My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi, ternyata lirik yang ditampilkan oleh Spotify tak selamanya benar loh. Mungkin ada beberapa lirik lagu yang salah, terutama lagu dalam bahasa asing.

Baru-baru ini, unit shoegaze legendaris My Bloody Valentine telah mengkritik Spotify karena menampilkan lirik yang salah pada lagu-lagu mereka di platform pemutar musik sejuta umat tersebut.

“Baru saja diperhatikan bahwa Spotify telah memasang lirik palsu untuk lagu-lagu kami tanpa sepengetahuan kami. Lirik ini sebenarnya sepenuhnya tidak benar dan menghina,” tulis MBV di Twitter. “Kami tidak yakin dari mana mereka mendapatkannya, mungkin salah satu situs lirik omong kosong di internet.” lanjutnya

Spotify meluncurkan fitur lirik untuk semua pengguna pada November 2021, yang memungkinkan para pengguna Spotify bisa membaca lirik sambil mendengarkan lagu.

Pada saat pengumumannya tahun lalu, raksasa streaming tersebut mengatakan bahwa mereka telah bermitra dengan perusahaan database lirik bernama Musixmatch untuk memfasilitasi lirik diseluruh lagu yang ada di Spotify.

        Baca juga: Yang Mengejutkan dari My Bloody Valentine

My Bloody Valentine sebelumnya adalah penangguhan lama sehubungan dengan katalog mereka yang ada di layanan streaming. Pada bulan Maret tahun lalu, band ini menandatangani kontrak dengan Domino Records, yang merilis diskografi band di Spotify, Apple Music, dan platform lainnya.

My Bloody Valentine adalah quartet musik yang terdiri dari Bilinda Butcher, Kevin Shields, Deb Googe dan Colm Ó Cíosóig, mereka banyak dipuja sebagai salah satu grup musik pendobrak zaman dan paling berpengaruh selama empat puluh tahun terakhir, pada zaman dimana semua grup musik dengan basis gitar memainkan musik dengan gaya klasik-retro, grup My Bloody Valentine muncul dan tidak terdengar mirip ataupun mendekati siapapun pada zaman itu, mereka mempunyai sebuah karakteristik yang amat langka dimana mereka dapat terdengar berasal dari masa depan.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari berbagai sumber

Turbokidz Merilis Album Perdana Dalam Format Compact Disc

Setelah dirilis dalam format digital pada akhir tahun 2022 lalu, Turbokidz kini menghadirkan album perdananya, Oranye, dalam format compact disc (CD).  Tersedia di pasaran mulai 25 Januari 2023 sebagai lanjutan...

Keep Reading

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading