Nada Siasat: Edisi Penutup Bulan Maret yang Penuh Kejutan

Menutup bulan Maret ini dengan beberapa rilisan pilihan Siasat Partikelir. Kejutan-kejutan tak terduga kerap datang di sepanjang bulan Maret ini. Senang rasanya dapat terlibat untuk mengabarkan dan mengulas apa yang terjadi. Berikut sudah kami rangkum beberapa rilisan yang hadir di penghujung bulan Maret dan menjadi penutup bulan yang menyenangkan pilihan Siasat Partikelir:

Rayssa Dynta – The Unusual

Berbarengan dengan diluncurkannya mini album lanjutan ‘Allegory Act: II’ milik Rayssa Dynta, yang berisi dua nomor, yaitu ‘The Unusual’ dan ‘Not Anymore’. Penyanyi yang identik dengan kepribadianny yang manis dan dengan karakter musik electronic yang dreamy, ‘The Unusual’ hadir dengan visual dan cerita yang cukup luar biasa, mengintrepretasi ketegangan seksual yang terjadi antara sepasang kekasih di lingkungan yang sama. seperti menemukan temuan baru dan daya Tarik yang baru juga, ketidak tahuan menjadi hal yang lebih menarik dari pada hal yang biasa saja. Seseorang ini merasakan ketertarikan yang besar pada hal yang dia anggap berbeda, entah itu baik atau buruk. Disutradarai oleh Jordan Marzuki. Dengan gerakan kontemporer interpretatif Rayssa Dynta dan Jordan Marzuki mencoba menyimbolkan hubungan yang ‘gak biasa’ dengan cara makan yang tidak biasa dan beberapa symbol Gerakan lainnya.

 

Rich Brian – Sydney

Rapper Brian Imanuel atau yang lebih dikenal dengan nama Rich Brian baru saja merilis single terbarunya ‘Sydney’. Single terbarunya ‘Sydney’ ini menjadi lembaran selanjutnya setelah Rich Brian merilis mini album 1990 pada tahun 2020 lalu. Dalam single ‘Sydney’ Rich Brian mengaku bahwa single ini terinspirasi oleh Three 6 Mafia, group hip-hop asal amerika yang dibentuk pada tahun 1991. “Saya menciptakan ‘Sydney’ setelah mendengarkan berkali-kali Three 6 Mafia. Keseluruhan produksi single ini sangat terinspirasi oleh grup hip hop itu. Aku juga selalu ingin mendengar diri saya sendiri membicarakan hidup saya”.

 

Antoni Sidjabat – Sincare Ft Dhira Bongs

Sejatinya single ‘Sincere’ ini bercerita tentang persahabatan, dan juga Antoni Sidjabat menghadirkan lirik yang membahas tentang fake friends. Antoni mengatakan, saat dirinya ada di titik terburuknya di tahun lalu, dia mulai melihat perbedaan teman-teman yang fake (palsu) atau teman yang benar-benar ada untuknya. Itulah yang coba juga digambarkan oleh lagu ini. Di single ‘Sincere’ Antoni Sidjabat tidak sendiri, Antoni Sidjabat kali ini mengajak penyanyi juga penulis lagu asal Bandung Dhira Bongs yang sebelumnya sudah merilis dua album dan beberapa single. Menurut Antoni Sidjabat, Dhira Bongs adalah sosok yang tepat untuk menambah vibes positif dan sekaligus menyenangkan di single ‘Sincere’ ini.

 

Rendy Pandugo – B.Y.L

Rendy Pandugo, seorang solois yang baru saja meluncurkan video lirik untuk salah satu singlenya ‘B.Y.L’. Video lirik yang hadir dengan visual lukisan kanvas yang coba digabungkan dengan animasi oleh Rendy Pandugo. Setelah sebelumnya merilis mini album yang diberi nama “See You Someday”, Single ‘B.Y.L’ juga masuk kedalam deretan nomor di mini album “See You Someday”. Single ini bercerita tentang bagaimana seseorang masih setia menunggu kekasihnya kembali, mesikipun tidak tahu hingga kapan setelah kekasihnya pergi meninggalkannya.

 

Stephanie Poetri – Paranoia

Bersamaan dengan dirilisnya debut album AM:PM Stephanie poetri juga merilis video musik untuk lagu penutup di mini albumnya ini, “Paranoia”. Video klip yang diringkas cukup sederhana, dengan set sebuah kamar dan memperlihatkan Stephanie Poetri sedang mencurhkan isi hatinya ke dalam buku harian di kamar tidurnya.

 

Nadin Amizah – Seperti Takdir Kita Yang Tulis

Seperti yang kita ketahui, Nadin Amizah selalu menyuguhkan lirik-lirik dengan pemilihan kata yang cukup puitis, meskipun dengan kalimat-kalimat sederhana Nadin Amizah ingin menyampaikan arti yang mendalam namun tetap ringan. Rangkaian lirik ‘Seperti Takdir Kita Yang Tulis’ menceritakan seseorang yang tidak yakin bahwa takdir ditulis sesuai dengan keinginan hati. Sepenggal lirik “Lalu… bagaimana” yang diucap berulang, menegaskan kebingungan bagi kedua belah insan yang cintanya diselimuti ketidakpastian. Suatu keyakinan bahwa cintanya akan berujung indah, seketika dipatahkan oleh takdir yang tidak sesuai dan berlawanan.

 

Reality Club – I Wish I Was Your Joke

‘I Wish I Was Your Joke’ bercerita tentang fenomena percintaan. Seseorang yang rela menjadi budak cinta, diaman dia rela tidak diakui atau diperlakukan seperti pacar, pasangan atau ‘opsi pertama’ oleh orang yang dia sukai selama dia bisa terus bersama dengan orang yang dia sukai tersebut.  Jika diumpamakan,sama seperti ‘go-to joke’ atau bahan lawakan andalan yang selalu kita siapkan saat sedang bercengkramadengan teman-teman ketika kita sudah kehabisan topik-ia rela menjadi orang terakhir jika orang yang ia sukai sudah kehabisan opsi untuk menghabiskan waktu dengan orang lain.

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading