharap bisa menghibur dan menyampaikan energi  lebih banyak  kepada para pendengar karena jangkauannya tidak terbatas. Pada hari Sabtu 10 April 2021 Jam 16:00 konser akan  ditayangkan LIVE di kanal YouTube Laze dengan judul “Panggung Janggal“.

 

Gamaliél – / adjacent /

Gamaliél menciptakan lagu-lagu dalam album ini ketika sedang berkontemplasi di kamar tidurnya. Ia ingin menyampaikan pesan untuk mereka yang sibuk bekerja agar dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri dan berbincang dengan diri sendiri. Hal itu karena banyak orang terlalu sibuk mencari ladang hijau di luar sana dan lupa untuk mengerti diri sendiri.

 

Guernica Club – Uncertainy ft. Kartika S

Ada banyak momen pasang surut yang terjadi akhir-akhir ini, kita bisa dengan mudah mengatakan itu mimpi buruk, oleh karena itu, Guernica Club menyalurkan kegelisahannya untuk membuat musik yang bertumpu pada isu global, Pandemic. Guernica Club menjelaskan “Musik kami berfokus pada penciptaan campuran masa lalu yang pada dasarnya memproyeksikan momen saat ini ke masa mendatang.” Bagi Guernica Club, ‘Pandemi’ datang sebagai berkah terselubung. Selama Pandemi, stres, kecemasan, dan insomnia telah meningkat bagi banyak dari kita karena aturan tinggal di rumah. Namun demikian, beberapa orang mungkin melihatnya sebagai kegembiraan yang tak terduga untuk menemukan hobi baru selama lockdown. Menghabiskan waktu ekstra di rumah sepertinya merupakan kesempatan terbaik bagi Guernica Club untuk menggali proses kreatif untuk penulisan lagu dan perekaman materi lagu mereka.

 

Perona – Warna

 Perjalanan proses kreatifnya pun bisa dibilang sederhana, pikiran mereka lebih tertuju pada hal-hal yang menyenangkan, yaitu dengan cara menciptakan lagu yang memang benar-benar ingin mereka dengarkan. Dan karena senang mendengarkan lagu dari bermacam varian, lagu-lagu Perona pun bisa dipastikan akan sangat beragam. Dari proses tersebut terciptalah beberapa lagu, dan salah satunya berjudul “Warna“ yang menjadi single pertama Perona. “Warna” sendiri menggambarkan sebuah kenangan rutinitas beberapa tahun silam, sebelum pandemic melanda, dimana jadwal panggungan selalu padat di akhir pekan. Ketika masih mudah meluangkan waktu untuk sekadar latihan bersama hampir setiap malam.

 

Romantic Echoes – Amarah

Amarah yang ingin diungkapkan Romantic Echoes, nama panggung dari J Alfredo, bukanlah tentang kemarahan karena hal yang tidak disukai, tapi amarah disini adalah tentang kerinduan yang tidak terlampiaskan dan tidak bertemu dengan seseorang yang di rindukan. Single ‘Amarah’ pula merupakan single perdana Romantic Echoes setelah merilis album penuhnya di tahun lalu dengan tajuk “Persembahan Dari Masa Lalu”, yang lebih banyak memainkan usur elektronik dalam materi-materi lagunya.

 

Teks: Rizky M Akbar

Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading