Nada Siasat 2.6: Pilihan Superglad

Di Nada Siasat episode kali ini, daftar putarnya spesial datang dari band yang sangat dirindukan. Terlebih sosok sang vokalisnya. Yap mereka adalah Superglad. Siapa sih yang gak kangen sama mereka, apalagi kalau bisa lihat konser mereka, sambil sing along menyanyikan lagu “Satu” dan “Peri Kecil”. Makin-makin yak bahagianya. Oh ya, Superglad adalah salah satu dari nama yang akan meramaikan panggung Rock In Celebes di tahun ini, tapi dengan format studio gigs. Seperti tidak asing ya dengan nama segmennya. Studio Gigs memang salah satu program yang Siasat Partikelir gelar selama masa pandemi beberapa bulan ini. Tahu sendiri kan aktivitas pertunjukan musik luring belum bisa digelar sama sekali. Ya mau tidak mau semua harus digelar secara virtual, agar kita bisa terhindar dari virus Covid-19. Tanpa banyak basa-basi, berikut daftar putar pilihan para personel Superglad di bawah ini.

Lukman “Buluks” Laksmana

Social Distortion – Sick Boys

Lagu yang menginspirasi gua akhirnya ngeband (memperlihatkan tattoo Social Distortion di dada), “Sick Boys” dari Social Distortion. Kenapa? Karena pertama kali gue denger lagu ini gue langsung jatuh cinta, padahal sebenernya Social Distortion sudah punya album album sebelumnya cuman di album “Social Distortion” (1990) gua pertama kali dengerin ‘Story of My Life’ sampai gue tulis liriknya, ampir semua tattoo gua all about Social D akhirnya ‘Sick Boys’ itu menjadi sebuah lagu yang membuat gue kayak: Sick-boys, in his faded blue jeans itu bener-bener bikin gue harus ngeband dengan tiga grip doang three power chord –G, C, D jadi lagu yang luar biasa. Jadi akhirnya dari situ gue pengen ngeband: being a Punk Rocker, being Sick Boys.

Johnny Cash – Ring of Fire

Terus lagu kedua yang membuat gue ingin ngeband –wah ini bisa dibilang berbeda. Lagu kedua yang bikin gue pengen ngeband adalah Johnny Cash. Johnny Cash itu gua tahu sudah lama dari bokap, cuman bokap ga terlalu ngefans Johnny Cash. Ada runutnya dengan Social Distortion, jadi tiba-tiba gue mengetahui kalo Mike Ness itu ternyata ngefans sama Johnny Cash sedangkan gue dengerin Johnny Cash udah lama cuman gua biasa aja waktu itu. Ketika gua tahu Mike Ness ngedengerin Johnny Cash gua dengering Johnny Cash juga. Akhirnya gua memperdalam tentang Johnny Cash dan jatuh cinta sama lagunya dia udah pasti: I feel into a burning ring of fire (nyanyi) naah itu “Ring of Fire” Johnny Cash membuat gua pernah berada di jalur ‘Ring of Fire’, yaudah semua lirik yang ada di Ring of Fire pernah gue alami. That’s it: Ring of Fire by Johnny Cash.

Agus Purnomo

Tommy Page – A Shoulder To Cry On

Dua lagu pilihan gua yang mempengaruhi hidup gua, pertama tuh A Shoulder To Cry On dari Tommy Page. Karena kala itu pada era tahun 90-an kami terlahir sebagai anak gondrong metal tetapi bila berurusan dengan wanita hati kami ciut (tertawa). Dan itu dia lagunya yang kita dengerin, ketika kita ditolak cewek itu lah A Sholder To Cry On dari Tommy Page..

The Doors – The End

Terus lagu keduanya itu adalah The End dari The Doors –sampe gue bikin tuh studio namanya The Doors. Karena lagu itu, lirik-liriknya dari dia penuh dengan puisi-puisi yang dalam akan kehidupan dan kegelapan tentang kehidupannya dia (Jim Morrison), sampe gua pengen bunuh diri gara-gara itu (tertawa).

Frid Akbar

A-HA – And You Tell Me

Untuk lagu yang mempengaruhi gue itu adalah waktu itu gue dengerin lagu A-HA “And You Tell Me”. Itu lagu buat tidur gue waktu kecil hampir tiap hari gue dengerin, itu bener-bener nyampe sekarang masih gue dengerin, kadang-kadang suka sedih sedih juga sih (tertawa) karena inget masa-masa kecil.

Motley Crue – Smokin’ in the Boys Room

Terus yang kedua itu lagunya yang bikin gua pengen maen musik adalah Motley Crue, itu lagunya “Smokin’ in the Boys Room”. Pas gue nonton pas jaman-jaman kecil itu videoklipnya: wah band keren nih.. yang glam glam gitu kan. asik (tertawa). Yaudah akhirnya gua mulai-mulai pengen maen drum dari itu dari videoklip itu, jadinya ya niru-niru Tommy Lee laah.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading