Musisi Menuntut Spotify Menaikkan Royalty dan Bersikap Transparan 

Di masa pandemi seperti sekarang, tak bisa dipungkiri orang-orang haus akan hiburan. Salah satu medium hiburannya  adalah memutar musik streaming dipelbagai  platform digital, termasuk Spotify –kanal pemutar musik digital yang saat ini banyak digunakan oleh para penikmat musik. Namun dibalik meroketnya penggunaan Spotify ini ternyata ada permasalahn yang cukup serius menyangkut kesejahteraan musisi yang karyanya diunggah melalui aplikasi tersebut. 

Baru-baru ini United Musician and Allied Workers Union (UMAW) menggulirkan sebuah kampanye bertajuk ‘Justice at Spotify’. Agenda besar dalam kampanye tersebut yaitu menuntut pihak Spotify  untuk menaikan lebih tinggi tarif artis dan memberikan transparansi keuangan juga cara kerja platform tersebut. Secara spesifik UMAW menuntut agar Spotify memberikan royalty kepada artis satu sen per streaming, saat ini platform tersebut hanya memberikan royalty kepada artis rata-rata $ 0,0038 USD per streaming.

“Salah satu tujuan utama Spotify adalah memberi “satu juta seniman kreatif kesempatan untuk menghidupkan karya seninya”. Namun, untuk menghasilkan satu dolar di platform, sebuah lagu perlu diputar sebanyak 263 kali” tulis UMAW dalam situs webnya.

“Kami meminta Spotify untuk menaikkan royalti streaming rata-rata dari $ 0,0038 menjadi satu sen per streaming. Melakukan hal itu akan memberi seniman kesempatan yang lebih baik untuk mencari nafkah dari seni mereka, dan mulai mengembalikan penilaian publik terhadap musik” lanjutnya.

Dalam situs web resminya, UMAW menjelaskan bahwa ekosistem musik dunia sedang dalam bahaya karena masih merebaknya virus Corona, dimana panggung pertunjunkan masih sepi dan para artis menggantungkan hajat hidupnya pada pendapatan streaming.

“Dengan seluruh ekosistem musik live dalam bahaya karena pandemi virus korona, pekerja musik lebih bergantung pada pendapatan streaming daripada sebelumnya. Kami meminta Spotify untuk meningkatkan pembayaran royalti, transparansi dalam praktik mereka, dan berhenti melawan artis” terang UMAW

Selain menuntut kenaikan royalty, yang tak kalah penting UMAW juga meminta pihak Spotify agar bersikap lebih tranparan mengenai cara kerja dan laporan keungan mereka. Selain itu UMAW meminta Soptify untuk mengkreditkan semua tenaga kerja yang berada dibalik rekaman dengan benar, seperti musisi, produser, sound engineer, dan pihak-pihak yang terlibat agar dapat dikenali lebih baik oleh para pengguna Spotify.  

“Kami menyerukan Spotify untuk lebih transparan dengan keuangan mereka, platform mereka, dan hubungan mereka dengan artis. Buat semua kesepakatan dengan label besar menjadi publik, dan akhiri praktik yang menyerupai payola (penyuapan di ranah industri musik, red). Selain itu, kami mendesak Spotify untuk memberikan penghargaan kepada semua engineer, musisi, dan pekerja di semua rekaman” tulis UMAW

Sejauh ini sudah ada lebih dari 4.500 musisi dari seluruh dunia yang turut bergabung dan menandatangani petisi yang digulirkan oleh UMAW ini, termasuk dukungan dari musisi besar sekaliber Thurston Moore, DIIV, King Gizzard and the Lizzard Wizard, dan lain sebagainya. United Musician and Allied Workers Union (UMAW) sendiri merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengorganisir pekerja musik untuk memperjuangkan industri musik yang lebih adil dan lebih baik. Jika setuju dengan gerakan ini kalian bisa turut bergabung dan mendukung dengan mengakses laman unionofmusicians.org. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip UMAW

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading