Nada Siasat: Bermimpi di Ujung Maret

Memasuki bulan Maret, pertunjukan musik secara langsung kini sudah diberi lampu hijau oleh para pemangku kebijakan. Gelaran musik dari yang skala kecil sampai skala besar kini sudah mulai muncul ke permukaan. Itu artinya, peluang musisi mau pun band yang baru memulai karirnya sudah bisa memperkenalkan karyanya ke audiens yang lebih luas melalui pertunjukan luar jaringan.

Di pekan terakhir bulan Maret ini tim redaksi Siasat Partikelir menyusun daftar putar dari berbagai musisi dengan warna musiknya yang beragam namun beririsan dengan warna musik indie pop/dream-pop. Terdengar mengawang dan cocok untuk didengarkan kala menjelang tidur atau pun ketika melakukan aktivitas lainnya.

Langsung saja simak materinya di bawah ini. Barangkali cocok untuk menemani mimpi-mimpimu..

drizzly – “Bitter to See You”

Pada musim hujan tahun kemarin, Amanda membuat sebuah proyek solo bernama drizzly. drizzly yang berarti gerimis memiliki kesan pribadi bagi Amanda. Gerimis dapat membuat sebagian orang merasakan tenang, bahkan membangkitkan momen menyenangkan tersendiri. Disisi lain, beberapa orang tidak menyukai gerimis. Dalam merangkum arti tersebut, Amanda memilih menyajikan karyanya dengan format indiepop dan dreampop.

Masih dengan musim hujan dalam periode yang sama, drizzly merampungkan lagu pertamanya dengan judul “Bitter to See You”. Berkisah tentang pengalaman pribadi Amanda tentang pahitnya percintaan di masa lalu. Lirik muram tersebut dikemas dengan musik yang ceria. Pesan-pesan tersembunyi tersebut diharapkan Amanda memiliki kesan tersendiri bagi yang mendengarkan.

Penggarapan lagu ini dapat terlaksana dengan baik karena bantuan dari teman-temannya, yaitu Mas Ferry (Timeless) pada drum dan Mas Ekik (re:NAN) pada bass. Tak lupa Mas Reyhan (GREY.) yang membuat logo dan artwork yang menggambarkan kesan drizzly. Drizzly merekam single pertamanya bekerjasama dengan Artefak Records.

Lullavile – “Andai”

Lullavile berawal dari duo yang mengusung genre Indie Rock asal Pontianak dengan gaya musik yang mengambil banyak inspirasi dari aliran shoegaze atau dream pop, namun juga tidak sepenuhnya jatuh ke dalam dua genre spesifik tersebut, dengan berkiblat pada grup-grup musik seperti My Bloody Valentine, Kinoto Teikoku, Westkust, dan Sonic Youth.

Berjarak agak panjang dari single pertama “Bianca”, Lullavile akhirnya Merilis Single Kedua mereka yang Bertajuk “Andai” Pada jumat (11/03). Lewat Tembang “Andai”, mereka kini mencoba dengan formasi 4 anggota dan menyuguhkan lagu dengan tempo yang sama dengan single pertama, namun dengan lebih menonjolkan gemuruh distorsi dan Fuzz yang ingin menunjukan suasana lagu itu sendiri.

Menurut Lullavile nomor “Andai” bercerita Tentang Penyesalan dan akibat dari mengatakan hal yang seharusnya tidak kita katakan. Alih-alih membatasi diri dengan tempo shoegazing yang lambat dan melamun, untuk lagu ini kami menggabungkannya dengan tempo yang relatif lebih tinggi yang “mengawang” dengan harapan menghasilkan karya yang lebih emosional.

Luzyfearrr ft Lordsadler – “Immortal Dancer”

Setelah melepas single debutnya “It’s All Your Fault” pada tahun lalu, solois post- punk / post-rock asal Medan, Luzyfearrr, kembali dengan single perdananya di tahun 2022 berjudul “Immortal Dancer” yang dirilis bersama label Montana De Palma. Pada single terbarunya kali ini, Luzyfearrr juga menggandeng Lordsadler, vokalis dari The Boxquitos.

Pada single keduanya kali ini, Luzyfearrr mengusung tema musik yang berbeda dengan single pertamanya. Pada nomor perdananya, Luzyfearrr memilih warna post-punk/dark-wave sebagai main-tone di dalam musiknya, dengan memberikan nuansa gelap pada mood lagunya. Kali ini, “Immortal Dancer” mengeksplorasi sisi post-rock yang juga akan menjadi ilham dalam karya-karya Luzyfearrr berikutnya. “Immortal Dancer” ini menceritakan tentang seseorang yang ingin lepas setelah merasa stuck, terkekang hingga terkurung atas keadaan atau situasi yang terjadi pada dirinya sekian lama. Lagu ini dikonsep untuk para pendengar merasakan ‘rasa ingin lepas’ yang ingin diceritakan oleh Luzyfearrr dengan alur lagu yang build-up dari dentuman pertama hingga akhir.

Cal – “Chemical”

Setelah merilis single perdananya di bulan Februari 2022 lalu, Cal unit nugaze asal Bandung ini melanjutkan karya nya dengan merilis single kedua bertajuk “Chemical”. Gilanghade sang pentolan Cal memberikan bocoran track “Chemical” sebelum muncul di platform musik, dengan membuat instastory kolom interaksi dengan para mutual nya untuk menerima permintaan dari email yang dikirim para responden.

“Chemical” bercerita tentang cinta yang membutakan dan dibutakan, seperti zat adiktif yang membuat candu para pengguna. Planning yang akan dilanjutkan Cal, ia akan mempersiapkan untuk perilisan EP pada bulan Mei mendatang dan akan mengadakan pesta rilisan (Showcase).

Puremoon – “Agony”

Puremoon adalah band beraliran indie rock yang berasal dari Bandung. Puremoon secara resmi terbentuk di akhir tahun 2018. Puremoon digawangi oleh empat orang, yaitu: Naufal Ikhsan yang merangkap sebagai vokalis dan gitaris, Abdi Imam sebagai gitaris, Kemal Putra sebagai gitaris, Hamzah Rendi sebagai bassis, dan terakhir Yusuf Rizky sebagai drumer.

Tepat di tanggal 17 Maret 2022, Puremoon resmi merilis single ketiga mereka yang berjudul “Agony”.  “Agony” adalah lagu tentang seseorang yang hidup dalam penderitaan, mencoba untuk tetap waras, memberitahu dirinya untuk tidak memperdulikan sekitar dan menyimpan semua rasa sakitnya sendiri karena tidak akan ada yang peduli.

The Candle Light Children – “Always u”

Mendekati perilisan EP perdananya, The Candle Light Children terus memberikan lagu-lagu terbaiknya. Kali ini ia mencoba untuk kembali menyapa pendengarnya dengan sebuah lagu yang terasa sedih namun tetap manis berjudul “always u”. Ini menjadi lagu kedua miliknya yang telah ia rilis di tahun 2022.

Adan, nama di balik moniker The Candle Light Children, bercerita bahwa ini merupakan lagu yang spesial untuknya dan juga karier solonya. Pasalnya, Adan menceritakan bahwa lagu ini pada awalnya merupakan lagu yang seharusnya ia buat untuk band lamanya dan akan masuk ke dalam debut album band tersebut. Namun dikarenakan ideologi bermusik yang berbeda, Adan bersama gitarisnya, Pierre, mengeluarkan lagu tersebut dari rencana album debut band mereka, dan akhirnya “always u” dimasukkan ke dalam proyek musik solo yang kita kenal dengan nama The Candle Light Children sekarang ini dan mungkin menjadi dasar dari proyek ini.

Di lagu ini, Adan tetap dengan gaya bermusik bedroom pop miliknya dengan menghadirkan petikan gitar yang manis dari Pierre, dan menyatukannya dengan vokal miliknya. Lagu ini terasa semakin sempurna setelah ia memasukkan vokal temannya Anisa Jane sebagai backing vocal. Sedangkan untuk urusan mixing dan mastering, Adan masih bekerja sama dengan Myst Deisanto.

Last Living Barretts – “Automation”

Last Living Barretts adalah moniker dari Farryl Nalindra. Secara musikal ia banyak dipengaruhi oleh genre New Wave. Meskipun menyimpan nama Barrett dalam monikernya, nyantanya dia tidak benar-benar mengambil referensi dari Pink Floyd era Syd Barrett, Last Living Barretts mengaku ia suka karena betapa inovatifnya mereka.

Single “Automation” ditulis oleh Farryl Nalindra dan diproduseri oleh gitaris Iris Bevy, Jeremy Jonathan.

“Automation merupakan debut single yang mengekspos kebutuhannya akan ketukan dansa yang unik. Judul lagu mungkin terdengar seperti mesin dan sejenisnya, tapi ini sebenarnya lagu tentang manusia, atau tentang hidup, karena kita tidak bisa hidup tanpa Automation.” Terang Last Living Barretts


Semua karyanya bisa kalian simak di bawah ini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading